Diabetes Disebut Penyakit Tua, Ini Kadar Gula Darah Normal pada Lansia

Mengenali kadar gula darah normal pada lansia bisa membantu deteksi diabetes sejak dini
Kadar gula darah normal pada penderita diabetes bisa berbeda dengan orang pada umumnya.

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh orang lanjut usia (lansia). Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah gaya hidup yang semakin tidak sehat, sehingga membuat kadar gula darah normal menjadi sulit dicapai.

Diabetes juga sering disebut sebagai penyakit orang tua. Selain karena jumlah lansia yang mengalami diabetes sangat tinggi, banyaknya masalah kesehatan lain yang mendampingi kondisi ini, membuat gejala diabetes sering sulit dikenali. Akibatnya, perawatannya pun terlambat dimulai.

Ini sebabnya diabetes lebih banyak diderita oleh lansia

gula dalam tubuh bisa menumpuk seiring usia
Kadar gula darah bisa bertambah tinggi seiring usia

Umumnya, diabetes yang diderita lansia adalah diabetes tipe 2. Hal ini bisa terjadi karena pada usia yang sudah cenderung tua, efek dari gaya hidup tidak sehat yang selama ini dilakukan, akan mulai terlihat.

Gula memang diperlukan sebagai sumber energi. Namun, banyak orang yang mengonsumsinya melebihi dari kebutuhan tubuh dan  lansia sudah lebih lama terpapar oleh zat gula. Hal ini menyebabkan gula menumpuk dari makanan maupun dan minuman yang pernah dikonsumsi. Kebiasaan buruk yang sudah dijalani sejak mud inilah yang meningkatkan kadar gula darah saat memasuki usia lansia. 

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengenali lebih jauh kondisi diabetes pada lansia. Mulai dari memahami kadar gula darah yang normal, hingga pencegahan yang paling tepat.

Kenali diabetes pada lansia, ini kadar gula darah yang normal

Kadar gula darah 200 mg/dl atau lebih sudah termasuk kategori diabetes
Kadar gula darah 200 mg/dl atau lebih sudah termasuk kategori diabetes

Kadar gula darah yang dianggap normal pada lansia bisa berbeda antara penderita diabetes dan yang tidak memiliki penyakit tersebut. Pada lansia tanpa diabetes, berikut ini kadar gula darah yang direkomendasikan.

  • Sebelum makan: kurang dari 100mg/dl.
  • Pada satu sampai dua jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dl.
  • Kadar gula darah yang tercatat pada 140-199 mg/dl, sudah masuk kategori prediabetes.
  • Apabila kadar gula darah sudah mencapai 200 mg/dl, maka sudah masuk kategori diabetes.

Sementara itu untuk lansia yang menderita diabetes, ini adalah acuan kadar gula darah yang direkomendasikan.

  • Sebelum makan: 80/130 mg/dl
  • Satu sampai dua jam setelah makan: kurang dari 180mg/dl

Selain kadar normal, gula darah puasa juga bisa menjadi penentu seseorang menderita diabetes. Kadar gula darah puasa adalah gula darah yang diukur setelah melakukan puasa selama semalaman.

Batas normal gula darah puasa adalah yang kurang dari 100mg/dl. Jika gula darah puasa berada pada angka 100-125 mg/dl, maka kondisi ini sudah masuk dalam kategori prediabetes.

Seseorang dikatakan sudah menderita diabetes, apabila kadar gula darah puasanya sudah mencapai lebih dari 126mg/dl.

Capai kadar gula darah normal dengan cara ini

Berolahraga bisa dilakukan untuk mencegah diabetes
Diabetes tipe 2 bisa dicegah, misalnya dengan rutin berolahraga

Memiliki kadar gula darah di atas normal, bukan berarti membuat Anda tidak bisa terhindar dari diabetes. Dengan langkah-langkah berikut ini, kadar gula darah Anda diharapkan bisa kembali berada pada level yang normal.

1. Mengonsumsi makanan yang lebih sehat

Langkah sederhana bisa dimulai dari mengganti camilan harian Anda, dari keripik, soda, maupun makanan cepat saji, menjadi makanan yang lebih sehat seperti sayur dan buah.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan ahli gizi, untuk memperoleh informasi terperinci tentang menu makanan dan minuman yang sesuai dengan usia, kesukaan, serta kondisi kesehatan Anda. Dengan begitu, kadar gula darah dapat kembali normal, dan risiko munculnya diabetes bisa semakin berkurang.

2. Perbanyak minum air putih

Untuk mencegah diabetes dan menjaga kadar gula darah, tidak ada minuman lain yang lebih baik dari air putih. Menjadikan air putih sebagai minuman utama, akan membantu Anda terhindar dari minuman-minuman lain yang bisa memicu diabetes, seperti minuman kemasan atau bahkan jus buah yang menggunakan terlalu banyak gula. Selain menjaga kadar glukosa, mengonsumsi air putih juga dapat menjaga kadar insulin di tubuh. 

3. Mulai perbanyak olahraga

Memperbanyak olahraga bukan berarti harus berolahraga yang berat setiap hari. Anda bisa memulainya dengan memperbanyak aktivitas fisik sederhana, seperti berjalan santai beberapa kali dalam seminggu.

Bentuk olahraga lain yang disarankan adalah latihan beban untuk membantu otot agar bisa lebih terbentuk. Otot dapat membantu mengurangi ketergantungan tubuh untuk menggunakan insulin guna mendapatkan energi.

4. Kurangi berat badan

Menjalani pola hidup sehat seperti kedua hal di atas, dapat membantu Anda menurunkan berat badan menuju berat yang ideal. Mengurangi berat badan sebanyak 5-10%, bisa membantu mengurangi risiko terjadinya diabetes tipe 2.

5. Kurangi porsi makan

Meski makanan yang Anda konsumsi adalah makanan sehat, Anda tetap harus memperhatikan porsi saat makan. Terlalu banyak makan dalam satu waktu dinilai tidak baik untuk kesehatan tubuh karena dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah dan kadar insulin di tubuh.

6. Cukupi konsumsi vitamin D

Vitamin D, ternyata juga penting untuk menjaga kadar glukosa darah. Bahkan, orang kekurangan asupan vitamin D di tubuhnya, memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Untuk mendapatkan vitamin D, Anda dapat mengonsumsi ikan berlemak serta minyak ikan cod.

7. Berhenti merokok

Tidak ada manfaat yang bisa didapatkan dari merokok. Kebiasaan ini, dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius seperti penyakit jantung dan kanker. Selain itu, merokok juga sudah sering dikaitkan dengan terjadinya diabetes tipe 2.

[[artikel-terkait]]

Meski diabetes identik sebagai penyakit orang tua, namun Anda bisa mencegahnya, selama kadar gula darah normal bisa tetap dijaga. Anda juga disarankan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter agar gejala maupun tanda penyakit yang menyerang tubuh, termasuk diabetes, bisa dideteksi sejak dini. 

Disatu sisi, jangan lupa bahwa kadar gula darah terlalu rendah juga bisa menimbulkan penyakit. Sehingga, jika Anda merasakan gejala gula darah rendah, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan. 

National Council for Aging Care. https://www.aging.com/seniors-and-diabetes-a-complete-guide/
Diakses pada 2 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/symptoms-causes/syc-20371444
Diakses pada 2 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317536.php
Diakses pada 2 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/prevent-diabetes
Diakses pada 17 Desember 2019

Artikel Terkait