Rahim yang semakin membesar menyebabkan ibu sering buang air kecil saat hamil
Sering buang air kecil saat hamil cenderung meningkat seiring dengan berkembangnya kehamilan

Sering buang air kecil saat hamil tentu bisa membuat ibu tidak nyaman dan merasa lelah karena harus bolak-balik ke kamar mandi. Sebetulnya, ini merupakan salah satu gejala awal kehamilan yang umumnya terjadi pada trimester pertama atau sekitar minggu ke-4. Gejala ini pun dipercaya akan berkurang begitu rahim naik ke rongga perut selama trimester kedua. 

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sering buang air kecil saat hamil cenderung meningkat seiring dengan berkembangnya kehamilan terutama bagi wanita yang pernah hamil sebelumnya. Tak heran, jika sebagian besar wanita merasa sering buang air kecil di akhir kehamilan atau sekitar minggu ke-35.

Penyebab sering buang air kecil saat hamil

Terdapat beberapa penyebab sering buang air kecil saat hamil, antara lain:

  • Hormon kehamilan

Sering buang air kecil saat hamil terjadi karena hormon kehamilan hCG yang meningkatkan aliran darah ke daerah panggul dan ginjal. Hal tersebut menyebabkan ginjal bekerja lebih cepat dan mengisi kandung kemih lebih sering sehingga membuat ibu lebih sering buang air kecil.

  • Meningkatnya volume darah

Volume darah juga meningkat sepanjang kehamilan hingga Anda memiliki 50% lebih banyak darah yang beredar di tubuh. Banyaknya cairan tambahan yang diproses melalui ginjal dapat meningkatkan produksi urine sehingga memicu Anda sering buang air kecil.

  • Membesarnya rahim

Tak hanya itu, semakin membesarnya rahim juga dapat memberi tekanan pada kandung kemih yang menyebabkan ruang penyimpanan urine menjadi lebih sedikit. Di sisi lain, turunnya kepala bayi ke dalam panggul pada akhir trimester ketiga dapat menekan kandung kemih hingga membuat Anda sulit menahan kencing. 

Cara mengatasi sering buang air kecil saat hamil

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan guna mengatasi sering buang air kecil saat hamil, di antaranya:

  • Kosongkan kandung kemih sepenuhnya

Jika Anda sering buang air kecil saat hamil, cobalah untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Condongkanlah tubuh ke depan ketika buang air kecil sehingga urine bisa keluar dengan maksimal. Jangan menahan kencing karena dapat melemahkan otot dasar panggul dalam jangka panjang. Selain itu, lakukanlah double-voiding dengan mencoba buang air kecil kembali setelah selesai kencing. 

  • Hindari kafein dan tetap terhidrasi

Hindarilah mengonsumsi kafein misalnya, teh, kopi atau soda karena dapat memberi efek diuretik yang membuat Anda lebih sering buang air kecil. Meski memang merepotkan bolak-balik ke toilet untuk buang air kecil, namun jangan sampai Anda mengurangi kebutuhan cairan karena dapat menyebabkan dehidrasi yang bisa berbahaya. 

  • Senam kegel

Anda juga dapat melakukan senam kegel untuk menguatkan otot panggul. Latihan tersebut bisa membantu Anda mengontrol kandung kemih, dan mengurangi intensitas buang air kecil. Selain itu, senam ini juga dapat membantu tubuh ibu mempersiapkan persalinan.

  • Kurangi minum menjelang tidur

Sementara, jika ibu hamil sering buang air kecil di malam hari hingga sangat mengganggu waktu tidur maka Anda dapat mengakalinya dengan minum banyak cairan di siang hari, dan menguranginya pada jam-jam sebelum tidur. Akan tetapi, pastikan Anda tidak kehausan. Di sisi lain, sering terbangun di malam hari karena buang air kecil dapat melatih Anda untuk terbiasa memiliki waktu tidur yang terganggu ketika bayi lahir nanti.

Pada sebagian kasus, sering buang air kecil saat hamil juga dapat menjadi tanda dari infeksi saluran kemih (ISK). Adapun gejala ISK, yaitu nyeri atau terbakar saat kencing, urine bercampur darah, dan rasa ingin buang air kecil yang tak tertahankan. Jika tak diobati, ISK bisa menyebabkan infeksi ginjal maupun persalinan prematur.

Sedangkan, beberapa wanita justru tidak mengalami sering buang air kecil selama kehamilan, dan itu merupakan hal yang normal. Meski dapat pula terjadi karena kerap menahannya atau tidak minum cukup cairan. Namun, jika Anda tidak sering kencing meski telah minum dengan cukup dan tak menahannya, periksakan diri pada dokter untuk memastikan penyebab kondisi tersebut.

Umumnya, setelah melahirkan Anda akan buang air kecil dalam jumlah yang lebih besar bahkan lebih sering karena tubuh berupaya menghilangkan cairan tambahan yang berasal dari kehamilan. Akan tetapi, sekitar 5 hari setelah melahirkan kebiasaan buang air kecil Anda biasanya akan normal kembali.

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/frequent-urination.aspx
Diakses pada 06 Mei 2020

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_frequent-urination-during-pregnancy_237.bc
Diakses pada 06 Mei 2020

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/frequent-urination-in-pregnancy-4177475
Diakses pada 06 Mei 2020

Artikel Terkait