Ini Penyebab Benjolan di Anus serta Cara Mengatasinya

Benjolan di anus bisa disebabkan oleh infeksi, peradangan, hingga kanker
Benjolan di anus bisa disebabkan karena ambeien, kutil, hingga kanker

Ada rasa mengganjal saat duduk? Atau justru area sekitar bokong terasa nyeri? Coba periksa area anus Anda saat mandi atau buang air. Jika terlihat ada benjolan di anus, maka mungkin itu penyebabnya.

Benjolan di anus sendiri bisa disebabkan oleh bermacam-macam kondisi, mulai dari yang ringan hingga parah. Sehingga, perawatannya pun dapat berbeda, tergantung dari penyebab awalnya.

Mengenal penyebab benjolan di anus

Anus terdiri dari kulit dan jaringan yang terdiri dari kelenjar, pembuluh darah, otot, dan ujung saraf yang sensitif. Saat area tersebut mengalami iritsai, infeksi, atau penyumbatan, benjolan di anus bisa terbentuk.
Berikut ini beberapa penyebab benjolan di anus yang perlu Anda kenali.

1. Ambeien

Benjolan di anus merupakan salah satu gejala ambeien yang mudah dikenali. Ambeien terbagi menjadi dua jenis, berdasarkan lokasinya. Benjolan di anus, merupakan gejala dari ambeien eksternal.

Benjolan yang muncul akibat ambeien biasanya juga disertai dengan rasa sakit, gatal, dan perdarahan.

2. Kutil anus

Secara medis, kutil di area anus disebut sebagai kondiloma akuminata. Benjolan di anus ini disebabkan oleh infeksi virus HPV. Virus ini dapat menyebar melalui hubungan seksual, maupun melalui paparan cairan tubuh orang yang terinfeksi.

Benjolan di anus akibat virus HPV memiliki tekstur lembek dan sewarna dengan kulit. Selain itu, munculnya kondisi ini juga disertai dengan rasa gatal, produksi lendir, dan perdarahan. Ukurannya pun bisa beragam, mulai dari kecil hingga menutupi seluruh anus.

3. Perianal hematoma

Apabila benjolan di anus yang Anda alami berwarna gelap, maka perianal hematoma bisa jadi penyebabnya. Benjolan yang muncul akibat kondisi ini, terjadi karena pecahnya pembuluh darah di area anus, sehingga darah menumpuk di jaringan sekitarnya.

4. Abses anus

Abses anus merupakan infeksi akibat bakteri yang menyerang kelenjar-kelenjar kecil di anus.
Benjolan di anus akibat abses, terlihat seperti bisul, yang terasa sangat nyeri dan disertai dengan pembengkakan di area sekitarnya. Selain itu, benjolan ini umumnya berwarna merah dan hangat apabila disentuh.

5. Molluscum contagiosum

Benjolan di anus juga dapat muncul akibat infeksi virus molluscum contagiosum. Virus ini dapat menyebar ke anus melalui hubungan seksual, menyentuh anus setelah memegang luka di area lain di tubuh, maupun melalui handuk yang digunakan bersama penderita.

Ciri benjolan di anus yang disebabkan oleh kondisi ini antara lain:

  • Berukuran kecil, kurang lebih seperti penghapus di ujung pensil
  • Berwarna merah muda atau putih, dan memiliki cekungan di tengahnya
  • Terkadang menimbulkan rasa gatal dan pembengkakan

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Namun, dibutuhkan waktu lama untuk menghilangkannya, yaitu mulai dari 6 bulan hingga 5 tahun.

6. Perianal hidradenitis supurativa

Kondisi ini disebabkan oleh peradangan yang menyerang kelenjar rambut dan keringat di anus. Benjolan ini berada di bawah kulit, dan di dalamnya terdapat nanah yang dapat berbau saat keluar.

7. Kanker anus

Pada kondisi yang paling parah, benjolan di anus juga bisa menandakan adanya kanker anus. Gejala kanker anus memang mirip seperti gejala penyakit lain yang biasa menyerang anus, seperti ambeien.

Selain benjolan, gejala kanker anus yang dapat timbul di antaranya adalah perdarahan, gatal dan nyeri di sekitar anus, dan lendir atau nanah yang keluar dari anus. Beberapa orang juga merasakan kesulitan untuk mengontrol rasa ingin buang air besar maupun kecil.

Cara menghilangkan benjolan di anus

Cara menghilangkan benjolan di anus bisa berbeda-beda, tergantung penyebabnya, seperti di bawah ini.

• Ambeien

Ada berbagai cara untuk mengatasi ambeien, mulai dari obat pereda nyeri, kompres dingin, krim, hingga pemotongan jaringan atau operasi kecil. Dokter akan memberikan perawatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

• Kutil anus

Virus penyebab kutil di anus, bisa menetap di tubuh dalam keadaan “tertidur” setelah perawatan dilakukan. Sehingga, kondisi ini bisa saja kambuh suatu hari. Benjolan di anus yang timbul akibat kondisi ini, dapat diatasi dengan beberapa cara, seperti cryosurgery atau perawatan menggunakan nitrogen cair, maupun operasi.

• Perianal hematoma

Perianal hematoma cukup mudah dihilangkan dan bahkan bisa sembuh dengan sendirinya. Anda juga bisa melakukan beberapa langkah untuk meminimalisir gejala seperti nyeri atau rasa tidak nyaman, seperti:

  • Mengompres dengan air dingin
  • Mengonsumsi paracetamol bila merasakan nyeri
  • Menggunakan bantal berbentuk donat saat duduk sebagai alas kursi, untuk mengurangi tekanan

• Abses anus

Perawatan paling efektif untuk abses anus adalah dengan drainase, yaitu proses pengeluaran cairan abses. Setelah cairan dikeluarkan, dokter dapat merepkan obat antinyeri. Pada beberapa kasus, obat antibiotik juga bisa diresepkan.

• Molluscum contagiosum

Benjolan pada anus yang disebabkan oleh kondisi ini dapat diatasi dengan pemberian krim yang mengandung imiquimod. Obat ini tidak secara langsung menghancurkan virus dan bekerja dengan cara menguatkan sistem imun, agar virus dapat dilawan oleh sistem kekebalan tubuh.

• Perianal hidradentis supurativa

Kondisi ini dapat diatasi dengan pemberian antibiotik untuk meredakan peradangan dan infeksi yang terjadi. Obat kortison juga mungkin akan diresepkan, untuk mengatasi pembengkakan dan iritasi.

• Kanker anus

Perawatan utama untuk kanker anus adalah melalui kemoradiasi dan operasi. Jika kanker sudah meluas dan sulit disembuhkan, kemoterapi dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala.

Catatan dari SehatQ

Benjolan di anus umumnya tidak disebabkan oleh kondisi yang berbahaya. Meski begitu, kondisi ini sebaiknya tetap diperiksakan ke dokter. Segera hubungi dokter apabila perdarahan serta nyeri yang menyertai kondisi ini tidak kunjung reda, semakin parah, atau bahkan muncul demam.

Healthline. https://www.healthline.com/health/hard-anus
Diakses pada 11 Oktober 2019

Net Doctor. https://www.netdoctor.co.uk/conditions/a27097473/perianal-haematoma-lump-anus/
Diakses pada 11 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/anal-abscess#1
Diakses pada 11 Oktober 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/anal-cancer/
Diakses pada 11 Oktober 2019

Drugs. https://www.drugs.com/health-guide/hemorrhoids.html
Diakses pada 11 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed