Apa Saja Fungsi Air Ketuban dan Masalah yang Menyertainya?


Fungsi air ketuban dikenal dapat membantu proses kelahiran ibu hamil. Kenali fungsi cairan ketuban dan faktor lain yang mempengaruhinya berikut.

0,0
27 Jun 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fungsi air ketuban untuk kelahiran salah satunya adalah sebagai penanda kesehatan bayiFungsi air ketuban untuk perkembangan janin dan proses kelahiran sangatlah beragam
Pecah air ketuban merupakan salah satu ciri dari awal proses persalinan yang sangat khas. Cairan inilah yang menemani Si Jabang Bayi selama kurang lebih 9 bulan di kandungan. Namun, tahukah Anda apa sebenarnya fungsi air ketuban atau cairan kebutan?Tidak hanya membantu proses melahirkan, cairan ini juga berperan penting selama bayi berada di dalam rahim. Dalam bahasa medis, air ketuban dinamakan sebagai cairan amnion.

Fungsi air ketuban dalam masa kehamilan

Saat awal kehamilan, air ketuban diproduksi oleh ibu. Baru, pada sekitar usia kehamilan 20 minggu, cairan ketuban sepenuhnya digantikan oleh urin janin, saat menelan dan mengeluarkan cairan.Cairan ketuban diproduksi setelah kantung ketuban terbentuk atau sekitar 12 hari setelah pembuahan. Fungsi air ketuban begitu penting bagi janin. Selain cairan ketuban dapat membantu proses kelahiran, air ketuban juga sudah banyak membantu sejak bayi masih berkembang di dalam rahim.Mengapa cairan ketuban dapat membantu proses kelahiran? Berikut penjelasan fungsi cairan ketuban bagi janin selengkapnya. 

1. Melindungi janin

Air ketuban berfungsi untuk melindungi janin sebagai bantalan yang melindungi bayi dari tekanan, terutama yang datang dari luar perut, seperti benturan, misalnya. Sehingga, cairan ini bisa diibaratkan sebagai shockbreaker yang akan meredam getaran pada kendaraan.

2. Mengontrol suhu rahim

Untuk bisa tumbuh dengan baik, janin perlu berada di dalam kondisi yang ideal dan stabil dan salah satu faktor penentunya adalah suhu. Air ketuban bisa membantu lingkungan rahim tempat bayi berada tetap hangat, sehingga bayi tetap nyaman dan sehat.

3. Mencegah infeksi

Salah satu fungsi air ketuban yang penting untuk diketahui adalah perannya dalam melindungi janin dari berbagai penyakit yang mungkin menyerang. Sebab, cairan ini mengandung antibodi yang bisa mencegah munculnya gangguan kesehatan pada janin.Baca juga: 10 Komplikasi Kehamilan yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil, Salah Satunya Anemia

4. Berperan dalam perkembangan paru dan sistem pencernaan

Selanjutnya, cairan ketuban berfungsi sebagai alat bantu pernapasan janin. Semasa dikandung ibu, bayi berada di dalam cairan ketuban dan menghirupnya. Kegiatan menghirup di dalam air inilah yang kemudian melatih otot paru-paru janin agar bisa berkembang sempurna.Selain itu, selama di dalam kandungan, bayi juga aktif menelan cairan ketuban. Kegiatan menelan ini juga melatih sistem pencernaan bayi agar bisa berkembang dengan baik.

5. Membantu perkembangan otot dan tulang

Air ketuban yang normal dapat memberi ruang dan menjaga janin untuk bergerak dengan baik. Selama berada di dalam cairan ketuban, janin akan bisa bergerak dengan bebas sehingga perkembangan otot dan tulangnya bisa terlatih dan berkembang dengan baik.

6. Menjadi lubrikan atau pelicin

Cairan ketuban juga bisa menjadi pelumas yang mencegah jari-jari tumbuh saling berkaitan satu sama lain dan menjaga perkembangan janin tetap baik. Rendahnya kadar cairan ketuban di rahim bisa menjadi salah satu penyebab bayi lahir dengan kondisi jari-jari yang menyatu.

7. Menjaga kesehatan tali pusar

Fungsi air ketuban yang terakhir adalah sebagai cairan yang mencegah tali pusar tertekan. Seperti yang kita tahu, tali pusar memiliki fungsi yang sangat penting bagi janin karena organ inilah yang memberikan suplai makanan dan oksigen.Baca juga: Waspadalah, Kelainan Plasenta Ini Bisa Bahayakan Nyawa Anda dan Janin

8. Pendeteksi kelainan keturunan

Pertanyaan mengapa cairan ketuban dapat membantu proses kelahiran akan terjawab dengan penjelasan pada poin ini. Air ketuban dapat membantu dalam proses kelahiran karena cairan ini adalah penanda awal bahwa Si Kecil sudah siap untuk lahir ke dunia. Selain itu, cairan ketuban juga bisa menjadi penanda ada atau tidaknya infeksi pada bayi baru lahir.“Saat bayi baru lahir, salah satu yang dicek selain kondisi fisiknya adalah warna air ketubannya. Kalau saat lahir itu air ketuban warnanya hijau, itu tandanya bayi mungkin saja terkena infeksi,” ujar dr. Karlina Lestari, medical editor SehatQ.Berdasarkan penjelasan dr. Karlina, infeksi yang dimaksud di sini adalah infeksi yang disebabkan oleh paparan mekonium, atau tinja pertama yang keluar saat bayi baru lahir. Warna hijau pada air ketuban menandakan kontaminasi mekonium dan akan meningkatkan risiko bayi terkena infeksi.

Macam-macam masalah pada cairan ketuban yang mungkin terjadi

Mengutip Medline Plus, fungsi air ketuban dapat terganggu jika cairan ketuban tidak normal. Jumlah cairan ketuban normal berkisar pada 60 ml ketika berusia 12 minggu, 175 ml di usia 16 minggu dan 400-1200 ml di usia kehamilan 34-38 minggu.Adapun macam-macam masalah pada cairan ketuban yang mungkin terjadi adalah:
  • Air ketuban terlalu banyak atau polihidramnion yang bisa meningkatkan risiko bayi sungsang, kelahiran prematur hingga perdarahan pasca melahirkan.
  • Air ketuban terlalu sedikit atau oligohidramnion yang dapat menjadi tanda adanya kegagalan plasenta atau gangguan perkembangan janin.
  • Ketuban pecah dini yaitu pecahnya ketuban sebelum menginjak usia 37 minggu. 
  • Air ketuban berwarna tidak normal. Air ketuban yang tidak normal ditandai dengan keluarnya cairan berwarna kehijauan, kekuningan, kental, berbau tidak sedap atau bercampur dengan banyak darah.
  • Air ketuban terinfeksi bakteri atau korioamnionitis adalah kondisi yang menjadi penyebab kelahiran prematur paling umum. 
Meski termasuk ke dalam gangguan kehamilan yang umum, namun masalah cairan ketuban di atas tidak boleh dibiarkan, karena dapat berbahaya dan mengancam jiwa. Untuk itu, lakukan pemeriksaan kehamilan rutin untuk mendeteksi adanya gangguan cairan ketuban lebih awal.

Fakta lain seputar air ketuban yang perlu Anda tahu

Selain fungsi cairan ketuban, ada beberapa fakta lain mengenai cairan ini yang perlu diketahui, terutama oleh para calon orangtua baru, seperti berikut ini.
  • Jumlah air ketuban akan bertambah saat usia kehamilan memasuki 36 minggu, tapi bisa kembali menurun setelahnya.
  • Ibu hamil yang volume air ketubannya lebih rendah dari normal disebut mengalami oligohydramnios.
  • Sementara itu, ibu hamil yang volume air ketubannya lebih banyak dari normal disebut polyhydramnios.
  • Warna air ketuban yang normal adalah bening atau sedikit kekuningan.
  • Oligohydramnios bisa menandakan kerusakan janin, disfungsi plasenta, atau abnormalitas pada bayi.
  • Polyhydramnios bisa menandakan kehamilan anak kembar, penyakit kongenital, atau diabetes gestasional.
Fungsi air ketuban atau fungsi cairan ketuban (cairan amnion) sangatlah penting, baik selama masa kehamilan maupun persalinan. Sehingga, pastikan ibu hamil tidak lupa untuk menjalani pemeriksaan secara rutin ke dokter kandungan. Dengan begitu, gangguan kehamilan yang berhubungan dengan air ketuban maupun yang lainnya, bisa dideteksi dan ditangani sejak dini.Jika Anda ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
melahirkanmenjaga kehamilanpersalinanpemeriksaan kehamilan
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/307082
Diakses pada 15 Juni 2020
March of Dimes. https://www.marchofdimes.org/pregnancy/amniotic-fluid.aspx
Diakses pada 15 Juni 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/002220.htm
Diakses pada 15 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait