Ini Manfaat Terapi Fetal Alcohol Syndrome akibat Konsumsi Alkohol Ibu Hamil

Alkohol yang dikonsumsi selama kehamilan, dapat memasuki plasenta dan janin.
Konsumsi alkohol selama kehamilan, akan menimbulkan sejumlah dampak bagi janin.

Fetal alcohol syndrome (FAS) atau sindrom fetal alkohol terjadi pada anak akibat paparan alkohol selama kehamilan. FAS dapat menyebabkan kerusakan otak dan gangguan pertumbuhan.

Efek alkohol selama kehamilan bervariasi antaranak. Namun perlu diingat, gangguan yang ditimbulkan oleh FAS bersifat permanen.

[[artikel-terkait]]

Terapi fetal alcohol syndrome untuk ibu hamil

Ada tiga tahap terapi untuk mengatasi kecanduan alkohol, yaitu detoksifikasi, rehabilitasi, dan perawatan melalui konseling.

1. Detoksifikasi:

Pada tahap ini, konsumsi alkohol dihentikan dan Anda akan merasakan gejala putus alkohol. Gejala putus alkohol akan dirasakan paling berat 24-48 jam setelah konsumsi alkohol terakhir.

Beberapa obat-obatan bisa direkomendasikan untuk membantu mengurangi gejala putus alkohol yang Anda alami.

2. Rehabilitasi:

Tahap ini fokus pada adaptasi pada kehidupan sehari-hari, untuk mencegah keinginan mengkonsumsi alkohol.

3. Perawatan:

Pada tahap ini, Anda akan mengunjungi konseling, baik pribadi maupun bersama kelompok, untuk mendapatkan pengalaman serupa. Konseling bertujuan untuk mengubah hidup menjadi lebih positif, dan menghindarkan potensi kecanduan alkohol di masa depan.

Hal yang paling penting sebelum memulai terapi bagi ibu hamil adalah mengenali dampak alkohol pada kehamilan, dan memiliki keinginan yang kuat untuk berhenti mengonsumsi alkohol.

Dukungan dari keluarga dan teman dapat membantu memulai terapi untuk kecanduan alkohol seperti ini.

Hingga saat ini, belum diketahui batas aman konsumsi alkohol selama kehamilan. Ibu hamil yang meminum atau mengonsumsi alkohol selama kehamilan, berisiko menyebabkan FAS pada anak.

Bahaya konsumsi alkohol selama kehamilan

Konsumsi alkohol selama kehamilan, akan menimbulkan sejumlah dampak bagi janin. Berikut ini gangguan yang berpotensi dialami janin, apabila sang ibu mengonsumsi alkohol.

  • Alkohol masuk ke aliran darah dan janin melalui plasenta
  • Alkohol kemudian terkonsentrasi di janin, karena metabolisme alkohol oleh janin lebih lambat dibandingkan pada orang dewasa
  • Gangguan aliran oksigen dan nutrisi pada janin akibat alkohol
  • Paparan alkohol sebelum melahirkan, dapat mengganggu pembentukan jaringan dan organ, sekaligus menimbulkan cacat otak permanen pada bayi.

Gejala fetal alcohol syndrome pada anak

Gejala FAS pada anak bersifat individual. Anak dengan FAS dapat mengalami gangguan pada fisik, perkembangan otak, kognitif, dan kemampuan beradaptasi. Berikut ini beberapa gangguan yang dapat terjadi pada anak dengan FAS.

1. Gangguan fisik:

Perubahan bentuk wajah, deformitas atau kelainan bawaan anggota gerak (termasuk tulang), pertumbuhan badan yang lambat, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, dan gangguan organ vital (jantung dan ginjal).

2. Gangguan otak dan sistem saraf pusat:

Gangguan koordinasi, gangguan keseimbangan, gangguan belajar, gangguan memori, gangguan atensi, dan hiperaktif.

3. Gangguan kepribadian dan interaksi:

Kesulitan beradaptasi di sekolah, kesulitan bersosialisasi, sulit mengontrol emosi, sulit untuk fokus dalam satu tugas, dan gangguan kepribadian.

Bila mencurigai anak memiliki FAS, ditambah dengan adanya riwayat konsumsi alkohol selama kehamilan, segera berkonsultasi dengan dokter. Intervensi atau penanganan dini dapat mengurangi gejala FAS yang timbul.

Sebaiknya Anda rutin berkonsultasi dengan dokter untuk menjaga kondisi kandungan. Dokter akan membantu mendapatkan terapi yang cocok sesuai kebutuhan dan kehamilan Anda.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fetal-alcohol-syndrome/symptoms-causes/syc-20352901
Diakses pada 10 Mei 2019

Alcohol Rehab Guide. https://www.alcoholrehabguide.org/treatment/
Diakses pada 10 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed