Ini Olahraga yang Aman untuk Penderita Kelainan Tulang Belakang Skoliosis

Penderita kelainan tulang belakang skoliosis harus tahu batasan dan jenis olahraga yang boleh dilakukan
Yoga termasuk salah satu jenis olahraga yang bagus untuk pengidap kelainan tulang belakang skoliosis

Di dunia atletik, nama Usain Bolt dikenal sebagai manusia tercepat di dunia. Namun tahukah Anda bahwa pelari cepat asal Jamaika ini juga menderita kelainan tulang belakang bernama skoliosis?

Ya, Bolt termasuk salah satu kasus langka ketika penderita skoliosis mampu berkompetisi di level profesional. Dalam autobiografinya, Bolt pun mengakui bahwa dirinya menderita skoliosis dengan kaki kanannya lebih pendek dari kaki kiri. 

Skoliosis adalah penyakit yang mengakibatkan tulang belakang penderitanya bengkok, sehingga membentuk hurup C atau S. Lengkungan tulang punggung penderita pun harus mencapai 10 derajat atau lebih.

Selain tulang belakang yang tidak lurus, Anda juga bisa mengenali skoliosis dari kondisi bahu yang terlihat miring. Demikian pula dengan panggul yang tampak tinggi sebelah.

Normalnya, skoliosis akan membuat seseorang tidak mampu memaksimalkan kemampuan fisiknya. Namun Bolt termasuk pengecualian sekaligus pembuktian bahwa penderita skoliosis juga bisa berolahraga seperti orang awam.

7 Latihan yang aman untuk penderita skoliosis

Skoliosis dicap sebagai salah satu penyakit yang menghalangi kegiatan olahraga seseorang karena menimbulkan rasa nyeri di tulang belakang penderitanya. Untuk mengurangi nyeri ini, penderita bisa melakukan berbagai latihan ringan.

Tidak semua latihan wajib dilakukan. Anda harus mengetahui posisi kelainan tulang belakang yang Anda derita dulu sebelum memilih jenis senam yang cocok.

Sebagai contoh, untuk tulang yang bengkok di area dada (thoracic), latihan yang cocok ialah peregangan pundak. Sedangkan jika tulang bengkok berada di bagian bawah (lumbar), Anda bisa lebih fokus melatih punggung bagian bawah.

Berikut beberapa latihan yang bisa dilakukan oleh pengidap skoliosis:

1. Berenang

Olahraga ringan ini yang boleh dilakukan kapan saja. Berenang juga dapat meningkatkan kekuatan inti tubuh karena menuntut pergerakan otot secara keseluruhan dalam waktu yang bersamaan.

2. Mengangkat panggul 

Mungkin Anda lebih mengenal tipe senam ini dengan istilah pelvic tilt. Latihan ini dapat membantu Anda dalam meregang otot-otot pada punggung bawah sekaligus panggul.

3. Peregangan latissimus dorsi

Latissimus dorsi adalah otot paling besar yang berada di tubuh bagian atas. Peregangan ini sangat berguna untuk meredakan nyeri pada kelainan tulang belakang di area dada.

 

4. Yoga

Beberapa posisi yoga yang bisa Anda gunakan untuk melatih tulang belakang meliputi pose cat camel (kucing-unta) dan bird dog (burung-anjing). Gerakan ini dilakukan untuk meningkatkan fleksibilitas tulang belakang dan menghilangkan nyeri.

5. Mengencangkan otot-otot perut

Latihan ini bertujuan mengurangi beban pada otot punggung, sehingga meringankan nyeri di tulang belakang secara keseluruhan. Selain itu, postur tubuh pun akan menjadi lebih baik.

6. Olahraga dengan intensitas sedang

Jenis olahraga ini hanya boleh dilakukan jika tulang belakang tidak terasa sakit. Bersepeda, lari, tenis, serta sepak bola merupakan segelintir contohnya.

7. Olahraga dengan intensitas berat

Aktivitas fisik jenis ini umumnya dilarang untuk pengidap skoliosis, kecuali bila Anda melakukannya dengan pengawasan dokter. Contoh olahraga berat ini meliputi angkat beban, senam gimnastik, tolak peluru, rugby, latihan pembentukan otot, dan golf.

Selain menerapkan olahraga dan peregangan di atas, pengidap skoliosis juga bisa melakukan jenis-jenis olahraga pada umumnya. 

Khusus untuk skoliosis nonstruktural yang muncul akibat komplikasi dari kondisi medis lain, tidak ada batasan olahraga bagi penderitanya. Bahkan, olahraga dikatakan sangat baik untuk penderita kelainan tulang belakang ini, baik dari segi fisik maupun mental.

Olahraga juga dikatakan mampu meningkatkan kelenturan dan kekuatan inti tubuh yang bisa mengurangi rasa sakit akibat skoliosis.

Meski demikian, tetap ada syarat tertentu yang harus dipenuhi ketika memilih jenis olahraga yang akan dijalani oleh penderita skoliosis. Terutama bagi pengidap skoliosis struktural.

Segera hentikan latihan maupun peregangan apabila Anda merasakan nyeri maupun sakit di tulang belakang. Jangan lupa pula untuk selalu berkonsultasi ke dokter sebelum Anda mulai berolahraga, seringan apapu jenisnya.

Pastikan juga Anda meminta bantuan dan bimbingan dari fisioterapis profesional dan berpengalaman agar latihan berlangsung dengan aman. Jangan sampai maksud baik untuk mengurangi keluhan akibat kelainan tulang belakang ini malah menjadi bumerang bagi Anda.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325385.php
Diakses pada 27 Juni 2019

Fédération Internationale de Médécine du Sport. https://www.fims.org/files/2814/2056/1224/Scoliosis-and-sports-participation.pdf
Diakses pada 27 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/back-pain/causes-scoliosis#1
Diakses pada 27 Juni 2019

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/4-scoliosis-myths-you-shouldnt-believe/
Diakses pada 27 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed