logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Lansia

Anemia pada Lansia, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

open-summary

Anemia pada lansia penyebabnya beragam, mulai dari kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12 dan folat, hingga penyakit kronis seperti gagal ginjal dan sindrom mielodisplasia.


close-summary

4.5

(10)

9 Jul 2019

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Anemia pada lansia salah satunya disebabkan oleh kerangnya vitamin B12 dan folat.

Anemia pada lansia bisa menimbulkan bahaya jika tidak segera ditangani

Table of Content

  • Penyebab anemia pada lansia
  • Gejala anemia pada lansia
  • Cara mengatasi anemia pada lansia
  • Komplikasi anemia pada lansia jika tidak segera diobati

Pada lansia, anemia merupakan gangguan yang cukup sering terjadi. Penyebab anemia pada lansia sangatlah beragam, mulai dari kurangnya kadar vitamin B12 dan folat di tubuh, hingga penyakit kronis seperti gangguan ginjal.

Advertisement

Meski sering terjadi, anemia pada lansia tetap bukanlah kondisi yang normal. Kondisi ini merupakan suatu gangguan kesehatan yang harus mendapatkan penanganan yang tepat.

Hanya saja, tanda-tanda kurang darah pada lansia sering disalahartikan sebagai gejala dari penyakit kronis lainnya. Sehingga, perlu pemeriksaan yang menyeluruh, agar penanganan anemia bisa dilakukan secara tepat, sesuai penyebab awalnya.

Penyebab anemia pada lansia

anemia pada lansia
Gagal ginjal adalah salah satu penyebab anemia pada lansia

Kurangnya sel darah merah pada lansia, bisa disebabkan oleh berbagai hal. Perbedaan penyebab ini, juga akan memengaruhi cara mengatasi anemia yang dialami.

Karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab anemia pada lansia berikut ini.

1. Kekurangan zat besi

Saat kekurangan zat besi, lansia bisa mengalami anemia defisiensi besi. Sehingga, menjalani pemeriksaan kadar zat besi secara rutin, merupakan langkah penting, untuk mencegah kondisi ini bertambah parah.

Selain sebagai penyebab kurang darah, kekurangan zat besi juga bisa berkaitan dengan kelainan pada saluran pencernaan. Pada kasus tertentu, kelainan tersebut bahkan bisa menjadi tanda adanya suatu keganasan.

2. Kekurangan vitamin B12 dan folat

Kekurangan vitamin B12 dan folat, bisa menyebabkan terjadinya anemia defisiensi vitamin B12 dan folat. Pada lansia, kondisi ini sebenarnya tidak terlalu sering terjadi. Sebab, saat ini masyarakat pun dengan mudah bisa mendapatkan suplemen tambahan untuk memenuhi kebutuhan vitamin harian.

Kurangnya kadar asam folat pada lansia, bisa berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebihan dan kondisi malnutrisi. Sementara itu, kekurangan vitamin B12, bisa disebabkan oleh gastritis atrofi atau penyakit lambung kronis.

Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat, bisa dicegah selama lansia mengonsumsi cukup makanan penambah darah. Selain itu, pemeriksaan rutin oleh dokter juga diperlukan untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini.

3. Penyakit ginjal kronis

Gagal ginjal kronis adalah penyebab kurang darah yang cukup sering dialami lansia. Seiring bertambahnya usia, fungsi ginjal pun semakin lama akan semakin menurun. Menurunnya fungsi ginjal tersebut bisa memengaruhi aliran darah dari dan menuju ginjal.

4. Sindrom mielodisplasia

Sindrom mielodisplasia adalah kumpulan penyakit yang disebabkan oleh sel darah yang tidak terbentuk dengan sempurna atau sel darah yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Kondisi ini dapat terjadi akibat adanya kelainan pada sum-sum tulang.

Karena adanya kerusakan tersebut, maka produksi sel darah merah pun bisa berkurang, sehingga terjadi anemia. Penderita kondisi ini, umumnya berusia di atas 65 tahun.

5. Penyakit lainnya

Anemia penyakit kronis, terjadi akibat berkurangnya produksi sel darah merah sebagai akibat adanya penyakit autoimun atau penyakit kronis lainnya. Kondisi kronis yang bisa menyebabkan kondisi ini, diantaranya:

  • Kanker
  • Reumathoid arthritis
  • Gagal jantung
  • Obesitas
  • Penyakit-penyakit infeksi

Baca Juga

  • ISK pada Lansia Berpotensi Mengancam Nyawa, Ini Gejala dan Cara Mengatasinya
  • Mengenal Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi
  • Apakah Ibu Hamil Harus Minum Tablet Penambah Darah?

Gejala anemia pada lansia

anemia pada lansia
Anemia pada lansia ditandai oleh sejumlah gejala, salah satunya sakit kepala

Sel darah merah berfungsi untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga, orang yang kekurangan sel darah merah, akan menunjukkan tanda-tanda seperti kekurangan oksigen.

Meski penyebabnya bisa berbeda, namun secara umum, tanda-tanda kurang darah di bawah ini dapat muncul.

  • Kelelahan
  • Badan menjadi lemas
  • Sesak napas
  • Jantung berdetak sangat cepat
  • Sakit kepala
  • Wajah menjadi pucat
  • Tekanan darah rendah

Tanda-tanda kurang darah tersebut tidak selalu muncul, terutama pada lansia yang mengalami anemia ringan. Pada lansia dengan anemia ringan, kadar sel darah merah di tubuhnya tidak begitu jauh di bawah batas normal.

Cara mengatasi anemia pada lansia

anemia pada lansia
Anemia pada lansia dapat diatasi dengan memberikan suplemen zat besi

Untuk mengatasi anemia pada lansia, ada dua langkah umum yang bisa dilakukan, yaitu berupa pemberian suplemen, dan penyesuaian pola makan.

1. Pemberian suplemen

Lansia yang menderita anemia defisiensi besi, dapat mengonsumsi suplemen zat besi selama enam bulan atau lebih. Konsumsi jus jeruk atau suplemen vitamin C juga dipercaya dapat membantu tubuh lebih banyak menyerap zat besi.

Sementara itu, suplemen lain seperti suplemen kalsium, serta jenis obat antibiotik tertentu, bisa menghambat penyerapan zat besi. Oleh karena itu, konsumsinya mesti dibatasi.

Apabila lansia menderita anemia defisiensi vitamin B-12 dan folat, maka dokter dapat memberikan perawatan berupa suntikan suplemen. Suplemen juga dapat diberikan dalam bentuk obat minum.

2. Penyesuaian pola makan

Lansia yang mengalami anemia defisiensi vitamin B12 dan folat, serta anemia defisiensi besi, dapat menjalani penyesuaian pola makan dengan mengonsumsi berbagai makanan penambah darah lansia yang mengandung nutrisi terkait, yaitu:

  • Zat besi. Makanan yang kaya akan kandungan zat besi di antaranya daging sapi dan daging-dagingan lainnya, kacang, sayuran hijau, serta buah kering.
  • Folat. Folat bisa didapatkan dari buah dan jus buah, sayuran hijau, kacang polong, roti, sereal, dan pasta.
  • Vitamin B12. Makanan yang kaya akan kandungan vitamin B12 di antaranya daging, produk susu, dan olahan kacang kedelai.
  • Vitamin C. Vitamin C bisa ditemukan pada buah-buahan yang asam, paprika, brokoli, tomat, melon dan stroberi.

Jika konsumsi makanan dirasa belum cukup memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian, maka lansia dapat mengonsumsi suplemen multivitamin atau penambah darah. Namun, sebelum mengonsumsi suplemen, berkonsultasilah terlebih dulu ke dokter, untuk memastikan kemanannya.

Komplikasi anemia pada lansia jika tidak segera diobati

anemia pada lansia
Anemia pada lansia harus segera ditangani sebelum menyebabkan komplikasi

Anemia pada lansia tentu perlu diwaspadai. Pasalnya, lansia dengan anemia ringan saja sudah mulai berisiko mengalami penurunan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Kondisi anemia dikatakan ringan, apabila kadar hemoglobin di tubuh masih dalam rentang normal, tapi sudah berada di batas bawahnya. Rentang normal kadar hemoglobin adalah 14-17 mg/dL untuk pria, dan 12-15 mg/dL untuk wanita.

Salah satu contoh bahaya anemia yang bisa timbul adalah peningkatan risiko kematian, bagi lansia yang memiliki riwayat gagal jantung, dan memiliki kadar hemoglobin yang rendah. Selain gagal jantung, lansia yang memiliki riwayat kanker dan HIV juga berisiko lebih tinggi mengalami kematian, akibat kondisinya.

Tidak hanya itu, berberapa kondisi ini juga bisa muncul pada lansia, sebagai akibat kurang darah yang perlu diwaspadai.

  • Lebih rentan terhadap penyakit.
  • Kemampuan fisik menjadi berkurang.
  • Menurunnya fungsi kognitif seperti daya ingat, kemampuan berbicara, serta pemahaman akan kondisi sekitar.
  • Berisiko lebih tinggi mengalami demensia.
  • Menjadi sulit bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Lebih berisiko jatuh.
  • Kepadatan tulang dan otot menjadi berkurang.
  • Peningkatan risiko depresi.

Untuk berkonsultasi lebih lanjut mengenai anemia pada lansia dan bagaimana cara mengatasinya, Anda bisa chat dokter langsung di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play

Advertisement

gangguan lansiaanemiaanemia defisiensi vitamin b12 dan folatzat besilansiakesehatan lansia

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved