Mengapa Vaksin BCG Menimbulkan Bekas Luka atau Bisul?

Reaksi natural tubuh sebagai proses penyembuhan terhadap bekas luka vaksin BCG, bisa menimbulkan bisul.
Bisul dan bekas luka akibat vaksin BCG, muncul akibat reaksi alami dari tubuh, dalam proses penyembuhan.

Anak-anak di Indonesia direkomendasikan untuk mendapatkan sejumlah vaksin, sesuai usianya. Salah satunya adalah vaksin Bacillus Calmette-Guérin, atau BCG. Vaksin BCG ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari penyakit tuberkulosis (TB) berat dan radang otak akibat TB. Vaksin BCG diberikan pada usia sebelum 1 bulan, optimal pemberian pada usia 2 bulan.

Di luar manfaatnya, ada efek samping yang ditimbulkan vaksin BCG. Seperti halnya imunisasi cacar air, vaksin BCG meninggalkan bekas luka. Mengapa bekas luka ini bisa terjadi?

Vaksin BCG meninggalkan bekas luka, ini penyebabnya

Vaksin BCG mengandung bakteri yang dilemahkan. Bakteri ini bernama Mycobacterium bovis. Masuknya bakteri ini, bisa memicu respons sistem imun tubuh terhadap zat asing.

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menganjurkan titik penyuntikan di lengan kanan atas. Vaksin BCG, yang disuntikkan ke bawah kulit atau intradermal, kerap menimbulkan bisul atau luka bernanah. 

Awalnya, kulit di sekitar bekas suntikan akan kemerahan. Selanjutnya, muncul bisul berisi nanah. Bisul ini akan mengering dan menyisakan jaringan parut atau bekas luka, dengan diameter 2-6 mm, setelah 3 bulan. Besarnya jaringan parut, tergantung pada kekuatan sistem kekebalan tubuh dan penyembuhan setiap orang.

Bekas luka akibat vaksin, muncul akibat proses penyembuhan alami dari tubuh. Saat kulit terluka, begitu pula akibat suntikan, tubuh dengan segera memberikan respons untuk memperbaiki jaringan yang terluka. Proses inilah yang kemudian menimbulkan bekas luka.

Vaksin BCG bisa menimbulkan bekas luka, dengan tekstur menonjol dan bundar. Bekas ini berbeda dari hasil vaksin cacar air, yang meninggalkan bekas luka dengan tekstur menjorok ke dalam kulit. 

Bekas luka akibat vaksin BCG ini pun memiliki ukuran beragam. Ada yang hanya sebesar penghapus di ujung pensil, meski ada yang lebih besar. Terkadang, bekas luka ini pun terasa gatal, akibat reaksi alami dari perbaikan jaringan di sekitarnya.

Apakah bekas luka vaksin BCG bisa dihilangkan?

Bekas luka vaksin BCG mungkin tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Biasanya, luka bisa memakan waktu hingga 3 bulan untuk sembuh, dan meninggalkan bekas luka kecil. Ini adalah hal yang normal. Cara merawat luka pascaimunisasi BCG adalah:

  • Jaga agar luka tetap bersih dan kering. Anda dapat menutupnya dengan kain kasa yang meungkinkan udara dapat masuk
  • Jangan gunakan plester yang menempel di luka 
  • Jangan menekan, menggosok, memijat, atau menggaruk luka

Anda juga bisa mencoba tiga berikut ini, untuk memudarkan bekas luka tersebut pada kulit. 

  1. Mengoleskan tabir surya 

    Oleskan tabir surya dengan rutin pada bekas luka akibat vaksin BCG. Sebab, paparan sinar matahari bisa membuat bekas luka berwarna lebih gelap, dan mengakibatkan kulit menebal. 

  2. Mengoleskan pelembap

    Selain tabir surya, pelembap yang mengandung cocoa butter, lidah buaya, dan minyak alami (minyak kelapa), bisa membantu memudarkan bekas luka akibat vaksin. 

  3. Dermabrasi

    Berkonsultasilah dengan dokter dan tanyakanlah tentang pilihan dermabrasi. Tindakan medis ini bertujuan untuk menghilangkan lapisan luar kulit, untuk mempercepat penyembuhan. Namun, prosedur ini tidak menjamin hilangnya bekas luka. 

Apakah bisul atau bekas luka akibat vaksin BCG, bisa menimbulkan bahaya?

Bisul maupun bekas luka akibat vaksin BCG tidaklah berbahaya. Jika bisul hanya muncul di lokasi penyuntikan, Anda tidak perlu panik. Jika terjadi bengkak parah, demam tinggi, serta nanah berlebihan (yang bisa terjadi akibat jarum suntik tidak steril), maka segeralah berkonsultasi ke dokter.

Komplikasi tersebut bisa terjadi akibat penanganan tidak tepat, yang menimbulkan infeksi sekunder. Misalnya, akibat pengolesan bahan yang tidak steril pada bekas luka suntikan.  

Bisul akibat vaksin BCG, biasanya muncul 2-12 minggu setelah vaksin BCG dilakukan. Jika muncul kurang dari 1 minggu, kemungkinan besar bayi atau anak Anda telah terpapar kuman TB sebelumnya sehingga diperlukan pemeriksaan lanjutan. Reaksi ini disebut reaksi cepat BCG atau accelerated BCG reaction.

Munculnya bisul pascaimunisasi BCG bukanlah indikasi keberhasilan vaksinasi. Tanpa bisul, bukan berarti tidak terjadi kekebalan terhadap TBC bagi penerima vaksin BCG. Anggapan yang salah, banyak muncul seiring berkembangnya kabar maraknya vaksin palsu. 

Banyak yang mengatakan jika tidak terbentuk bisul atau jaringan parut pada anak, artinya vaksin yang digunakan palsu dan harus divaksinasi ulang. Itu anggapan yang keliru.

Healthed.
https://www.healthed.govt.nz/resource/bcg-vaccine-after-care-parents-%E2%80%93-english-version
Diakses pada 18 Juli 2019

IDAI.
http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
Diakses pada 18 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed