Ini Dia Pantangan Makanan Setelah Operasi Usus Buntu

Daging merah adalah jenis makanan pantangan setelah operasi usus buntu yang harus dihindari
Jenis makanan pantangan setelah operasi usus buntu sebaiknya dilakukan untuk mempercepat pemulihan

Operasi usus buntu adalah salah satu tindakan untuk mengatasi radang usus buntu. Setelah operasi usus buntu, ada beberapa jenis makanan pantangan yang harus dipatuhi para pasien.

Jenis makanan pantangan setelah operasi usus buntu dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat proses pemulihan serta mencegah timbulnya risiko komplikasi, seperti sembelit atau gula darah tinggi.

Lantas, apa saja jenis makanan pantangan setelah operasi usus buntu yang harus dihindari pasien?

Deretan makanan pantangan setelah operasi usus buntu

Sebenarnya, apendiks atau kantung yang merupakan bagian luar dari usus besar, tidak memiliki peran utama dalam sistem pencernaan.

Kendati demikian, ada beberapa makanan pantangan setelah operasi usus buntu yang harus dihindari guna mencegah timbulnya nyeri pada perut dan meringankan kerja sistem pencernaan.

Jenis makanan pantangan yang dianjurkan tergantung rekomendasi yang diberikan oleh dokter Anda. Secara umum, berikut adalah deretan makanan pantangan setelah operasi usus buntu.

1. Makanan yang mengandung lemak tinggi

Daging merah adalah salah satu jenis makanan pantangan setelah operasi usus buntu
Daging merah adalah makanan yang mengandung lemak tinggi

Salah satu pantangan setelah operasi usus buntu adalah mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi. Misalnya, gorengan, makanan olahan, daging, keju, kue manis, cokelat, dan susu.

Makanan tinggi lemak sulit dicerna oleh tubuh. Akibatnya, pasien operasi usus buntu bisa merasa mual, bahkan menyebabkan diare.

2. Makanan yang mengandung gas tinggi

Setelah melakukan prosedur operasi, umumnya pasien akan merasa kembung dan ingin buang gas. Oleh karena itu, pasien operasi termasuk operasi usus buntu sebaiknya tidak makan makanan yang mengandung gas tinggi.

Makanan yang mengandung gas tinggi dapat menyebabkan perut semakin kembung dan terasa tidak nyaman. Beberapa jenis makanan yang mengandung gas tinggi, antara lain kacang-kacangan, kubis, kol, brokoli, dan selada.

3. Makanan tinggi gula

Jenis makanan pantangan setelah operasi usus buntu lainnya adalah kue
Kue yang manis bisa menimbulkan diare setelah operasi usus buntu

Makanan pantangan setelah operasi usus buntu yang tidak boleh dikonsumsi berikutnya adalah yang mengandung tinggi gula, seperti permen, jelly, dan kue-kue kering.

Mengonsumsi makanan yang mengandung gula dalam jumlah besar dapat menimbulkan diare pascaoperasi usus buntu.

4. Makanan bertekstur padat

Kacang-kacangan adalah makanan pantangan setelah operasi usus buntu
Kacang-kacangan membutuhkan waktu lama untuk dicerna

Setelah operasi usus buntu, tubuh Anda akan melalui proses pemulihan. Makan makanan bertekstur padat akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna.

Contoh makanan bertekstur padat, yakni daging merah, beberapa jenis sayuran, kacang-kacangan, dan jenis makanan padat lainnya yang membutuhkan usaha untuk dikunyah.

5. Makanan pedas

Pantangan makanan setelah operasi usus buntu lainnya, yaitu makanan pedas. Ya, makanan pedas bisa menyebabkan risiko komplikasi pada pencernaan, seperti perut terasa tidak nyaman hingga diare.

Bukan tidak mungkin mengonsumsi makanan pedas pascaoperasi usus buntu dapat menimbulkan komplikasi lain.

6. Minuman atau minuman yang mengandung alkohol

Minuman atau makanan yang mengandung alkohol sebaiknya hindari untuk dikonsumsi setelah Anda melakukan prosedur operasi apa pun, termasuk operasi usus buntu.

Selain tidak baik bagi kesehatan tubuh, konsumsi minuman atau makanan yang mengandung alkohol dapat bereaksi negatif apabila bertemu dengan sisa pembiusan dalam tubuh setelah operasi.

Akan tetapi, jenis makanan pantangan setelah operasi usus buntu ini belum tentu berlaku bagi setiap orang. Pasalnya, beberapa orang mungkin bisa mengonsumsi makanan tersebut pascaoperasi.

Anjuran makanan yang bisa dikonsumsi setelah operasi usus buntu

Berikut adalah pilihan makanan yang bisa Anda konsumsi setelah operasi usus buntu, meliputi:

1. Makanan bertekstur halus dan mudah dicerna

Setelah menjalani tindakan operasi apa pun, termasuk operasi usus buntu, sebaiknya mulailah dengan mengonsumsi makanan bertekstur halus dan mudah dicerna. Kedua jenis makanan tersebut tidak berisiko menimbulkan gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah.

Meski mengandung banyak protein dan kalsium, jenis makanan ini memiliki kandungan vitamin dan zat besi yang sedikit. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya tidak mengonsumsinya dalam jangka waktu yang lama.

Beberapa rekomendasi makanan bertekstur halus dan mudah dicerna adalah

  • Sup kaldu

Sup kaldu adalah salah satu makanan halus dan mudah dicerna. Anda bisa mengonsumsinya sedikit demi sedikit guna menghindari timbulnya rasa mual dan muntah. Kandungan protein dalam sup kaldu dapat membantu mengembalikan kekuatan tubuh dan mempercepat proses pemulihan Anda.

  • Labu

Labu memiliki banyak nutrisi, terutama beta karoten, di dalamnya. Beta karoten mengandung vitamin A yang membantu mempercepat proses penyembuhan. Konsumsi labu yang dimasak dengan cara dihaluskan sehingga jadi lebih mudah dicerna.

Selain labu, Anda juga mengonsumsi jenis makanan lain yang mengandung beta karoten, seperti wortel dan beberapa sayuran hijau. Pastikan makanan tersebut dimasak dengan benar agar mudah dicerna.

  • Yogurt

Yogurt juga bisa Anda konsumsi sebagai makanan yang bisa dikonsumsi setelah operasi usus buntu. Tak hanya mudah dicerna, yogurt juga memiliki nutrisi yang baik. Anda bisa memilih yogurt rendah gula yang lebih mudah dicerna oleh tubuh.

Makanlah yogurt sedikit demi sedikit, lalu tingkatkan jumlah konsumsinya.

2. Makanan yang mengandung banyak nutrisi

Setelah beberapa hari pascaoperasi usus buntu, secara bertahap Anda dapat mengonsumsi makanan dengan tekstur sedikit lebih padat dari sebelumnya. Namun, pastikan jenis makanan tersebut harus yang mengandung banyak nutrisi, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

Berbagai jenis makanan yang bisa menjadi pilihan adalah yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan zat besi, seperti biji-bijian utuh, daging merah, ikan, telur, serta buah-buahan dan sayuran segar.

Makan makanan yang mengandung banyak nutrisi dapat membantu mempercepat proses pemulihan Anda setelah operasi.

Pilihan makanan dapat berupa bubur, nasi tim atau nasi lunak. Walaupun daging, sayuran, dan beberapa jenis makanan lainnya memiliki tekstur keras, Anda dapat mengolahnya sampai benar-benar lunak untuk dinikmati.

Tetap penuhi kebutuhan nutrisi yang lengkap agar bekas operasi cepat sembuh dan membaik, kecuali memang Anda memiliki alergi terhadap makanan tertentu.

Para pasien usus buntu mungkin merasa sulit makan lantaran makanan hambar yang dimakan. Untuk menyiasatinya, makanlah sedikit demi sedikit, tetapi dalam jumlah lebih sering.

Langkah ini untuk memastikan tubuh tetap mendapatkan nutrisi dan kalori yang diperlukan demi penyembuhan Anda.

Anda pun bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui berbagai pantangan setelah operasi usus buntu lainnya.

Kaiser Permanente. https://healthy.kaiserpermanente.org/health-wellness/health-encyclopedia/he.appendectomy-what-to-expect-at-home.ug3573

Diakses pada 6 Februari 2020

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/467231-what-foods-should-a-person-not-eat-after-appendix-surgery/

Diakses pada 6 Februari 2020

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/333270-the-best-foods-to-eat-after-appendix-surgery/

Diakses pada 6 Februari 2020

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/424957-post-appendectomy-diet/

Diakses pada 6 Februari 2020

New Health Advisor. https://www.newhealthadvisor.org/what-to-eat-after-appendix-surgery.html

Diakses pada 6 Februari 2020

Artikel Terkait