logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Ini Ciri-Ciri Sinus yang Membedakannya dengan Pilek Biasa

open-summary

Meski terlihat seperti flu, sebenarnya sinusitis memiliki ciri-ciri yang membedakannya. Salah satunya adalah memiliki durasi yang lebih lama. Tapi tentu perbedaan ciri-ciri sinus bukan hanya itu saja. Pemicu dari sinus adalah alergi, infeksi bakteri, virus, dan jamur. Sementara pilek akibat common cold disebabkan oleh virus.


close-summary

16 Jun 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Gejala sinus terkadang mirip dengan gejala flu

Sekilas sinus memiliki gejala mirip flu

Table of Content

  • Ciri-ciri sinus
  • Kapan harus ke dokter?

Orang yang mengalami masalah dengan sinusitis sekilas terlihat seperti sedang flu atau pilek, hanya saja durasinya lebih panjang. Tapi tentu perbedaan ciri-ciri sinus bukan hanya itu saja. Pemicu dari sinus adalah alergi, infeksi bakteri, virus, dan jamur. Sementara pilek akibat common cold disebabkan oleh virus.

Advertisement

Mengingat pemicu dari kedua kondisi ini berbeda, maka cara menanganinya pun berbeda. Pilek atau flu bisa didiagnosis lewat pemeriksaan fisik biasa. Sementara untuk masalah pada sinusitis, dokter bisa melakukan rhinoscopy dengan memasukkan endoscope perlahan ke dalam hidung.

Ciri-ciri sinus

Beberapa hal di bawah ini adalah ciri-ciri sinus yang membedakannya dengan pilek atau flu biasa. Apa saja?

  • Demam
  • Rasa nyeri di sekitar sinus, terutama ketika wajah ditekan
  • Rasa nyeri di sekitar gigi
  • Bau mulut
  • Rasa pahit di mulut
  • Muncul lendir berwarna hijau/kuning dari hidung
  • Berlangsung dalam hitungan minggu hingga bulan

Meskipun salah satu ciri-ciri sinus berkaitan dengan rasa nyeri pada gigi, bukan berarti sinusitis bisa berpengaruh pada kesehatan gigi. Hanya saja, tekanan yang terjadi saat mengalami infeksi sinus bisa memicu rasa tidak nyaman di gigi bagian atas karena lokasinya dekat dengan area sinus.

Infeksi sinus bisa berlangsung lebih lama dibandingkan dengan pilek atau flu. Bagi penderita sinusitis akut, durasinya sekitar satu bulan. Namun pada kasus sinusitis kronis bisa mengalami ciri-ciri sinus selama tiga bulan, gejalanya pun bisa datang dan pergi.

Selain itu, ada beberapa gejala pada pilek atau flu biasa yang jarang terjadi pada penderita infeksi sinusitis. Bersin-bersin dan panas dalam biasanya hanya terjadi pada kasus common cold saja, tidak pada sinusitis.

Pembeda lain antara sinusitis dan pilek adalah durasi. Selain sinusitis cenderung lebih lama sejak pertama kali terinfeksi, common cold biasanya berlangsung 7-10 hari. Kondisi terburuk terjadi pada 1-2 hari pertama.

Baca Juga

  • Telapak Tangan Terasa Panas Seperti Terbakar, Ini 7 Penyebabnya
  • Berbagai Jenis Olahraga untuk Penderita Asma yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan
  • Apa Itu Thalasemia Minor dan Mayor? Ini Penjelasan Lengkapnya untuk Anda

Kapan harus ke dokter?

Ketika seseorang mengalami ciri-ciri sinus yang tidak kunjung pergi dalam hitungan bulan, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter. Atau, jangan tunggu terlalu lama apabila gejala sinusitis yang dialami sudah mengganggu aktivitas.

Setiap orang dalam usia berapa pun bisa mengalami infeksi sinus apabila terpapar bakteri, virus, atau jamur penyebab infeksinya. Saat memeriksakan diri, dokter akan melakukan evaluasi ciri-ciri sinus yang berbahaya seperti:

  • Leher terasa kaku
  • Sakit kepala parah
  • Penglihatan ganda
  • Disorientasi atau merasa bingung
  • Pembengkakan atau kemerahan di sekitar pipi dan mata

Dokter bisa melakukan rhinoscopy yaitu prosedur memasukkan selang kecil lentur ke dalam hidung dan rongga sinus sehingga bisa melihat kondisi anatomis sinus dengan jelas. Lebih jauh lagi, apabila dokter menduga alergi sebagai pemicu sinusitis, maka akan dilakukan skin test untuk mengidentifikasi apa alergen pemicunya.

Untuk jenis pengobatannya, semprotan dekongestan bisa membantu melegakan hidung. Selain itu, dokter juga bisa meresepkan nasal spray yang mengandung kortikosteroid. Apabila peradangan sinusitis sudah cukup parah, dokter juga bisa meresepkan obat dalam bentuk pil.

Sementara jika sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter juga akan meresepkan antibiotik. Konsumsi antibiotik harus sesuai dengan dosis dan durasi yang ditentukan agar efektif.

Bagi orang yang sering mengalami masalah pada sinus berulang, penting untuk mengatahui apa pemicunya. Dengan demikian, dokter dapat membantu mengurangi risiko mengalami masalah sinusitis di masa depan.

Penderita sinusitis juga harus memastikan tangan selalu dalam kondisi bersih, menghindari interaksi dengan orang yang sedang sakit, dan mencari tahu apakah ada alergen tertentu pemicu masalah pada sinus.

Advertisement

penyakitsinusitissinusitis akut

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved