Beda dengan Jerawat di Wajah, Ini Penyebab Jerawat di Pantat dan Cara Mengobatinya

Penyebab jerawat di pantat dan cara mengobatinya tidak sama dengan jerawat di wajah
Jerawat di pantat memang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri

Jerawat dapat muncul di bagian tubuh manapun, tak terkecuali pada pantat Anda. Ya, meski letaknya tidak terlihat seperti pada jerawat di wajah, jerawat di pantat tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan terasa nyeri saat duduk. 

Namun, penyebab jerawat di pantat dan cara mengobatinya tidak sama dengan jerawat di wajah. Lantas, apa penyebab jerawat di bokong dan bagaimana cara mengobati dan mencegahnya dengan efektif? 

Apa penyebab jerawat di pantat?

Jerawat tidak hanya muncul di wajah, tetapi bisa juga muncul di area tubuh lainnya, seperti bokong. Jerawat di pantat dapat terjadi akibat penyumbatan pori-pori kulit. 

Secara umum, penyumbatan pori-pori kulit dapat disebabkan oleh folikel rambut dan penumpukan sel-sel kulit mati oleh produksi minyak berlebih atau sebum. Jika hal tersebut terjadi, bakteri akan mudah berkembang dan memicu peradangan sehingga menyebabkan jerawat. 

Akan tetapi, jerawat di pantat tidak sama dengan jerawat di wajah. Walaupun peradangan merah yang menyebabkan benjolan pada kulit sering dikenal dengan jerawat, munculnya jerawat di pantat bisa juga disebabkan oleh faktor pemicu dan masalah kulit lainnya, seperti:

1. Iritasi folikel akibat gesekan

Salah satu penyebab jerawat di pantat adalah iritasi akibat gesekan pakaian yang Anda pakai dengan folikel rambut. Folikel adalah area tumbuhnya rambut, kelenjar minyak, dan kelenjar keringat. 

Ketika Anda menggunakan pakaian yang ketat, jerawat di bokong akan lebih mudah terjadi. Kondisi ini lebih mungkin terjadi saat Anda mengenakan pakaian ketat (misalnya, celana olahraga atau celana yoga) atau berbahan denim dan spandek. 

Selain itu, apabila Anda mudah berkeringat dan menggunakan pakaian dalam yang tidak dapat menyerap keringat, seperti nylon atau polyester, maka dapat menyebabkan area bokong Anda menjadi lembap. Akibatnya, timbul iritasi pada folikel rambut. 

2. Folikulitis

Penyebab jerawat di bokong berikutnya bisa disebabkan oleh masalah kulit. Salah satunya adalah folikulitis. 

Folikulitis adalah jenis peradangan pada folikel rambut akibat infeksi bakteri, jamur, iritasi, dan penyumbatan folikel rambut.

Ketika folikel rambut mengalami iritasi atau peradangan, ia akan tampak menjadi benjolan kecil berwarna merah. Benjolan tersebut akan membentuk titik putih di bagian tengahnya sehingga terlihat seperti jerawat. Meski tidak selalu, benjolan ini kadang menimbulkan rasa gatal dan nyeri. 

Folikulitis juga bisa disebabkan oleh folikel rambut yang terinfeksi oleh bakteri Staph atau Pseudomonas

3. Keratosis pilaris

Jika jerawat di pantat tampak seperti bintil kasar dan kecil berwarna merah, bisa jadi ini merupakan tanda kondisi keratosis pilaris. Anda mungkin tidak akan menyadari hal tersebut jika tidak menyentuh area bokong menggunakan jari-jari tangan. 

Penyebab keratosis pilaris berasal dari penumpukan keratin di pori-pori. Keratin adalah protein yang membentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit. 

Walaupun keberadaannya cukup mengganggu kenyamanan Anda saat duduk, keratosis pilaris bukan masalah kulit yang membahayakan. 

4. Bisul

Jika Anda memiliki jerawat yang berukuran sangat besar dan terasa menyakitkan, bisa jadi itu adalah bisul. Bisul dapat terbentuk apabila folikel rambut menyebabkan infeksi lebih dalam. 

Kondisi ini bisa mengakibatkan munculnya benjolan berisi nanah di bawah kulit yang mirip dengan jerawat kistik. Adanya nanah pada bisul kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi dari bakteri Strep, bakteri Pseudomonas, atau infeksi jamur. 

Mengetahui penyebab jerawat di pantat dapat memudahkan Anda untuk menentukan cara mengobati jerawat di bokong. Anda mungkin membutuhkan pemeriksaan dengan dokter spesialis kulit guna mendapatkan diagnosis yang tepat, apakah benjolan yang muncul di bokong merupakan jerawat biasa, folikulitis, atau mungkin bisul. 

Bagaimana cara mengobati jerawat di pantat?

Munculnya jerawat di bokong memang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Beberapa cara mengobati jerawat di pantat yang bisa Anda lakukan, yaitu: 

1. Mengoleskan krim obat

Apabila Anda memiliki jerawat di pantat, cobalah untuk mengoleskan krim eksfoliasi atau salep jerawat yang mengandung asam salisilat, asam glikolat, atau asam laktat. 

Ketiga kandungan tersebut efektif untuk mengelupas kulit sehingga mempercepat regenerasi kulit seraya menjaga kulit tetap halus dan lembap. Jenis krim ini cocok untuk mengobati jerawat yang disebabkan oleh keratosis pilaris. 

Anda dapat memperoleh krim obat asam salisilat, asam glikolat, atau asam laktat di apotek. Krim obat resep dokter mungkin dibutuhkan jika Anda mengalami jerawat di bokong yang parah. Biasanya dokter akan memberikan krim obat yang mengandung tretinoin. 

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan obat atau salep jerawat yang mengandung benzoil peroksida. 

Salep jerawat yang mengandung benzoil peroksida dapat membantu mengurangi peradangan dengan membunuh sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Tak hanya jerawat biasa, Anda bisa menggunakannya untuk jerawat yang disebabkan oleh folikulitis. 

Anda dapat menemukan kandungan benzoil peroksida dalam bentuk krim, sabun, gel, atau produk pembersih yang dijual di apotek atau toko yang menjual produk kesehatan. 

2. Memakai pelembap

Cara mengobati jerawat di bokong lainnya adalah dengan memakai pelembap. Namun, tidak sembarang jenis pelembap bisa Anda gunakan, lho. Salah dalam memilih pelembap bisa-bisa akan menambah jerawat atau memperparah kondisi jerawat di bokong Anda. 

Jadi, cobalah untuk memilih pelembap yang tidak mengandung minyak. Anda bisa menggunakan pelembap dengan kandungan asam laktat karena dapat mencegah jerawat di bokong yang disebabkan oleh folikulitis. 

Cara kerja pelembap yang mengandung asam laktat pada dasarnya sama seperti pada krim obat, yakni meregenerasi kulit sekaligus menjaga kulit tetap mulus dan lembap. 

3. Menggunakan kompres hangat

Cara mengobati jerawat di pantat yang bisa Anda lakukan berikutnya adalah menggunakan kompres hangat. 

Kompres hangat berfungsi untuk membuka folikel rambut dan menghilangkan nanah dan bakteri penyebab jerawat tanpa menimbulkan luka. Selain itu, kompres hangat dapat membantu menenangkan kulit yang sensitif, meradang, atau iritasi. 

Akan tetapi, pastikan Anda membersihkan area bokong dengan baik dan benar setelah menerapkan kompres hangat, ya. 

4. Menggunakan bahan-bahan alami

Anda juga bisa menggunakan bahan-bahan alami sebagai cara mengobati jerawat di bokong. Namun, sebelum menerapkan alternatif pengobatan alami ini, alangkah baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit. 

Berikut berbagai bahan alami yang diyakini dapat mengobati jerawat di bokong:

  • Tea tree oil

Tea tree oil merupakan salah satu bahan alami yang seringkali digunakan untuk mengobati masalah kulit. Sebuah hasil studi menyebutkan bahwa tea tree oil mengandung zat antibakteri yang dapat membuat kulit menjadi bersih dan membunuh bakteri penyebab folikulitis. 

  • Kunyit

Tak hanya digunakan sebagai bahan makanan, kunyit ternyata bermanfaat sebagai salah satu cara mengobati jerawat di pantat yang disebabkan oleh folikulitis. 

Kunyit mengandung kurkumin yang dipercaya dapat membantu melawan salah satu bakteri penyebab jerawat, yaitu Staphylococcus aureus

  • Cuka apel

Asam asetat yang terkandung pada cuka apel merupakan senyawa antibakteri alami yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan kulit. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Public Library of Science dikatakan bahwa asam asetat dapat mengurangi pertumbuhan bakteri pada luka bakar. 

Oleh karena itu, menambahkan cuka apel saat Anda berendam di bak mandi diyakini dapat menjadi cara mengobati jerawat di pantat yang disebabkan oleh folikulitis. 

Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat keefektifan cuka apel sebagai cara mengobati jerawat di bokong secara alami. 

Cara mencegah munculnya jerawat di bokong

Kabar baiknya, jerawat di bokong dapat dicegah. Anda dapat mencegah munculnya jerawat di bokong dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Membersihkan area bokong dengan baik dan benar saat mandi 
  • Hindari menggunakan pakaian dalam yang ketat karena dapat menimbulkan gesekan lebih besar serta kemungkinan kulit area bokong tidak bisa bernapas. Sebaiknya, gunakan pakaian dalam yang memungkinkan kulit untuk bernapas, seperti berbahan linen atau katun
  • Langsung mandi setelah berkeringat. Jika Anda merasa berkeringat, terutama setelah berolahraga, segera bersihkan tubuh dengan mandi. Keringat yang menumpuk pada kulit dan tidak segera dibersihkan dapat mengiritasi folikel rambut sehingga menyebabkan munculnya jerawat
  • Jangan menggunakan pakaian olahraga yang sama tanpa mencucinya terlebih dahulu

Catatan dari SehatQ

Jika Anda mengalami jerawat di bokong yang cukup parah, seperti warnanya sangat merah, membengkak, terasa menyakitkan, bahkan pengobatan rumahan tidak kunjung berhasil mengobatinya, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit guna mendapatkan pengobatan jerawat di pantat yang tepat. 

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/what-causes-pimples-on-the-butt-15508

Diakses pada 29 April 2020

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/butt-acne-treatments-15666

Diakses pada 29 April 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/acne/buttocks-breakouts.aspx

Diakses pada 29 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322862

Diakses pada 29 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5435909/

Diakses pada 29 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4566994/

Diakses pada 29 April 2020

Artikel Terkait