Ini Makanan Bersifat Basa yang Baik untuk Kesehatan

Konsumsi makanan bersifat basa teermasuk baik untuk tubuh, misalnya buah dan sayur
Sayur dan buah termasuk makanan bersifat basa yang mudah didapatkan

Diet alkaline yang berfokus pada makanan bersifat basa diklaim dapat mengurangi asam dalam tubuh dan mencegah penyakit kronis. Teorinya adalah bahwa konsumsi lebih banyak makanan basa (alkali), kadar pH dalam darah bisa lebih seimbang, sehingga kekebalan tubuh jadi lebih baik atau tidak mudah sakit.

Sementara apabila darah terlalu asam, Anda bisa lebih berisiko terkena beragam penyakit. Mulai dari osteoporosis hingga kanker. Bagaimana fakta yang sebenarnya?

Mengenal apa itu pH

Kita tidak bisa mengabaikan pH jika berbicara mengenai diet alkaline atau makanan bersifat basa. pH adalah sebuah ukuran seberapa asam atau basa suatu zat dengan nilai berkisar antara 0-14.

Zat yang bersifat asam memiliki pH di bawah 7. Sedangkan pH di atas 7 dikatakan bersifat basa atau alkali.

pH dalam tubuh manusia juga bervariasi, misalnya perut memiliki pH 2-3.5 yang berarti sangat asam. Keasaman ini diperlukan untuk mencerna makanan.

Berbeda dengan lambung, darah bersifat basa dengan pH antara 7,36 dan 7,44. Bila pH darah turun dari kisaran normal, hal ini bisa membahayakan kesehatan.

Diet alkali diklaim dapat menyeimbangkan kadar pH dalam darah Anda. Namun faktanya, pola makan harian tidak bisa mengubah tingkat pH darah secara substansial.

Yang berubah adalah kadar pH urine Anda. Karena tubuh Andalah yang sebenarnya bekerja untuk menjaga kadar pH tetap konstan.

Jenis-jenis makanan bersifat basa

Diet alkaline memisahkan makanan ke dalam tiga kelompok, yaitu basa, netral, dan asam. Untuk Anda yang ingin mencoba diet alkaline, informasi ini sangat penting untuk diketahui. Berikut penjelasannya:

  • Basa

Sederet makan bersifat basa meliputi buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, kentang, kedelai, legume, jus buah tanpa gula, kismis, anggur hitam, dan banyak lagi

  • Netral

Contoh bahan pangan bersifat netral adalah minyak zaitun, krim, mentega, susu, pati, serta gula. Jenis makanan ini perlu dibatasi.

  • Asam

Bahan-bahan makanan yang terbilang bersifat asam meliputi daging merah (sapi, kambing), unggas (ayam, bebek), ikan, susu, yoghurt, es krim, telur (terutama, kuning telur), alkohol, soda, kacang tanah, serta kacang kenari.

Manfaat makanan bersifat basa atau diet alkaline

Diet alkaline memang belum terbukti dapat menyeimbangkan pH dalam darah atau membuatnya lebih basa. Tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan bersifat basa dapat meningkatkan kesehatan.

Pendapat tersebut memang masuk akal, mengingat diet alkali berfokus pada makanan alami seperti sayur dan buah ketimbang daging olahan yang berlemak. Berikut sederet manfaat diet alkaline yang telah diteliti:

  • Menurunkan berat badan

Berbeda dengan makanan asam seperti daging olahan yang tinggi kalori, makanan bersifat basa cenderung rendah kalori. Jika diiringi dengan olahraga dan konsumsi bahan pangan bergizi seimbang, diet alkaline bisa membantu Anda supaya memiliki berat badan yang ideal.

  • Menjaga kesehatan ginjal

Menurut sebuah penelitian, sering mengonsumsi makanan asam dapat memperberat kerja ginjal. Untuk orang yang sudah memiliki penyakit ginjal, diketahui bahwa pola makan yang rendah asam (lower-acid diet) bisa mengurangi gejala dan memperlambat perkembangan penyakit.

  • Menyusutkan risiko hipertensi dan stroke

Teratur mengonsumsi makanan bersifat basa juga mampu menurunkan risiko hipertensi dan stroke. Hal ini sudah dibuktikan dalam suatu studi yang dipublikasikan di Journal of Environmental and Public Health.

  • Mencegah kanker

Diet alkaline diklaim dapat menyembuhkan penyakit kanker. Meski belum ada bukti ilmiah yang mendukung pernyataan ini, penelitian tertentu menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi daging merah dan makan lebih banyak buah serta sayur dapat berpotensi mencegah kanker.

  • Baik untuk menambah massa otot

Penuaan bisa menyebabkan kehilangan massa otot. Akibatnya Anda bisa mudah kehilangan keseimbangan, jatuh yang bisa meningkatkan risiko terjadinya patah tulang, dan mengalami nyeri kronis. Anda dapat mencegahnya dengan mengonsumsi makanan yang bersifat basa.

Sebuah riset menunjukkan bahwa diet alkaline dapat memperbaiki kesehatan otot pada orang yang menjalaninya.

Jika Anda memang ingin mencoba diet alkaline, ketahuilah bahwa mengonsumsi makanan bersifat basa tidak memengaruhi kadar pH dalam darah. Yang berubah justru tingkat kimiawi urine Anda.

Tapi secara umum, pola makan yang berfokus pada makanan bersifat basa tergolong sehat. Pasalnya, menu makannya bertumpu pada buah, sayur, serta makanan utuh lainnya yang belum banyak diolah.

Untuk lebih amannya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk mencoba diet alkaline. Jangan sampai diet ini malah membuat tubuh Anda kekurangan beberapa nutrisi penting atau membahayakan kesehatan Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/the-alkaline-diet-myth
Diakses pada 3 Maret 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/diet-and-nutrition/diet/comprehensive-review-alkaline-diet-what-it-how-it-works-what-eat/
Diakses pada 3 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324271
Diakses pada 3 Maret 2020

Artikel Terkait