Vaksin hepatitis B pada bayi diberikan pertama kali segera setelah bayi baru lahir
Infeksi hepatitis B pada bayi bisa dicegah dengan pemberian vaksin sebanyak 4 kali

Pada bayi baru lahir, vaksin hepatitis B merupakan salah satu yang wajib diberikan. Pasalnya, infeksi hepatitis B pada bayi bisa menimbulkan masalah serius untuk kesehatan Si Kecil.

Infeksi hepatitis B bisa menyebabkan kerusakan hati, dan pada kasus terparah, dapat berujung hingga kematian. Pada bayi, infeksi ini juga sulit dihilangkan, dan akan berkembang menjadi infeksi kronis.

Apa itu hepatitis B?

Hepatitis B adalah penyakit yang menyerang hati, dan disebabkan oleh virus dengan nama yang sama. Pada kebanyakan kasus, infeksi hepatitis B bisa reda dengan sendirinya, dalam jangka waktu satu atau dua bulan.

Namun, virus ini juga dapat bertahan hingga lebih dari enam bulan. Saat hal ini terjadi, maka infeksi sudah dikatakan kronis. Infeksi kronis ini kemudian bisa menyebabkan terjadinya peradangan kronis di hati, sirosisatau jaringan parut pada hati, kanker hati, hingga gagal hati.

Infeksi kronis inilah yang umumnya akan terjadi, pada bayi yang menderita hepatitis B. Dengan berdiamnya virus tersebut di tubuh, terkadang tidak akan muncul gejala apapun. Namun, tanpa mengalami gejala apapun, penderita hepatitis B kronis tetap bisa menularkan virus ini kepada orang lain.

Bagaimana hepatitis B pada bayi bisa terjadi, dan apa gejalanya?

Virus hepatitis B ini bisa menyebar melalui cairan tubuh seperti air liur, darah, sperma, dan cairan vagina. Pada bayi, hepatitis B bisa ditularkan melalui kondisi ini.

  • Dilahirkan oleh ibu yang memiliki virus hepatitis B
  • Tinggal di tempat yang sama dengan penderita hepatitis B
  • Menerima donor darah dari orang yang ternyata terkena hepatitis B
  • Masuknya air liur penderita hepatitis B ke dalam tubuh melalui gigitan

Pada bayi yang tertular, gejala umumnya akan muncul 25-180 hari setelah terpapar oleh virus. Gejala hepatitis B pada bayi yang paling umum terjadi adalah:

  • Kulit dan mata menjadi kuning (jaundice)
  • Tubuh terasa lemas terus-menerus
  • Sakit perut sebelah kanan atas yang ditandai dengan bayi yang merintih
  • Tidak nafsu makan atau malas menyusu
  • Muntah
  • Demam
  • Air seni berwarna gelap dan tinja berwarna terang
  • Gatal-gatal
  • Ruam kemerahan di kulit

Vaksin hepatitis B pada bayi jadi pencegahan paling efektif

Sistem kekebalan tubuh bayi belum memiliki kemampuan sebaik orang dewasa, dalam melawan infeksi hepatitis B. Bahkan, sekitar 9 dari 10 bayi yang terinfeksi virus ini, akan terinfeksi seumur hidup.

Selain itu, anak yang terkena infeksi hepatitis B pada lima tahun pertama kehidupannya, memiliki risiko 15-25% mengalami kematian di usia dini akibat penyakit hati, termasuk gagal hati dan kanker hati.

Sehingga, untuk melindungnya, pemberian vaksin hepatitis B pada bayi perlu dilakukan. Sebanyak 95% bayi dan anak akan memiliki kekebalan terhadap virus hepatitis B, setelah memenuhi jadwal imunisasi yang lengkap.

Berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin hepatitis B pertama, paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, yang didahului dengan pemberian vitamin K melalui suntikan, minimal 30 menit sebelum vaksin.

Jenis vaksin hepatitis B yang diberikan bisa berbeda, yaitu dengan ketentuan berikut ini.

  • Apabila yang diberikan adalah jenis vaksin HB monovalen, maka vaksin diberikan pada usia 0, 1, dan 6 bulan.
  • Bayi dengan ibu yang positif memiliki virus hepatitis B, akan menerima vaksin, ditambah dengan immunoglobulin hepatitis B (HBIg).
  • Untuk jenis vaksin HB yang dikombinasikan dengan DTPw (difteri, tetanus, pertusis), maka imunisasi akan didahului dengan pemberian vaksin HB monovalen pada usia 0 bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian vaksin HB kombinasi DTPw pada usia2, 3, dan 4 bulan.
  • Apabila dikombinasikan dengan DTPa (difteri, tetanus, pertusis), maka maka imunisasi akan didahului dengan pemberian vaksin HB monovalen pada usia 0 bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian vaksin HB kombinasi DTPa 2, 4, dan 6 bulan.

Sama halnya dengan pemberian obat, vaksinasi juga dapat menimbulkan efek samping. Namun, efek samping umumnya tidak muncul dan apabila terjadi, hanya akan berdampak ringan. Efek vaksinasi yang paling umum adalah demam, dan rasa nyeri pada area yang disuntik.

Jangan ragu untuk memberikan vaksin hepatitis B pada bayi. Vaksin ini aman digunakan dan akan membantu bayi Anda tetap terjaga kesehatannya. Bagi Anda yang sedang mengandung, jalani pemeriksaan rutin ke dokter, agar dapat mengetahui kondisi kandungan maupun risiko yang mungkin terjadi, termasuk infeksi virus ini.

Childrens Hospital of Pittsburgh. http://www.chp.edu/our-services/transplant/liver/education/liver-disease-states/hepatitis-b
Diakses pada 25 Juli 2019

Immunization Action Coallition. http://www.immunize.org/catg.d/p4110.pdf
Diakses pada 25 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324136.php
Diakses pada 25 Juli 2019

Ikatan Dokter Anak Indonesia. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
Diakses pada 25 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed