Bukan Cuma Tren, Ini 8 Manfaat Jus Seledri Bagi Kesehatan

Kandungan antioksidan dalam jus seledri menghasilkan banyak manfaat bagi kesehatan.
Jus seledri biasanya diolah dengan buah-buahan agar rasanya tidak pahit

Belakangan ini, seledri yang biasanya hanya digunakan sebagai bumbu aromatik pada masakan, naik kasta menjadi golongan superfood yang banyak diolah menjadi jus dengan kemasan kekinian sehingga memiliki nilai jual tinggi. Orang pun ramai-ramai mengklaim manfaat jus seledri ini sangat banyak untuk kesehatan. Benarkah demikian?

Jus seledri yang banyak dijual di pasaran biasanya sudah dicampur dengan berbagai buah ataupun sayur lainnya, karena seledri sendiri memiliki rasa yang tawar dan cenderung pahit bila disajikan tanpa tambahan apa pun.

Buah dan sayur yang biasa menjadi campuran jus seledri pun bermacam-macam, mulai dari apel, timun, cilantro, bayam, hingga lemon atau jeruk nipis.

Meski demikian, manfaat jus seledri tanpa campuran sendiri sebetulnya sudah cukup banyak. Apa saja itu?

Manfaat jus seledri yang terbukti secara medis

Manfaat seledri sendiri sangat banyak, mulai dari menurunkan gula darah, meringankan nyeri haid, hingga mengatasi nyeri sendi. Namun, beberapa manfaat ini akan hilang ketika seledri diolah dalam bentuk jus karena beberapa kandungan di dalam tanaman seledri akan rusak ketika dijus, misalnya serat dan flavonoid.

Meski demikian, Anda tetap bisa mendapatkan manfaat seledri yang diolah ke dalam bentuk jus. Pasalnya, kandungan antioksidan, seperti apigenin dan luteolin, dapat bertahan sehingga menghasilkan manfaat jus seledri sebagai berikut:

  • Meringankan peradangan dan gejala alergi

Bagi Anda yang menderita asma, mengonsumsi jus seledri akan sangat membantu meredakan gejalanya, mengingat jus ini mengandung luteolin. Zat ini dapat meringankan gejala asma yang terjadi di saluran napas bagian atas maupun tengah.

Penelitian pada hewan mengindikasikan bahwa hewan yang diberikan jus seledri 30 menit sebelum terpapar alergen mengalami peradangan yang minimal dibanding hwewan yang tidak mengonsumsi jus seledri. Hanya saja, klaim ini perlu diteliti lebih lanjut karena belum pernah diujicobakan pada manusia.

  • Menunda peradangan pada artritis

Manfaat jus seledri ini berhubungan dengan kandungan apigenin yang mampu menekan sistem imun. Apigenin bekerja dengan merusak perjalanan sinyal yang memicu terjadinya peradangan oleh sistem imun terhadap zat yang dinilainya berbahaya.

  • Mencegah kanker

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 2016, luteolin terbukti mampu mencegah berkembangnya sel-sel kanker tertentu. Selain itu, zat ini juga bisa mencegah sel kanker yang ada untuk pindah ke bagian tubuh lainnya dengan cara mencegah pertumnbuhan sel darah baru di sekitar tumor yang telah tumbuh.

Selain itu, luteolin juga dapat meningkatkan efek kemoterapi dalam membunuh sel kanker. Zat ini juga mampu mengurangi efek negatif terhadap obat kemo terhadap tubuh.

  • Mencegah ‘penyakit tua’

Istilah ‘penyakit tua’ berhubungan dengan masalah medis yang timbuh ketika Anda berusia lanjut, misalnya Alzheimer atau penyakit degeneratif yang menyerang otak seperti pikun. Penelitian awal pada hewan menunjukkan tikus yang secara rutin diberikan luteolin mampu meningkatkan kemampuan otaknya.

  • Menurunkan kadar kolesterol

Kandungan antioksidan dalam jus seledri terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah (LDL) karena zat ini mencegah kolesterol tersebut untuk pecah dan masuk ke aliran darah. Untuk merasakan manfaat jus seledri yang satu ini, Anda harus mengonsumsinya rutin selama 30 hari beruntun.

  • Menstabilkan tekanan darah

Beberapa bahan makanan memang dikenal bersifat antihipertensi alias mampu menurunkan tekanan darah. Pada seledri, manfaat ini didapat dari kandungannya yang berupa senyawa kimia 3-n-butylphthalide (3nB). Zat ini dapat meningkatkan elastisitas pembuluh darah sehingga tekanan darah menjadi lebih stabil.

  • Mencegah kerusakan jantung

Terlalu banyak terpapar radikal bebas bisa menyebabkan berbagai masalah jantung. Penelitian membuktikan kandungan luteolin dalam jus seledri dapat mencegah hal ini sehingga orang yang rutin mengonsumsi jus seledri akan berisiko lebih kecil mengalami serangan jantung, dan masalah yang berhubungan dengan kerusakan jantung lainnya.

  • Meningkatkan kesuburan

Salah satu manfaat jus seledri yang dapat dirasakan oleh pria adalah meningkatkan kesuburan dengan mencegah kerusakan pada produksi sel sperma.

Meski demikian, jus seledri tidak boleh dikonsumsi berlebihan karena justru dianggap dapat menyebabkan infertilitas, sebab pada seledri terdapat apigenin yang dapat menyebabkan penurunan kesuburan.

Waspada efek samping daun seledri

Meski mendatangkan banyak manfaat, sebaiknya Anda tidak berlebihan dalam mengonsumsi jus seledri. Pasalnya, terdapat beberapa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi seledri, terutama jika Anda memiliki alergi terhadap sayuran ini, yang ditandai dengan munculnya bercak merah pada kulit dan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.

Anda juga sebaiknya tidak mengonsumsi jus seledri saat hamil karena dikhawatirkan menimbulkan kontraksi. Seledri juga mungkin meningkatkan risiko terjadinya pendarahan sehingga Anda tidak dianjurkan meminum jus ini saat hendak melakukan operasi atau memiliki kelainan darah.

Jangan pula mengonsumsi seledri saat tekanan darah sedang rendah karena berpotensi membuat tekanan darah anjlok drastis. Jika Anda tidak yakin dengan dosis jus seledri yang aman dikonsumsi, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

Very Well Fit. https://www.verywellfit.com/celery-juice-nutrition-facts-4169601
Diakses pada 5 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-882/celery
Diakses pada 5 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/celery-juice-healthy-or-hype
Diakses pada 5 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324932.php
Diakses pada 5 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed