10 Dampak Perceraian terhadap Anak yang Penting Diwaspadai


Dampak perceraian terhadap anak di antaranya mengganggu kesehatan mental, mengundang perilaku buruk, hingga penurunan nilai akademis di sekolah.

0,0
23 Oct 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Dampak perceraian bagi anakAda banyak dampak perceraian bagi anak, salah satunya menurunkan performa akademis.
Perceraian tidak hanya berdampak buruk pada pasangan suami dan istri saja, tapi juga anak-anak. Perpisahan kedua orangtua dinilai dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental dan fisik anak. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai dampak perceraian terhadap anak, berikut adalah penjelasan yang bisa Anda simak.

10 dampak perceraian terhadap anak

Saat hubungan pernikahan berada di ujung tanduk, perceraian kerap dipertimbangkan sebagai jalan keluarnya. Namun, tidak jarang ada pasangan yang Ingin bercerai tapi kasihan anak. Kehadiran anak dapat membuat perceraian terasa semakin berat bagi kedua belah pihak.Perceraian dapat meninggalkan sejumlah dampak bagi kehidupan anak. Berikut adalah berbagai potensi efek perceraian bagi anak yang perlu diperhatikan.

1. Risiko gangguan mental

Terlepas dari usia dan jenis kelamin, anak korban perceraian orangtua memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami gangguan mental.Sebagian anak korban perceraian memang mampu melakukan penyesuaian dan bisa pulih beberapa bulan kemudian. Namun, tak sedikit pula yang mengalami depresi dan gangguan kecemasan.

2. Perilaku eksternalisasi

Dibandingkan dengan anak-anak dengan keluarga utuh, anak korban perceraian sangat rentan terhadap perilaku eksternalisasi atau masalah perilaku yang ditujukan pada lingkungan luar. Beberapa contoh perilaku eksternalisasi adalah:
  • Conduct disorder, yaitu gangguan perilaku yang ditandai dengan penyimpangan norma sosial dan perampasan hak orang lain
  • Delinquency, yaitu kenakalan yang dilakukan oleh remaja di bawah umur
  • Perilaku impulsif, yaitu melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang.
Dampak perceraian bikin anak nakal
Si Kecil rentan menjadi nakal, karena orangtua yang bercerai
Selain itu, perceraian orangtua menempatkan anak pada risiko terhadap konflik dengan anak-anak lain seusianya.

3. Perilaku berisiko

Selain rentan berperilaku tidak baik terhadap lingkungan luarnya, anak korban perceraian juga berisiko terhadap tindakan berbahaya yang mengancam kesehatannya. Beberapa kemungkinan perilaku berisiko tersebut adalah:
  • Melakukan penyalahgunaan obat terlarang
  • Melakukan seks di usia dini
  • Merokok
  • Mengonsumsi alkohol sebelum waktunya.
Menurut ahli, anak yang orangtuanya memutuskan bercerai saat ia berusia 5 tahun atau kurang, berisiko untuk menjadi aktif secara seksual sebelum menginjak usia 16 tahun.Selain itu, anak-anak yang berpisah dari ayah mereka, juga berpotensi melakukan seks berganti-ganti pasangan selama masa remaja.

4. Penurunan prestasi di sekolah

Penurunan prestasi di sekolah dianggap bisa terjadi akibat perceraian bagi anak. Menurut ahli, anak yang menghadapi perceraian orangtuanya yang dikabarkan dengan tiba-tiba, memiliki masalah pada prestasi belajar di sekolah.Apabila anak sudah memperkirakan bahwa orangtuanya akan bercerai, kemungkinan dampaknya mungkin tidak separah kasus pertama.Dampak perceraian terhadap pendidikan anak ini tentu perlu diperhatikan guna menjaga nilai akademisnya di sekolah.

5. Merasa bersalah

Perasaan anak yang orangtuanya bercerai juga bisa terganggu. Dilansir dari Family Means, anak dapat merasa bersalah saat kedua orangtuanya berpisah.Sebab, anak-anak dapat berpikiran bahwa mereka yang biang keladi di balik perceraian orangtuanya. Tekanan dari perasaan bersalah ini dapat mengundang depresi, stres, dan masalah kesehatan lainnya.

6. Masalah kesehatan

Tidak hanya kesehatan mental anak saja yang terdampak dari perceraian, tapi juga kesehatan fisiknya. Anak korban perceraian dianggap lebih berisiko mengidap penyakit karena beberapa faktor, salah satunya kesulitan tidur di malam hari.Kurang tidur dapat mengundang sejumlah masalah kesehatan, mulai dari kenaikan berat badan berlebih hingga melemahnya sistem imun.

7. Menarik diri dari lingkungan sosial

Anak-anak dapat menarik dirinya dari lingkungan sosial akibat perceraian orangtua. Si kecil kemungkinan tidak lagi semangat untuk bertemu teman-teman atau menghadiri acara sekolahnya.Hal ini terjadi karena ada banyak perasaan yang ia rasakan di dalam dirinya sehingga menyebabkan rasa cemas dan malu untuk bersosialisasi.

8. Berisiko mengalami perceraian di masa depan

Menurut berbagai studi yang diulas dalam jurnal Population and Development Review, dampak orangtua bercerai bagi anak dianggap bisa membuatnya mengalami hal yang sama di masa depan.Pasalnya, perpisahan kedua orangtuanya dapat mengubah sikap anak terhadap hubungan. Mereka mungkin kurang tertarik untuk memiliki hubungan jangka panjang yang berkomitmen saat mereka beranjak dewasa.

9. Amarah yang membara

Terdapat beberapa dampak perceraian bagi psikologis anak, salah satunya bisa membuat anak mudah marah.Dalam beberapa kasus, emosi anak menjadi tak terkontrol saat kedua orangtuanya bercerai. Hal ini berpotensi membuat amarah di dalam diri anak membara.Amarah ini dapat diluapkan kepada kedua orangtuanya, diri mereka sendiri, teman-teman, atau orang lain.Tidak hanya itu, dampak perceraian bagi anak juga dinilai bisa membuat si kecil menjadi mudah murah.

10. Sulit beradaptasi

Dampak orangtua bercerai bagi anak juga dapat membuat anak kesulitan beradaptasi. Saat kedua orangtua bercerai, kemungkinan anak dapat dihadapkan dengan situasi, keluarga, lingkungan atau orangtua baru. Situasi ini dapat menuntut anak untuk beradaptasi dengan cepat.Belum lagi kalau anak harus pindah ke sekolah baru karena ikut dengan orangtua tirinya. Kondisi ini bisa menuntut anak untuk beradaptasi dengan teman-teman dan lingkungan baru yang masih asing untuknya. 

Membantu anak untuk pulih dalam menghadapi perceraian orangtua

Komitmen kedua orangtua terhadap anak tetap dibutuhkan meski Anda berdua memutuskan untuk bercerai. Dampingi anak dalam melalui momen pahit ini supaya ia bisa terhindar dari berbagai dampak negatifnya.Berikut adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak menghadapi perceraian dan mengantisipasi dampak yang lebih parah.

1. Meminta anak untuk jujur

Doronglah Si Kecil untuk terus menyampaikan setiap perasaannya terhadap perceraian Anda dan pasangan. Anda dapat mengungkapkan, mengetahui perasaannya sangat penting bagi Anda.

2. Menerima perasaan anak

Sampaikan pada anak, bahwa perasaan sedih dan marah yang ia rasakan merupakan hal yang wajar. Misalnya, Anda dapat menyampaikan bahwa Anda dan pasangan sangat memahami perasaan yang muncul dalam hatinya.

3. Menanyakan bantuan yang bisa Anda berikan

Anda dapat menawarkan bantuan, agar anak merasa lebih baik. Ada kemungkinan bahwa Si Kecil tidak tahu bantuan yang bisa Anda berikan, sehingga memberikan ide juga dianjurkan.

4. Meminta bantuan ahli

Walau kesedihan dan kemarahan Si Kecil dapat menjadi wajar, dampak perceraian bisa saja tidak kunjung hilang. Pada titik ini, mencari bantuan ahli seperti psikolog maupun psikiater, sangat disarankan.
Menanyakan perasaan anak
Tanyakan bantuan yang bisa Anda berikan pada anak, dalam menghadapi perceraian
Terapi dan layanan pendukung, mungkin akan disarankan oleh dokter. Terapi tersebut dapat berupa terapi individual bagi anak, maupun terapi keluarga untuk menyampaikan perubahan dalam dinamika keluarga Anda.

5. Menjadi pendengar yang baik

Meski Anda dan pasangan sudah berpisah, pastikan pada anak bahwa Anda tetap bisa menjadi pendengar yang baik baginya.Jelaskan pada anak bahwa ia bisa meluapkan keluh kesahnya kepada diri Anda. Jangan lupa untuk mendengarkan unek-uneknya tanpa menghakimi.

6. Tetap menjadi sosok orangtua bagi anak

Perceraian tidak boleh dijadikan sebagai alasan untuk memutuskan hubungan Anda dengan anak-anak. Tetaplah menjadi sosok ayah dan ibu bagi mereka.Hadirlah di setiap acara-acara penting anak, seperti ulang tahun, hari kelulusan, hingga pernikahan mereka. Bagaimana pun juga, Anda adalah orangtuanya meski secara hukum hubungan Anda dan pasangan sudah bercerai.Jangan lupa juga untuk terus membimbing dan membantu mereka jika anak memiliki kesulitan di dalam hidupnya.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
tips parentingperceraiangaya parenting
Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/parenting-family/children-and-divorce.htm
Diakses pada 23 Oktober 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/help-child-divorce.html
Diakses pada 23 Oktober 2019
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/delinquency
Diakses pada 23 Oktober 2019
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/psychological-effects-of-divorce-on-kids-4140170
Diakses pada 23 Oktober 2019
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/signs-of-conduct-disorder-in-children-4127239
Diakses pada 23 Oktober 2019
Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/side-effects-divorced-parents-children_0022338/
Diakses pada 3 November 2021
Family Means. https://www.familymeans.org/effects-of-divorce-on-children.html
Diakses pada 3 November 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/sleep-deprivation/effects-on-body#Central-nervous-system
Diakses pada 3 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait