3 Pantangan Ibu Hamil demi Pertumbuhan Janin yang Sehat

Mengonsumsi alkohol saat hamil dapat meningkatkan risiko cacat bawaan
Alkohol dapat menganggu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.

Pertumbuhan janin terhambat (PJT) atau intrauterine growth restriction (IUGR) terjadi ketika janin berukuran lebih kecil daripada seharusnya. Untuk mencegah terjadinya kondisi ini, ada pantangan ibu hamil yang harus dipatuhi.

Janin yang mengalami PJT, dapat mengalami beberapa risiko berbahaya selama masa kehamilan, pada saat persalinan, bahkan setelah janin dilahirkan. Penyebab utama PJT secara garis besar dibagi menjadi empat faktor, yaitu faktor maternal (ibu), fetal (janin), genetik, dan plasenta.

[[artikel-terkait]]

Pantangan ibu hamil agar janin tumbuh dengan sehat

Dari sisi faktor maternal, ada beberapa hal yang bisa dijauhi, untuk mencegah pertumbuhan janin terhambat.

1. Rokok

Paparan terhadap rokok, baik secara aktif maupun pasif, memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan tubuh. Selama masa kehamilan, paparan terhadap rokok terbukti memiliki kaitan dengan PJT. Terlebih lagi, apabila ibu hamil merokok selama kehamilannya.

Semakin banyak paparan rokok pada saat kehamilan, maka semakin rendah berat janin pada saat di dalam kandungan dan kelahiran prematur. Hal ini akan berakibat lebih parah, apabila ibu hamil merokok pada trimester tiga kehamilan atau trimester akhir.

Menghentikan kebiasaan merokok selama kehamilan, terbukti meningkatkan berat badan janin pada saat kehamilan. Selain itu, berhenti merokok dapat mengurangi risiko penyait pada saat masa kehamilan dan angka kematian pada saat kehamilan atau melahirkan.

2. Alkohol

Hingga saat ini, belum ada jumlah konsumsi alkohol minimal yang terbukti aman pada saat masa kehamilan.

Dampak utama alkohol pada kehamilan adalah terjadinya fetal alcohol syndrome (FAS), yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi, baik dalam aspek fisik, mental, dan kecerdasan pada masa tumbuh kembang janin.

Selain FAS, alkohol juga terbukti menyebabkan beberapa gangguan pada saat kehamilan, seperti PJT, peningkatan risiko cacat bawaan seperti cerebral palsy, risiko lahir mati, dan terjadinya aborsi spontan.

3. Obat-obatan terlarang

Pada penelitian dengan menggunakan hewan percobaan, pemberian obat-obatan terlarang seperti amfetamin, terbukti memnimbulkan efek toksik pada hewan coba yang hamil, sekaligus menimbulkan malformasi atau cacat bawaan pada janin.

Hal ini juga dibuktikan pada ibu hamil yang mengalami ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang. Pada ibu hamil dengan kondisi tersebut, ditemukan efek yang tidak diinginkan pada saat kehamilan, termasuk berat badan janin rendah dan kelahiran prematur.

Obat-obatan golongan amfetamin menyebabkan penyumbatan pembuluh darah plasenta, dan meningkatkan risiko terjadinya PJT. Selain obat-obatan tersebut, kokain dan heroin juga menyebabkan PJT serta risiko lainnya.

Selain obat-obatan terlarang, penggunaan obat antikejang (fenitoin), obat pengencer darah (warfarin), dan obat-obatan yang mengandung steroid, telah terbukti menyebabkan PJT pada janin.

Oleh karena itu, sebaiknya anda selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan tersebut, karena dokter bisa menggantinya dengan obat yang memiliki manfaat serupa, untuk digunakan selama kehamilan.

Reeves S, Bernstein I. Effects of maternal tobacco-smoke exposure on fetal growth and neonatal size. Expert Rev Obstet Gynecol. 2008;3(6):719–730. doi:10.1586/17474108.3.6.719

Quanhe Yang,et.al. A Case-Control Study of Maternal Alcohol Consumption and Intrauterine Growth Retardation. Annals of Epidemiology. 2001:11(7):497-503. doi: https://doi.org/10.1016/S1047-2797(01)00240-X.

Drugs.com. https://www.drugs.com/pregnancy/amphetamine.html
Diakses pada 10 Mei 2019

Mental Help. https://www.mentalhelp.net/aware/pregnancy-addiction/
Diakses pada 10 Mei 2019

Robert C. Vandenbosche, M.D., and Jeffrey T. Kirchner, D.O. Intrauterine Growth Retardation. American Family Physician. 1998 Oct 15;58(6):1384-1390.

Artikel Terkait

Banner Telemed