logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Komplikasi Hipertensi yang Berbahaya Jika Tak Dikendalikan

open-summary

Komplikasi hipertensi dapat menyebabkan penyakit lain yang lebih serius. Jika tidak ditangani, komplikasi ini dapat menyerang organ jantung, otak, mata, dll.


close-summary

4.48

(21)

18 Agt 2019

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Komplikasi hipertensi adalah kondisi serius dan berbahaya

Hipertensi dapat menimbulkan beberapa komplikasi, yang di antaranya dapat mengancam nyawa.

Table of Content

  • Beberapa komplikasi hipertensi jika tidak Anda kendalikan
  • Mengendalikan hipertensi agar terhindar dari komplikasi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi, tentu sudah sering Anda dengar. Namun bukan berarti Anda malah menyepelekannya. Sebab, ada beragam komplikasi hipertensi, yang mengganggu kualitas hidup, bahkan mengancam nyawa Anda.

Advertisement

Hipertensi terjadi ketika tekanan atau dorongan yang diberikan darah terhadap pembuluh darah, terlalu kuat atau kelewat tinggi. Umumnya, tekanan darah disebut tinggi apabila mencapai angka 130/80 mmHg atau lebih.

Beberapa komplikasi hipertensi jika tidak Anda kendalikan

Hipertensi bisa meningkatkan risiko penderitanya terhadap penyakit yang lebih serius. Komplikasi hipertensi dapat terjadi pada organ jantung, otak, mata, hingga mengganggu aktivitas seksualitas Anda.

  • Gangguan pada jantung dan pembuluh darah

Ada beberapa penyakit jantung yang menjadi komplikasi hipertensi, termasuk penyakit jantung koroner, pembesaran jantung sebelah kiri, serangan jantung, dan gagal jantung.

Hipertensi yang tidak ditangani, bisa menyebabkan pembuluh darah rusak, mengeras, dan mengencang. Keadaan ini menghalangi aliran darah menuju jantung, dan mengakibatkan nyeri pada bagian dada (angina), serta sesak napas. Keadaan inilah yang disebut sebagai penyakit jantung koroner.

Terhalangnya aliran darah tersebut juga dapat memicu detak jantung yang tidak teratur, bahkan serangan jantung.

Hipertensi juga memaksa jantung bekerja lebih keras dari kondisi normal, untuk memompa darah. Keadaan ini menyebabkan bilik kiri jantung, yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh menjadi tebal dan tegang (pembesaran jantung kiri). Apabila terus dibiarkan, kondisi ini meningkatkan risiko Anda terkena serangan jantung, henti jantung mendadak, dan gagal jantung.

Selain itu, tekanan darah tinggi juga menyebabkan otot jantung menjadi lemah, serta bekerja dengan kurang efisien. Pada akhirnya, jantung akan kewalahan, dan mengalami aus. Kondisi ini menyebabkan terjadinya gagal jantung.

  • Penyakit ginjal

Hipertensi yang terus-menerus terjadi juga dapat mengakibatkan komplikasi, berupa penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal. Tekanan darah tinggi bahkan menjadi penyebab kedua seseorang menderita gagal ginjal.

Ginjal berfungsi untuk menyaring darah. Apabila pembuluh darah kecil di organ ini rusak karena hipertensi yang tidak terkontrol, maka ginjal akan kesulitan menyaring zat yang tidak lagi diperlukan tubuh.

  • Gangguan pada otak, seperti stroke dan demensia

Kondisi stroke terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik), atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik), pada area otak. Keadaan tersebut dapat menimbulkan terganggunya persediaan darah dan oksigen di otak, sehingga memicu matinya sel-sel di otak.

Hipertensi yang tidak terkontrol membuat pembuluh darah di otak menyempit, pecah, atau bocor. Tekanan darah tinggi juga memicu gumpalan darah di sepanjang pembuluh darah menuju otak, sehingga menghalangi aliran darah dan menyebabkan stroke.

Selain stroke, komplikasi hipertensi juga dapat berupa penyakit demensia. Ini merupakan penyakit otak yang membuat penderitanya sulit berpikir, berbicara, bernalar, mengingat, melihat, maupun bergerak. Ada beberapa penyebab kondisi ini, dan salah satunya adalah demensia vaskular.

Demensia vaskular terjadi akibat penyempitan pembuluh darah, yang membuat tersumbatnya suplai darah ke otak. Demensia vaskular bisa disebabkan oleh stroke, maupun hipertensi.

  • Gangguan pada mata

Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga bisa menyerang mata, dan disebut sebagai retinopati hipertensi. Sesuai namanya, hipertensi pada mata terjadi pada pembuluh darah bagian retina, yang berfungsi untuk mengubah cahaya yang masuk ke mata, menjadi sinyal saraf untuk disampaikan ke otak.

Hipertensi yang tidak terkendali dapat membuat pembuluh darah retina menebal, lalu menyempit, dan menghambat aliran darah di sekitar retina. Pada beberapa kasus, retina juga dapat mengalami pembengkakan.

Rusaknya pembuluh darah di retina memicu gangguan pada fungsi bagian mata tersebut. Selain itu, hipertensi juga dapat memberikan tekanan pada saraf mata yang disebut neuropati optik. Keadaan ini dapat membunuh sel-sel saraf di mata dan mengganggu kemampuan penglihatan, bahkan menyebabkan kebutaan.

  • Disfungsi seksual

Komplikasi hipertensi juga dapat berupa disfungsi seksual, baik pada pria, maupun wanita. Tekanan darah tinggi dapat menghambat aliran darah, termasuk darah yang menuju organ penis. Sehingga, pria dengan tekanan darah tinggi, berisiko untuk mengalami disfungsi ereksi, atau kesulitan mempertahankan ereksi penis.

Wanita dengan hipertensi juga berisiko mengalami disfungsi seksual. Sebab, tekanan darah tinggi mengurangi aliran darah ke vagina, yang mengurangi hasrat seksual, membuat vagina menjadi kering, hingga kesulitan mencapai orgasme.

  • Sindrom metabolik

Sindrom ini diketahui merupakan sekumpulan gangguan yang terjadi pada metabolisme tubuh dan ditandai dengan meningkatnya berat badan hingga obesitas, meningkatnya kadar kolesterol jahat, menurunnya kadar kolesterol baik, juga menyebabkan gangguan pada fungsi hormon insulin yang ada dalam tubuh.

Komplikasi hipertensi akibat sindrom metabolik dapat membuat penderitanya mudah terkena penyakit lain seperti penyakit jantung, diabetes, dan juga stroke.

Komplikasi yang disebabkan oleh hipertensi cukup parah dan menyebabkan penyakit lainnya yang juga serius. Menurut Kemenkes, sebagian besar penderita hipertensi tidak menyadari hal tersebut dan mengakibatkan angka kematian yang tinggi akibat komplikasi ini.

Baca Juga

  • Mengenal Kegunaan Obat Beta Blocker dan Efek Sampingnya
  • Tekanan Darah Normal pada Lansia di Angka Berapa?
  • Memahami Penyebab Jantung Bocor pada Orang Dewasa dan Bayi

Mengendalikan hipertensi agar terhindar dari komplikasi

Agar jauh dari semua komplikasi hipertensi di atas, Anda harus mampu mengendalikan hipertensi. Terapkan gaya hidup sehat mulai dari sekarang, untuk mengendalikan tekanan darah yang tinggi.

Gaya hidup sehat tersebut, termasuk dengan menghindari berat badan berlebih, berolahraga teratur, serta mengonsumsi makanan yang sehat. Kurangi asupan garam dari menu sehari-hari, serta kurangi makanan yang diproses.

Anda juga harus menghindari konsumsi alkohol, atau setidaknya bisa mengurangi minuman keras tersebut. Berhenti merokok, mengendalikan stres, dan memonitor tekanan darah secara berkala, juga perlu Anda lakukan.

Advertisement

penyakit jantunghipertensitekanan darah tinggipembuluh darah

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved