Ini Penyebab Sendi Geser dan Cara Menanganinya dengan Tepat

Penyebab sendi geser adalah benturan keras yang memicu ujung tulang terlepas dari sendi yang menjadi engselnya
Sendi geser atau dislokasi sendi bisa terjadi pada semua bagian tubuh yang memiliki sendi, termasuk lutut

Sendi adalah bagian tubuh manusia yang menghubungkan tulang-tulang. Bila tak ada sendi, tulang-tulang hanya akan mengambang di dalam otot tanpa ada yang menyatukannya.

Sama seperti bagian tubuh lainnya, sendi juga bisa mengalami gangguan. Salah satunya sendi geser atau yang lebih dikenal dengan dislokasi sendi dalam dunia medis.

[[artikel-terkait]]

Berbagai penyebab sendi geser dan faktor risikonya

Tak hanya sangat sakit jika digerakkan, sendi yang bergeser juga biasanya menunjukkan gejala lain. Mulai dari pembengkakan, permukaan kulit yang memar, serta perubahan pada bentuk sendi. 

Dislokasi bisa terjadi pada semua bagian tubuh yang memiliki sendi. Namun jenis sendi yang paling sering mengalami dislokasi adalah bahu.

Penyebab utama dari dislokasi sendi adalah benturan keras yang memicu ujung tulang terlepas dari sendi yang menjadi engselnya. Contohnya, ujung tulang lutut yang bergeser dan terlepas dari tempurungnya.

Berikut adalah sederet penyebab di balik sendi bergeser dan faktor risikonya:

1. Kecelakaan

Sendi geser paling sering terjadi karena terjatuh maupun kecelakaan lalu lintas dan kendaraan bermotor. Biasanya, hal ini bisa akibat kurangnya kesadaran pengendara akan ketertiban berlalu lintas.

Karena itu, ada baiknya Anda lebih berhati-hati lagi, terutama jika sedang berkendaraan di jalan raya. Gunakan perlengkapan pelindung yang sesuai agar risiko kecelakaan bisa diminimalisir, misalnya memakai helm saat naik motor atau mengenakan sabuk pengaman ketika mengendarai mobil.

2. Olahraga

Jenis olahraga tertentu yang memiliki banyak kontak fisik bisa memicu benturan dan cedera, termasuk sendi bergeser. Umumnya, kesalahan teknik dan kelalaian menjadi salah satu pemicunya.

Bermain basket, sepak bola, senam, balet, ataupun gulat merupakan beberapa jenis aktvitas fisik yang berisiko menyebabkan terjadinya sendi bergeser. Oleh sebab itu, Anda dihimbau untuk lebih berhati-hati.

3. Faktor usia

Semakin bertambah usia seseorang, risiko dislokasi sendi juga bisa ikut meningkat. Koordinasi gerakan dan keseimbangan umumnya akan menurun seiring penuaan. Inilah mengapa kalangan lansia (lanjut usia) bisa lebih rentan untuk terjatuh dan mengalami cedera termasuk patah tulang dan dislokasi sendi.

Tak hanya lansia, dislokasi sendi maupun cedera juga lebih rentan dialami oleh anak-anak. Pasalnya, mereka lebih mudah terjatuh ketika bermain atau beraktivitas fisik.

4. Faktor keturunan

Faktor keturunan pun bisa dikatakan menjadi salah satu hal yang menambah risiko sendi bergeser. Hal ini dikarenakan beberapa orang mungkin terlahir dengan kondisi ligamen yang lemah, sehingga sendi mereka lebih rentan mengalami pergeseran. Misalnya pada seseorang dengan sindrom marfan.

Pertolongan pertama untuk sendi geser

Dislokasi sendi tergolong dalam kondisi gawat darurat medis. Oleh sebab itu, penanganannya tidak boleh sembarangan dan harus dilakukan oleh tenaga profesional medis.

Namun sembari menunggu bantuan medis datang, beberapa langkah pertolongan pertama di bawah ini bisa Anda lakukan terlebih dulu:

  • Jangan menggerakkan sendi yang cedera. Bila perlu, balut bagian tersebut dengan perban elastis agar tidak bergerak. Tapi ingat agar balutan tidak terlalu kencang agar sirkulasi darah tidak terganggu.
  • Ingat! Jangan coba untuk memaksa kembali tulang untuk masuk ke cangkang sendi seperti semula. Jika bukan dilakukan oleh tenaga medis profesional, langkah ini dapat merusak otot-otot, ligamen, saraf, maupun pembuluh darah di sekitar sendi, yang malah semakin memperburuk cedera.
  • Mengompres bagian sendi yang cedera dengan es batu yang telah dibungkus kain atau handuk. Langkah ini dapat mengurangi nyeri dan pembengkakan. Hindari menempelkan es batu langsung ke bagian yang cedera karena dapat menyebabkan pembekuan darah dan mempertinggi risiko munculnya radang dingin atau frostbite.

Penanganan sendi geser dengan bantuan dokter

Setelah tiba di rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat, ada serangkaian penanganan medis yang bisa dilakukan oleh dokter. Beberapa di antaranya adalah:

  • Reposisi, yaitu tindakan medis untuk mengembalikan tulang kembali ke posisi semula. Dokter mungkin saja memberikan obat bius terlebih dulu agar Anda tidak merasa sakit ketika langkah ini dilakukan.
  • Imobilisasi. Setelah sendi kembali ke posisi semula, dokter akan memfiksasi sendi dengan memakaikan gips selama beberapa minggu. 
  • Operasi. Jika tulang tidak dapat dikembalikan ke posisi semula atau jika ada pembuluh darah, saraf, atau ligamen di sekitar area dislokasi yang mengalami kerusakan, dokter akan menganjurkan langkah operasi.
  • Rehabilitasi. Langkah ini bertujuan adalah memulihkan jangkauan gerak dan kekuatan sendi yang cedera secara bertahap dan harus dijalani di bawah bimbingan seorang fisioterapis. Rehabilitasi umumnya dianjurkan setelah dokter melepas gips, penyangga sendi, atau pascaoperasi.

Dokter juga bisa memberikan obat-obatan pereda nyeri atau relaksan otot apabila Anda terus merasakan nyeri pada lokasi sendi geser.

Setelah sembuh dari dislokasi sendi, Anda diharap bisa lebih berhati-hati dan waspada, terutama terhadap pemicu sendi geser yang bisa dihindari. Misalnya dengan lebih berhati-hati dan memakai helm saat berkendara, maupun mengenakan alat pelindung ketika berolahraga.

Healthline. https://www.healthline.com/health/dislocation
Diakses pada 1 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-dislocation/basics/art-20056693
Diakses pada 1 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dislocation/symptoms-causes/syc-20354113
Diakses pada 3 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed