Ini Penyebab Bisul pada Bayi dan Cara Mengobatinya yang Efektif


Penyebab bisul pada bayi sebenarnya tidak berbeda dari orang dewasa. Kondisi ini sama-sama disebabkan oleh infeksi bakteri dan bisa diobati dengan cara alami maupun menggunakan obat.

(0)
18 Sep 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab bisul pada bayi adalah infeksi bakteri staphiloccusPenyebab bisul pada bayi adalah bakteri staphiloccus yang masuk melalui kulit yang terbuka
Kondisi kulit bayi yang masih sensitif dan sistem pertahanan tubuhnya yang belum terbentuk sempurna, membuatnya mudah terkena infeksi bakteri di kulit. Infeksi tersebut bisa menyebabkan munculnya bisul pada bayi.Bisul (abses) bayi bisa menimbulkan rasa sakit, sehingga membuat bayi menjadi rewel. Meski begitu, benjolan ini sebenarnya bukan kondisi yang berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu.

Penyebab bisul pada bayi

Bisul pada bayi disebabkan oleh infeksi bakteri staphylococcus di area folikel rambut. Folikel rambut terletak di bawah kulit dan pada semua bagian tubuh yang berambut.Dikutip dari Children's National, ada tiga jenis infeksi yang bisa terjadi pada folikel rambut yakni Folikulitis, Furuncle dan bisul. Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut yang selanjutnya menyebabkan kondisi furuncle atau infeksi folikel rambut yang telah masuk ke lapisan kulit dalam dan membuat kantung nanah (abses) terbentuk.Kantung nanah (abses) ini dikenal dengan bisul, yakni sekelompok folikel rambut yang terinfeksi dengan nanah di mana karbunkel lebih besar dari furunkel. Saat kulit tidak sengaja terbuka akibat luka, gesekan, atau gigitan serangga, bakteri bisa masuk dan menginfeksi tubuh. Saat infeksi ini terjadi, tubuh akan merespons dengan mengirim sel darah putih, untuk melawan bakteri tersebut.Campuran antara bakteri yang mati, sel-sel kulit dan sel darah putih itu kemudian akan menumpuk dan terbentuklah nanah. Karena hampir semua bagian tubuh kita memiliki rambut, maka bisul bisa terjadi di berbagai area. Namun, yang paling sering mengalami bisul adalah area yang terjadi banyak gesekan dan sering berkeringat, seperti leher, wajah, paha, ketiak bokong hingga bisul di kepala bayi.Selain itu, ada beberapa kondisi yang membuat bayi lebih rentan terkena bisul, di antaranya:
  • Kebersihan bayi yang kurang terjaga
  • Sistem imun yang rendah
  • Kekurangan nutrisi
  • Anemia atau kekurangan zat besi
  • Iritasi kulit akibat penggunaan sabun berbahan keras atau krim tertentu
  • Cuaca yang terlalu panas dan lembap

Bisul pada bayi bisa menular

Bisul adalah infeksi yang dapat menular melalui sentuhan langsung, maupun pakaian, handuk, atau barang-barang lain yang digunakan secara bersamaan. Untuk mencegah penularan, pastikan Anda mencuci tangan setiap selesai bermain dengan bayi.Selain itu, gunakan handuk yang berbeda, khusus untuk bayi. Cuci bersih pakaian, seprai, dan handuk secara rutin menggunakan mesin cuci atau air hangat, apabila Anda mencucinya dengan tangan.Anda juga perlu mengganti kain kasa atau kapas yang digunakan untuk menutupi bisul pada bayi secara berkala, dan segera membuangnya ke tempat sampah yang tertutup. Saat bisul pada bayi mulai pecah, pastikan nanah yang keluar tidak menyentuh atau menyebar ke bagian tubuh bayi yang lain.

Cara mengobati bisul pada bayi

Meski bisul bisa sembuh dengan sendirinya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat penyembuhannya seperti memberikan obat bisul bayi dan cara lainnya berikut:

1. Mengompres dengan air hangat

Mengompres bisul bayi dengan handuk dan air hangat, dapat membantu bisul terbuka, sehingga nanah eluar dan bisul pun sembuh. Kompres bisul selama beberapa kali sehari, dan selalu cuci tangan Anda sebelum maupun sesudah mengompresnya.

2. Rutin membersihkan area tubuh yang mengalami bisul

Menjaga kebersihan merupakan langkah penting untuk menyembuhkan bisul bayi. Pasalnya, bakteri penyebabnya dapat dengan mudah menyebar ke area tubuh yang lainnya.Saat bisul pecah, Anda harus langsung membersihkannya dengan kapas yang sudah dicelupkan ke antiseptik. Setelah itu, keringkan area bisul dan tutup dengan kain kasa atau plester luka, agar anak tidak menyentuh area bisul atau menggaruknya.Segera cuci pakaian, handuk, sprei hingga selimut yang bersentuhan dengan nanah atau darah bisul bayi agar bakteri tidak menyebar. Pastikan juga Anda mencuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan bisul bayi.

3. Antibiotik

Jika bisul yang dialami bayi cukup banyak dan berjumlah parah, dokter dapat meresepkan obat antibiotik baik obat topikal seperti salep bisul untuk bayi maupun obat oral yang aman untuk diminum.

4. Drainase

Apabila pengobatan lain tidak juga berhasil menghilangkan bisul pada bayi, maka dokter dapat mengelurkan nanah dengan cara drainase.Saat melakukan drainase, dokter akan membuat sedikit sayatan pada bisul, agar nanah di dalamnya dapat keluar.

5. Jaga kebersihan tubuh bayi

Pastikan bayi mandi dengan teratur dan menggunakan pakaian yang bersih setiap hari. Ajarkan juga bayi untuk biasa mencuci tangan dengan sabun agar tidak ada penyebaran bakteri ke bagian tubuh lainnya. 

Periksakan bisul pada bayi ke dokter

Bisul umumnya akan pecah dengan sendirinya. Namun, jika bisul tidak juga pecah, maka Anda tidak disarankan untuk memecahkannya sendiri. Pasalnya, hal tersebut akan membuat bayi kesakitan.Segera hubungi dokter apabila bisul pada si Kecil tidak kunjung sembuh, meski sudah diobati di rumah. Perawatan dokter juga diperlukan, apabila bisul muncul disertai dengan demam. Sebab, demam dapat menjadi pertanda adanya infeksi di aliran darahnya.Jika bisul terus muncul, meski sudah sempat hilang, hal tersebut bisa menandakan adanya gangguan tertentu pada kulit bayi. Sehingga, Anda perlu memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Cegah bisul pada bayi dengan cara ini

Bisul bayi bisa membuat Si Kecil merasa tidak nyaman dan rewel. Berikut ini cara mencegah bisul pada bayi yang bisa Anda lakukan.
  • Pastikan bayi terjaga kebersihannya.
  • Jika ada luka di kulit bayi, tutupi luka dengan kasa steril.
  • Jangan biarkan kuku bayi tumbuh panjang.
  • Jika sedang ada orang lain yang mengalami infeksi serupa, jauhkan bayi untuk sementara waktu.
Selamat mencoba berbagai cara di atas, untuk mengatasi bisul pada anak Anda. Semoga Si Kecil lekas sembuh!

Catatan dari SehatQ

Bisul bayi merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri staphilococcus. Bisul dapat menular ke orang lain maupun ke area tubuh yang lain. Untuk mengatasinya Anda dapat mengompresnya dengan air hangat, menjaga kebersihannya, memberikan antibiotik, hingga menjalani prosedur drainase oleh dokter.
mengatasi bayi rewelmerawat bayibisul
Childrens’s National Health System. https://childrensnational.org/visit/Conditions-and-Treatments/Skin-Disorders/Folliculitis-Boils-and-Carbuncles
Diakses pada 18 September 2019
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/abscess
Diakses pada 18 September 2019
Baby Center. https://www.babycenter.in/a1050383/pus-boils-in-babies-and-toddlers
Diakses pada 18 September 2019
Kids Health. https://www.kidshealth.org.nz/how-treat-when-seek-help-boils
Diakses pada 18 September 2019
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/boils-on-babies-causes-signs-and-treatment/#Causes_of_Boils_in_Babies
Diakses pada 18 September 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait