Vaksin Hepatitis B pada Bayi Penting Dilakukan, Mengapa?


Vaksin hepatitis B pada bayi dilakukan 12 jam kelahiran untuk membuat tubuh kebal terhadap infeksi hati. Imunisasi ini bahkan menurunkan risiko komplikasi sirosis hingga kanker hati.

0,0
25 Jul 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Vaksin hepatitis B pada bayi sebaiknya diberikan 12 jam setelah lahirVaksin hepatitis B yang diberikan sebanyak 4 kali mampu mencegah infeksi pada hati bayi
Vaksin hepatitis B wajib diberikan bayi untuk mencegah infeksi virus hepatitis B pada hati. Infeksi hepatitis B pada bayi bisa menimbulkan masalah serius untuk kesehatan Si Kecil.Infeksi hepatitis B bisa menyebabkan kerusakan hati, dan pada kasus terparah, dapat berujung hingga kematian. Pada bayi, infeksi ini juga sulit dihilangkan, dan akan berkembang menjadi infeksi kronis.

Apa itu hepatitis B?

Vaksin hepatitis B mencegah virus penyebab infeksi hati
Hepatitis B adalah penyakit yang menyerang hati, dan disebabkan oleh virus dengan nama yang sama. Pada kebanyakan kasus, infeksi hepatitis B bisa reda dengan sendirinya, dalam jangka waktu satu atau dua bulan.Namun, virus ini juga dapat bertahan hingga lebih dari enam bulan. Saat hal ini terjadi, maka infeksi sudah dikatakan kronis. Infeksi kronis ini kemudian bisa menyebabkan terjadinya peradangan kronis di hati, sirosis atau jaringan parut pada hati, kanker hati, hingga gagal hati.Infeksi kronis inilah yang umumnya akan terjadi, pada bayi yang menderita hepatitis B. Dengan berdiamnya virus tersebut di tubuh, terkadang tidak akan muncul gejala apapun. Namun, tanpa mengalami gejala apapun, penderita hepatitis B kronis tetap bisa menularkan virus ini kepada orang lain.

Bagaimana hepatitis B pada bayi bisa terjadi, dan apa gejalanya?

Vaksin hepatitis B cegah infeksi hati yang ditularkan donor darah
Virus hepatitis B ini bisa menyebar melalui cairan tubuh seperti air liur, darah, sperma, dan cairan vagina. Pada bayi, hepatitis B bisa ditularkan melalui kondisi ini.
  • Dilahirkan oleh ibu yang memiliki virus hepatitis B.
  • Tinggal di tempat yang sama dengan penderita hepatitis B.
  • Menerima donor darah dari orang yang ternyata terkena hepatitis B.
  • Masuknya air liur penderita hepatitis B ke dalam tubuh melalui gigitan.
Pada bayi yang tertular, gejala umumnya akan muncul 25-180 hari setelah terpapar oleh virus. Gejala hepatitis B pada bayi yang paling umum terjadi adalah:
  • Kulit dan mata menjadi kuning (jaundice).
  • Tubuh terasa lemas terus-menerus.
  • Sakit perut sebelah kanan atas yang ditandai dengan bayi yang merintih.
  • Tidak nafsu makan atau malas menyusu.
  • Muntah.
  • Demam.
  • Air seni berwarna gelap dan tinja berwarna terang.
  • Gatal-gatal.
  • Ruam kemerahan di kulit.

Apa manfaat vaksin hepatitis B pada bayi?

Sebanyak 95% bayi kebal virus setelah vaksin hepatitis B
Sistem kekebalan tubuh bayi belum memiliki kemampuan sebaik orang dewasa, dalam melawan infeksi hepatitis B. Bahkan, sekitar 9 dari 10 bayi yang terinfeksi virus ini, akan terinfeksi seumur hidup.Selain itu, anak yang terkena infeksi hepatitis B pada lima tahun pertama kehidupannya, memiliki risiko 15-25% mengalami kematian di usia dini akibat penyakit hati, termasuk gagal hati dan kanker hati.Untuk itu, manfaat vaksin hepatitis pada bayi adalah untuk melindungi bayi dari infeksi hepatitis B. Selain itu, riset yang terbit pada jurnal World Journal of Hepatology menunjukkan, sebanyak 95% bayi dan anak akan memiliki kekebalan terhadap virus hepatitis B setelah memenuhi jadwal imunisasi yang lengkap.

Berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin hepatitis B pertama atau imunisasi HB 0 pada bayi baru lahir, paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Sebelum divaksin, bayi terlebih dahulu diberi vitamin K melalui suntikan, minimal 30 menit sebelum vaksin.Jenis imunisasi hepatitis B yang diberikan bisa berbeda, yaitu dengan ketentuan berikut ini:
  • Apabila yang diberikan adalah jenis vaksin hepatitis B (vaksin HB) monovalen, maka vaksin diberikan pada usia 0, 1, dan 6 bulan.
  • Bayi yang lahir dari ibu dengan hasil diagnosis berupa HbSAg positif (memiliki virus hepatitis B), akan menerima vaksin hepatitis B, ditambah dengan immunoglobulin hepatitis B (HBIg).
  • Untuk jenis vaksin hepatitis B yang dikombinasikan dengan DTPw (difteri, tetanus, pertusis), maka imunisasi akan didahului dengan pemberian vaksin HB monovalen pada usia 0 bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian vaksin HB kombinasi DTPw pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
  • Apabila dikombinasikan dengan DTPa (difteri, tetanus, pertusis), maka imunisasi hepatitis B akan didahului dengan pemberian vaksin HB monovalen pada usia 0 bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian vaksin HB kombinasi DTPa 2, 4, dan 6 bulan.
Dosis vaksin hepatitis B untuk bayi dan anak usia di bawah 19 tahun yang belum pernah mendapat vaksin adalah 0,5 ml. Untuk orang dewasa yang rentan terkena hepatitis B, imunisasi diberikan sebanyak 1 ml.

Apa efek samping vaksin hepatitis B pada bayi?

Vaksin hepatitis B menimbulkan efek samping demam
Sama halnya dengan pemberian obat, vaksinasi juga dapat menimbulkan efek samping. Namun, efek samping umumnya tidak muncul dan apabila terjadi, hanya akan berdampak ringan.Efek vaksinasi yang paling umum setelah mendapat imunisasi hepatitis B adalah:
  • Demam.
  • Gatal.
  • Mual.
  • Timbul bercak merah di kulit.
  • Bengkak di daerah kulit yang disuntik.
  • Rasa terbakar pada kulit.
  • Sakit kepala.
  • Merasa gampang lelah.
Jika bayi mengalami reaksi alergi setelah divaksin, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Apa komplikasi yang mungkin dialami penderita hepatitis B?

Vaksin hepatitis B mencegah komplikasi penyakit hati
Komplikasi yang mungkin saja terjadi pada penderita hepatitis B adalah:Infeksi hepatitis D hanya dapat terjadi pada orang dengan hepatitis B. Namun, Hepatitis D termasuk jenis hepatitis yang jarang terjadi.

Catatan dari SehatQ

Vaksin hepatitis B wajib diberikan pada bayi sejak baru lahir, tepatnya saat bayi memasuki usia 12 jam.Tidak hanya mencegah terinfeksi hepatitis B, manfaat imunisasi hepatitis B mampu mengurangi risiko terkena sirosis hingga kanker hati.Jangan ragu untuk memberikan vaksin hepatitis B pada bayi. Vaksin ini aman digunakan dan akan membantu bayi Anda tetap terjaga kesehatannya.Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait vaksin hepatitis pada bayi, konsultasikan melalui chat dokter anak di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Jika Anda ingin melengkapi keperluan untuk ibu dan anak, kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
vaksin bayi dan anakimunisasi anakpenyakit hatihepatitis b
Childrens Hospital of Pittsburgh. http://www.chp.edu/our-services/transplant/liver/education/liver-disease-states/hepatitis-b
Diakses pada 25 Juli 2019
Immunization Action Coallition. http://www.immunize.org/catg.d/p4110.pdf
Diakses pada 25 Juli 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324136.php
Diakses pada 25 Juli 2019
Ikatan Dokter Anak Indonesia. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
Diakses pada 25 Juli 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/hepatitis-b
Diakses 29 Mei 2020

World Journal of Hepatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4598613/
Diakses pada 29 Oktober 2020.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait