Ini Jenis Makanan untuk Penderita Autoimun Seperti Ashanty

Makanan untuk penderita autoimun seperti Ashanti sebaiknya diperhatikan
Penderita penyakit autoimun seperti Ashanty perlu mewaspadai kondisinya secara saksama (Sumber foto_Instagram @ananghijau)

Penyanyi Ashanty secara mengejutkan mengabarkan dirinya menderita penyakit autoimun. Hal ini diketahui melalui unggahannya di media sosial baru-baru ini. 

Beberapa jenis penyakit autoimun yang umum meliputi lupus, rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1, psoriasis, dan banyak lagi. Kendati demikian, belum diketahui secara pasti mengenai jenis penyakit autoimun yang diderita oleh istri Anang Hermansyah tersebut. 

Apa itu penyakit autoimun?

Penyakit autoimun adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel yang sehat. Normalnya, sistem imun hanya akan bereaksi ketika tubuh terserang kuman, virus, bakteri, atau toksin. 

Namun pada penderita autoimun, sistem kekebalan tubuhnya keliru dan menyerang sel-sel yang sebenarnya tidak bermasalah. Kondisi ini menyebabkan penderita menjadi lebih rentan terhadap berbagai macam penyakit. 

Meski belum ada cara ampuh untuk menyembuhkan kondisi autoimun, penyakit ini diduga dapat dikendalikan dengan menerapkan pola makan tertentu. 

Kenapa makanan untuk penderita autoimun penting diperhatikan?

Pola makan penderita autoimun dikenal juga dengan istilah autoimmune protocol (AIP) atau AIP diet. Pedoman makanan ini bertujuan meredakan peradangan dan berbagai gejala lainnya yang disebabkan oleh kondisi autoimun.

Meski disebut pula sebagai paleo autoimmune protocol ini, AIP diet merupakan versi yang jauh lebih ketat dari diet Paleo. Diet Paleo umumnya terdiri dari konsumsi daging, ikan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 

Pada diet penyakit autoimun, penderita diharuskan menjauhi makanan yang berisiko menimbulkan peradangan dalam usus. Aturan ini muncul karena kondisi autoimun diyakini berkaitan dengan adanya gangguan pada permeabilitas usus.

Permeabilitas usus adalah kemampuan usus dalam meloloskan zat-zat tertentu yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti air, nutrisi, maupun elektrolit. Bila terjadi gangguan pada permeabilitas usus, zat-zat tersebut bisa lolos ke pembuluh darah. Demikian pula dengan kuman, bakteri, maupun parasit.

Sistem imun tubuh kemudian mendeteksi zat-zat tersebut sebagai musuh dan merespons dengan menyerangnya. Reaksi inilah yang akhirnya menyebabkan inflamasi pada tubuh penderita penyakit autoimun.

Oleh sebab itu, mengatur makanan untuk penderita penyakit autoimun dikatakan dapat membantu dalam mengendalikan kondisinya. Tak hanya itu, penderita juga lebih dianjurkan untuk memperhatikan benar nutrisi yang masuk ke tubuhnya. 

Dapatkan manfaat diet penderita autoimun ini

Mengonsumsi makanan untuk penderita autoimun dengan tepat diharapkan mampu membantu dalam menangani gangguan permeabilitas usus. Dengan ini, manfaat pola makan penderita penyakit autoimun berikut ini pun bisa Anda dapatkan:

  • Mengurangi gejala penyakit autoimun.
  • Mengembalikan kerja sistem kekebalan tubuh seperti sedia kala.
  • Mencegah munculnya respons dari sistem imun tubuh.
  • Mencegah kemungkinan terjadinya penyakit autoimun sekunder. 

Anda perlu menjalani diet penyakit autoimun selama beberapa minggu sebelum dapat mulai menambahkan jenis makanan lain, di luar menu diet. 

Penambahan menu pun harus dilakukan secara bertahap. Misalnya, setiap beberapa hari hingga seminggu sekali.

Lalu, pantau apakah Anda memiliki reaksi terhadap makanan tersebut atau tidak. Jika mengalami efek samping tertentu, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan tersebut untuk waktu yang cukup lama. 

Jenis makanan untuk penderita autoimun yang boleh dikonsumsi

Selama menjalani diet, beberapa jenis makanan untuk penderita autoimun berikut bisa disertakan dalam menu makan Anda:

  • Daging dan ikan.
  • Sayur-sayuran, kecuali sayur yang berasal dari famili Solanaceae (seperti tomat, terong, paprika, kentang, dan sejenisnya).
  • Ubi jalar.
  • Santan.
  • Minyak alpukat, minyak zaitun, minyak kelapa.
  • Makanan fermentasi bebas susu, seperti kombucha atau kimchi.
  • Rempah, seperti daun basil, daun mint, dan oregano.
  • Teh hijau.
  • Kaldu dari rebusan tulang.
  • Cuka, seperti cuka apel dan cuka balsamik.
  • Buah-buahan, tapi hanya dalam jumlah sedikit. Dalam menjalani diet penyakit autoimun, buah-buahan sebenarnya tidak selalu boleh dimakan.
  • Madu atau sirup maple, tapi hanya dalam jumlah sedikit.

Apa saja makanan untuk penderita autoimun yang dilarang? 

Beberapa jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita autoimun meliputi:

  • Biji-bijian, seperti gandum dan beras.
  • Semua produk susu.
  • Telur
  • Kacang-kacangan, seperti kacang tanah.
  • Sayuran dari famili Solanaceae, seperti tomat, paprika, kentang, terong, dan sejenisnya.
  • Semua jenis gula, termasuk pengganti gula.
  • Mentega.
  • Cokelat.
  • Permen karet
  • Makanan yang mengandung zat aditif.
  • Semua jenis minyak, kecuali minyak alpukat, minyak zaitun, dan minyak kelapa yang disebutkan di atas.
  • Alkohol.
  • Zat pengental makanan atau minuman.
  • Makanan tinggi lemak dan kolesterol.

Selain macam-macam makanan untuk penderita autoimun yang perlu dihindari, ada pula sederet obat-obatan yang tidak boleh dikonsumsi. Contohnya, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen, aspirin, dan naproxen sodium

Diet penyakit autoimun memang tampak sangat ketat karena memiliki pantangan untuk beberapa jenis makanan tertentu. Anda mungkin akan merasa kesulitan dalam menjalaninya, apalagi jika pembatasan makanan sampai memengaruhi gaya hidup sehari-hari. 

Namun Anda perlu tahu bahwa makanan untuk penderita autoimun berfokus pada jenis-jenis makanan sehat. Dengan ini, tubuh Anda kemungkinan besar akan bereaksi positif terhadap pola makan ini dari waktu ke waktu. 

Kendati demikian, pastikan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna mendapatkan pilihan makanan untuk penderita autoimun secara tepat. Dengan ini, percobaan pola makan Anda bisa berjalan dengan lebih aman.

Healthline. https://www.healthline.com/health/autoimmune-disorders
Diakses pada 10 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/aip-diet#foods-you-can-eat
Diakses pada 10 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320195.php
Diakses pada 10 Oktober 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/rheumatoid-arthritis/autoimmune-protocol-diet-aip-diet-ra/
Diakses pada 10 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed