Cegah dan Pahami Gizi Buruk dengan Mengenal Status Gizi pada Anak

Gizi buruk pada anak dapat dikenali dari status gizi pada anak
Mengukur tinggi badan anak adalah salah satu indikator yang digunakan dari status gizi TB/U.

Gizi buruk dapat terjadi ketika anak tidak mendapat nutrisi penting dalam asupannya. Hal tersebut menyebabkan anak lebih rentan terkena penyakit, bahkan yang lebih parah, dapat berujung pada kematian.

Gizi buruk tentu akan berbahaya jika tidak dideteksi sedini mungkin. Anda dapat mendeteksi kemungkinan gizi buruk pada anak dengan melihat status gizinya. Sebab, status gizi dapat menjadi tolak ukur dalam menentukan apakah anak mengalami gizi buruk ataukah tidak.

[[artikel-terkait]]

Cara mempelajari status gizi pada anak

Status gizi adalah sebuah indikator, yang digunakan untuk mengukur ketidakseimbangan gizi. Ketidakseimbangan gizi dapat menyebabkan kekurangan gizi, atau bahkan kelebihan berat badan.

Setiap orang tua tentu mengharapkan status gizi yang normal pada anak. Status gizi normal dapat menunjukkan, bahwa anak Anda memiliki asupan gizi yang baik, dan cukup.

Jika asupan gizinya seimbang, maka anak akan terhindar dari berbagai penyakit. Anda harus memantau status gizi anak. Terlebih, bila anak sedang dalam masa tumbuh kembang. Status gizi dapat menjadi indikator kesehatan anak Anda. Terdapat beberapa indikator dalam menentukan status gizi pada anak.

3 Indikator status gizi pada anak

Ada tiga yang digunakan untuk memantau status gizi pada anak. Ketiganya adalah berat badan menurut umur, tinggi badan menurut umur, serta berat badan anak, berdasarkan tingginya.

1. Berat badan menurut umur

Berat badan menurut umur adalah indikator yang digunakan pada status gizi BB/U. Yang dimaksud dengan BB/U adalah berat badan anak, yang dicapai pada usia tertent. Indikator ini dapat memberikan indikasi masalah gizi secara umum, dan dapat menunjukkan kekurangan berat badan, kelebihan berat badan, maupun berat badan normal pada anak.

Indikator ini akan melihat kesesuaian berat badan anak sesuai dengan umurnya. Rendahnya berat badan anak dapat disebabkan oleh kurangnya gizi, maupun penyakit tertentu.

2. Tinggi badan menurut umur

Tinggi badan menurut umur adalah indikator yang digunakan dari status gizi TB/U. Seperti halnya BB/U. TB/U adalah tinggi badan anak yang dicapai pada usia tertentu. Indikator ini dapat menggambarkan masalah gizi yang kronis, akibat suatu keadaan yang berlangsung lama.

Tak hanya itu, TB/U dapat pula menunjukkan kesesuaian tinggi badan anak dengan umurnya, entah itu terlalu tinggi, normal atau pendek. Kurangnya tinggi badan anak, dapat disebabkan oleh asupan makanan yang tidak mencukupi, perilaku hidup kurang sehat, dan kemiskinan dalam waktu yang lama.

3. Berat badan menurut tinggi badan

Berat badan menurut tinggi badan adalah indikator yang digunakan dari status gizi BB/TB. Berbeda halnya dari BB/U maupun TB/U, BB/TB adalah berat badan anak dibandingkan dengan tingginya.

Indikator ini akan menunjukkan kesesuaian berat badan anak dengan tinggi badannya. Apakah anak kurus, normal ataukah gemuk? Anda bisa melihatnya indikator ini.

Indikator ini juga dapat memperlihatkan tanda masalah gizi yang bersifat akut, akibat dari kejadian yang berlangsung tidak lama. Misalnya kekurangan makan (kelaparan) atau wabah penyakit, yang menyebabkan anak menjadi kurus.

Indikator BB/TB dapat digunakan untuk mengidentifikasi kurus dan gemuk. Kondisi tubuh yang terlalu kurus maupun terlampau gemuk pada usia dini, dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit di usia dewasa nanti.

Cukupi kebutuhan nutrisi demi status gizi anak yang baik

Sebagai orang tua yang baik, tentu Anda harus memberikan asupan bergizi yang seimbang bagi anak. Mulailah jalani gaya hidup sehat, sehingga terhindar dari berbagai masalah gizi, yang dapat menimbulkan penyakit.

Jangan lupa untuk selalu memantau status gizi anak. Sebab, pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hal yang sangat penting. Jika hal tersebut mengalami masalah, tumbuh kembangnya bisa terganggu.

WHO. http://www.who.int/nutrition/nlis_interpretation_guide.pdf
Diakses pada 18 Mei 2019

Kementerian Kesehatan RI.  http://www.kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Buku-Saku-Nasional-PSG-2017_975.pdf
Diakses pada 18 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed