Ini 5 Perbedaan Es Krim dan Gelato, Mana yang Lebih Sehat?

Perbedaan es krim dan gelato terletak pada bahan dan kandungan lemak serta gulanya
Es krim dan gelato, serupa tapi tak sama

Gerai gelato instagrammable saat ini bertebaran di mana-mana. Tak heran, gelato saat ini menjadi jenis dessert favorit banyak orang. Namun, banyak penggemar gelato yang masih menyebut kudapan yang satu ini sebagai es krim gelato. Padahal keduanya berbeda.

Memang, kalau dilihat dari segi rasa dan tekstur keduanya hampir sama. Namun dari segi bahan, cara pembuatan, dan kandungannya, es krim dan gelato sebenarnya berbeda.

Apa saja perbedaan gelato dan es krim?

Jangan sampai salah sebut, ketahui perbedaan gelato dan es krim di bawah ini.

Gelato asal italia sedangkan es krim dari Tiongkok
Gerai gelato khas Italia

1. Es krim dari Tiongkok, sedangkan gelato dari Italia

Asal muasal es krim sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, menurut catatan paling tua yang bisa ditemukan, es krim sudah mulai dibuat di Tiongkok pada zaman kerajaan kuno dari bahan susu kerbau, tepung, dan es.

Sementara itu, gelato berasal dari Italia. Ada versi yang menyebutkan bahwa gelato pertama kali dibuat di kota Sisilia. Namun versi lain menyebutkan kudapan ini pertama kali dibuat di kota Florence.

2. Gelato pakai lebih banyak susu dari es krim

Bahan dasar es krim dan gelato sebenarnya sama, yaitu susu atau krim, gula, dan udara. Perbedaanya ada pada kadar yang digunakan.

Untuk membuat es krim maupun gelato, tahap pertama yang akan dilakukan adalah mencampur susu ataupun krim dengan gula. Pada es krim, terkadang kuning telur juga digunakan untuk membuat tekstur lebih lembut.

Selanjutnya, berbagai rasa baru akan ditambahkan. Setelah rasa ditambahkan, maka komponen berikutnya yang akan dimasukkan ke adonan tersebut adalah udara. Udara akan dimasukkan melalui pengadukan. Di sinilah perbedaan yang mendasar antara gelato dan es krim.

Es krim diaduk menggunakan kecepatan tinggi, sehingga udara lebih banyak masuk dan adonan lebih mengembang. Sementara itu, gelato diaduk dengan kecepatan rendah. Oleh karena itu, kandungan udaranya lebih sedikit.

Sehingga, es krim mengandung lebih banyak udara dan lemak, sedangkan gelato memiliki lebih sedikit udara namun lebih banyak susu.

3. Es krim lebih berlemak dari gelato

Kandungan krim dan kuning telur yang digunakan oleh es krim membuatnya lebih banyak mengandung lemak dibanding gelato. Namun, gelato umumnya memiliki lebih banyak gula dibandingkan es krim. Satu porsi es krim vanila berukuran ½ cangkir, mengandung 210 kalori dan 16 gram gula. Sementara itu, pada gelato dengan porsi yang sama, ada 160 kalori dan 17 gram gula.

Gelatu tekstrunya lebih halus dibanding es krim
Tekstur gelato lebih halus dibanding es krim

4. Gelato miliki tekstur yang lebih halus daripada es krim

Tekstur gelato lebih halus, tapi rasanya lebih pekat jika dibandingkan es krim. Es krim rasanya lebih ringan karena ia mengandung lebih banyak lemak, sehingga lemak tersebut terlebih dahulu menyelimuti lidah dan membuat rasa tidak cepat sampai ke ujung-ujung saraf di lidah.

5. Penyajian gelato dan es krim biasanya berbeda

Gelato biasanya disimpan di suhu yang lebih tinggi daripada es krim. Selain itu, gelato umumnya diambil menggunakan sendok lebar berbentuk datar untuk mempertahankan tesktur lembutnya.

Lalu seperti yang kita tahu, es krim biasanya diambil menggunakan sendok es krim berbentuk bulat, sehingga bisa lebih mudah saat disajikan.

Saat diet, bolehkah makan es krim atau gelato?

Ganti gelato dengan frozen yogurt saat diet
Ganti gelato dengan frozen yogurt untuk pangkas kalori

Es krim, gelato, maupun makanan manis lainnya seringkali menjadi pantangan dalam diet. Padahal sebenarnya, sah-sah saja Anda makan es krim atau gelato saat diet, asalkan porsinya tidak terlalu banyak.
Bagi Anda para penggemar es krim dan gelato, berikut ini tips yang bisa dicoba agar diet tak terganggu dan lidah tetap terpuaskan.

• Pilih es krim dan gelato rendah kalori

Tidak ada salahnya makan es krim atau gelato saat sedang diet, selama Anda bisa mengontrol kalori yang masuk. Jumlah kalori yang dianjurkan saat diet adalah sekitar 100-200 kalori. Sehingga, pilihlah es krim dan gelato dengan kalori yang masih masuk rentang tersebut.

• Batasi konsumsi makanan manis lain

Es krim dan gelato boleh dikonsumsi sesekali sebagai bonus selama menjalani diet. Namun, jangan kemudian Anda mendapatkan bonus itu terus-terusan. Jika sudah makan gelato, jangan tambah asupan kalori Anda lagi dengan makan biskuit, permen atau cokelat.

• Beli dalam porsi kecil

Jika Anda membeli gelato ukuran besar, maka godaan untuk menghabiskan satu wadah besar gelato akan selalu ada. Namun jika membeli gelato per porsi setiap Anda menginginkannya, maka hanya satu porsi itulah yang akan dimakan.

• Jangan simpan stok es krim atau gelato

Sulit memang untuk menghindari godaan gelato dan es krim yang tersimpan di kulkas. Jadi, supaya tidak ada godaan sama sekali, jangan menyimpan persediaan camilan manis di rumah.

• Buat sendiri tiruan es krim atau gelato yang lebih sehat

Anda bisa “menipu” rasa ngidam akan es krim dan gelato dengan alternatif yang lebih sehat dan mudah dibuat sendiri. Misalnya dengan buah atau yogurt beku.

Anda bisa menghaluskan mangga menggunakan blender dan meyimpannya di kulkas hingga beku. Maka, jadilah sorbet segar tanpa gula yang kalorinya jauh lebih rendah daripada es krim maupun gelato.

Anda juga bisa menyimpan yogurt rendah lemak di freezer dan menikmatinya dengan tambahan topping buah segar atau granola.

Baik es krim maupun gelato masing-masing memiliki versi sehat yang sekarang mudah Anda dapatkan. Jadi, jika ditanya lebih sehat mana, jawabannya adalah tergantung dari jumlah kalori dan rasa, maupun topping yang Anda tambahkan ke dalam es krim dan gelato. Jadi, sudah siap menikmati segarnya es krim dan gelato hari ini?

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/gelato-vs-ice-cream
Diakses pada 10 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/diet/features/sweets-treats-healthy-diet#2
Diakses pada 10 April 2020

Artikel Terkait