logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Ini Fakta Tentang Megalomania, Penyakit Kejiwaan yang Haus Kekuasaan

open-summary

Megalomania atau delusions of grandeur adalah gangguan kejiwaan yang berhubungan dengan kekuasaan. Penderitanya tidak dapat membedakan antara apa yang nyata dan tidak sehingga, membuatnya merasa memiliki kekuasaan, dan sulit untuk berpikir secara kritis.


close-summary

5

(7)

27 Mar 2020

| Dessy Diniyanti

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Megalomania atau delusions of grandeur adalah gangguan kejiwaan yang berhubungan dengan kekuasaan.

Megalomania adalah penyakit mental yang membuat penderitanya merasa haus kekuasaan

Table of Content

  • Faktor penyebab megalomania
  • Ciri-ciri megalomania
  • Pengobatan bagi penderita megalomania
  • Catatan dari SehatQ

Delusions of grandeur atau biasa disebut sebagai megalomania adalah penyakit mental yang membuat penderitanya merasa haus kekuasaan. Penyakit kejiwaan ini merupakan gangguan mental yang serius pasalnya, penderita megalomania ini tidak dapat membedakan antara apa yang nyata dan tidak. Akibatnya, penderita megalomania menganggap dirinya memiliki kekuasaan, kecerdasan, dan kekayaan yang tidak sesuai dengan keadaannya.

Advertisement

Kondisi ini juga membuat penderitanya membesar-besarkan suatu kejadian. Bahkan penderitanya, sering kali menganggap tinggi tentang dirinya sendiri. Contohnya, penderita delusions of grandeur akan menganggap dirinya sosok yang kaya raya, seorang penemu yang hebat, atau artis terkenal. Dapat dikatakan bahwa megalomania adalah seseorang yang self-centered atau selalu memprioritaskan diri mereka dan menganggap rendah orang disekelilingnya yang mengarah kepada eksploitasi.

Baca Juga

  • Ciri-ciri Drama Queen Bisa Dilihat dari 10 Hal Ini
  • 9 Langkah yang Mempermudah Pembuatan Rencana Masa Depan
  • Self-esteem Adalah Harga Diri, Ini Pentingnya bagi Kehidupan

Faktor penyebab megalomania

Faktanya peneliti tidak tahu persis apa yang menjadi faktor utama penyebab gangguan megalomania. Umumnya kondisi ini dapat menjadi gejala penyakit mental lainnya seperti, bipolar, demensia, dan skizofrenia. Berikut faktor penyebab megalomania:

  • Penyakit mental di keluarga
  • Ketidakseimbangan kimia dalam otak (neurotransmitter)
  • Stres
  • Penyalahgunaan narkoba
  • Kurangnya interaksi sosial

Ciri-ciri megalomania

  • Memiliki kepercayaan diri yang tinggi
  • Tidak dapat mendengarkan sudut pandang dari orang lain
  • Cara berpikirnya tidak masuk akal
  • Delusi akan superioritas
  • Delusi akan kehebatan
  • Delusi memiliki relasi dan kekuatan yang hebat
  • Self-centered
  • Kurang berempati
  • Ingin orang lain takut kepadanya
  • Mudah berubah mood
  • Suka membesar-besarkan sesuatu
  • Mudah marah

Dari ciri-ciri di atas dapat dibilang bahwa megalomania merupakan bagian dari narsisme. Pasalnya, orang dengan kondisi ini ingin semua hal berpusat pada dirinya sendiri. Bentuk dari egosentris ini sebenarnya juga turut dirasakan oleh orang normal, namun hal itu dapat terjadi setelah apa yang mereka pikirkan sesuai dengan kenyataan. Misalnya, seseorang yang narsis dan merasa dirinya cantik akan semakin narsis ketika bahwa pada kenyataannya ia memang memiliki wajah yang cantik. Namun tidak demikian dengan penderita megalomania.

Kasus parah dari penderita megalomania mereka dapat menganggap dirinya adalah sosok pemimpin agama. Hal ini dikarenakan superioritas yang cenderung mengarah ke dalam dirinya sendiri tanpa melihat kenyataan yang ada. Bahkan untuk memperkuat pernyataannya, mereka tidak ragu untuk menantang orang yang menganggapnya salah.

Demi memenuhi egosentrisnya, mereka dapat membelokkan kenyataan dan sangat mempertahankan ide-ide yang dimiliki. Saat menyampaikan ide, ia juga membatasi dengan syarat dan bukti nyata yang bertentangan dengan ide yang disampaikan. Oleh karena itu, penderita megalomania lebih suka berkumpul bersama orang-orang yang cenderung tidak lebih pintar darinya.

Pengobatan bagi penderita megalomania

Cukup sulit untuk mendapatkan pengobatan untuk gangguan delusi ini karena, penderitanya cenderung tidak menyadari bahwa dirinya memiliki gangguan kejiwaan, atau mungkin penderitanya akan menolak saat ingin menjalani perawatan. Adapun upaya yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Penanganan medis

Dokter akan meresepkan obat untuk gejala psikotik dan depresi yang disesuaikan dengan suasana hati. Namun, upaya ini tidak dapat mengatasi gangguan megalomania sepenuhnya.

  • Terapi kesehatan mental

Beberapa jenis terapi bicara dapat membantu meringankan delusions of grandeur. Dengan melakukan terapi mental ini penderita megalomania dapat mengenali dirinya sendiri, merubah perilaku, dan mengatasi narsisme.

Catatan dari SehatQ

Jika Anda berpikir memiliki gangguan delusi seperti ciri-ciri diatas, Anda perlu tahu bahwa Anda tidak sendiri, ada orang yang juga mengalami gangguan mental tersebut. Anda bisa mencari bantuan dengan berbicara dengan orang terdekat atau konsultasi ke dokter untuk membantu meringankan kesehatan mental Anda.

Advertisement

kesehatan mentalmasalah kejiwaanpenyakit kejiwaan

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved