Ini Efek Samping Kunyit Jika Dikonsumsi Terlalu Banyak

Efek samping kunyit yang dikonsumsi berlebihan tidak boleh diremehkan
Kunyit berpotensi memicu gangguan pencernaan bila dikonsumsi berlebihan

Kunyit memiliki manfaat kesehatan yang tak sedikit. Tanaman rempah ini sering digunakan untuk meredakan mual, perut kembung, nyeri haid, dan masalah lainnya.

Namun kunyit bisa menimbulkan sejumlah efek samping saat dikonsumsi terlalu banyak. Apa saja efek samping kunyit yang perlu Anda perhatikan?

Efek samping kunyit jika dikonsumsi berlebih

Sebetulnya, kunyit tergolong aman dan jarang menimbulkan efek samping yang serius. Tapi untuk beberapa orang, mengonsumsi kunyit terlalu banyak bisa memicu efek samping yang tidak mengenakkan. 

Berikut sederet efek samping kunyit yang perlu Anda waspadai:

  • Iritasi pencernaan

Meski baik untuk pencernaan, kunyit dapat mengiritasi pencernaan jika dikonsumsi berlebih. Pasalnya, kunyit memiliki efek yang mampu merangsang lambung untuk memproduksi lebih banyak asam.

  • Batu ginjal

Kunyit tinggi akan oksalat. Senyawa ini dapat membentuk batu ginjal bila dikonsumsi secara berlebihan. Batu ginjal bisa memicu nyeri yang hebat dan rasa tidak nyaman. 

  • Sakit kepala dan mual

Efek samping kunyit berupa sakit kepala dan mual pun bisa terjadi saat kunyit dikonsumsi dalam dosis tinggi, misalnya di atas 450 miligram (mg). 

  • Ruam kulit

Konsumsi kunyit secara berlebih dilaporkan dapat memicu ruam kulit. Tapi efek samping kunyit ini tergolong jarang terjadi. 

  • Intoleransi gluten dan penyakit celiac

Bubuk kunyit yang dijual di pasaran bisa mengandung gandum, jelai (barley), dan gandum hitam (rye).

Jika dikonsumsi oleh pengidap intoleransi gluten atau penderita penyakit celiac yang ‘alergi’ gluten, bisa membuat kekambuhan atau memperburuk gejala. Pasalnya, gluten merupakan protein yang ditemukan pada gandum, jelai, dan gandum hitam. 

  • Kanker

Beberapa bubuk kunyit bisa saja mengandung pewarna makanan. Contohnya, pewarna makanan jenis metanil yellow atau acid yellow 36 yang sering digunakan saat pengolahan kunyit di India.

Menurut beberapa penelitian pada hewan, metanil yellow berpotensi menyebabkan kanker bila dikonsumsi dalam dosis tinggi.

  • Kontraksi

Wanita hamil harus menghindari konsumsi kunyit. Rempah ini diyakini dapat merangsang kontraksi rahim, sehingga bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur dan keguguran.

Berapa banyak dosis kunyit yang dianjurkan?

Belum ada rekomendasi resmi mengenai seberapa banyak konsumsi kunyit yang diperbolehkan agar bermanfaat bagi kesehatan. Secara umum, Anda tidak boleh mengonsumsinya melebihi dosis yang tertera pada label suplemen. 

Sementara menurut The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA), tingkat asupan kunyit harian yang disarankan adalah 3 mg per kilogram berat badan. Sebagai contoh, orang dengan berat 50 kg hanya boleh mengonsumsi kunyit sebanyak 150 mg per hari.

Di sisi lain, suatu penelitian menyimpulkan bahwa dosis 3,600-8,000 mg per hari tidak menyebabkan efek samping serius. Sedangkan studi lainnya menunjukkan bahwa dosis tunggal 12,000 mg masih bisa ditoleransi.

Untuk lebih amannya, Anda sebaiknya mengonsultasikannya dengan dokter sebeum mengonsumsi suplemen kunyit. Dengan ini, takaran bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan

Efek samping kunyit tidak dapat Anda remehkan begitu saja. Sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya, orang-orang yang memiliki penyakit atau kondisi berikut disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu: 

Jika Anda sedang rutin mengonsumsi obat tertentu, pastikan juga untuk berbicara dengan dokter sebelum mengonsumsi kunyit. Pasalnya, kunyit dapat berinteraksi dengan berbagai jenis obat. 

Contoh obat tersebut meliputi obat-obatan untuk menangani penyakit infeksi (seperti HIV, malaria, dan tuberkulosis), depresi, asma, alergi, kanker, impotensi, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, migrain, kejang, dan banyak lagi.

Kunyit dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun bukan berarti Anda boleh mengonsumsi rempah ini sebanyak-banyaknya. Anda harus menaati takaran yang tertera pada kemasan agar tidak overdosis, terutama jika Anda mengonsumsinya dalam bentuk suplemen. 

Anda juga bisa berkonsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi kunyit guna mencegah terjadinya efek samping, khususnya bila Anda memiliki penyakit atau kondisi medis tertentu. Pasalnya, efek samping kunyit bisa menimbulkan gejala-gejala yang mengganggu hingga berbahaya.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/turmeric-side-effects
Diakses pada 21 Januari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318405.php
Diakses pada 21 Januari 2020

Drugs.com. https://www.drugs.com/mtm/turmeric.html
Diakses pada 21 Januari 2020

Artikel Terkait

Banner Telemed