Seperti Apa Penularan Virus Flu Burung pada Manusia?

Melakukan kontak langsung dengan unggas, memiliki potensi tertular visrus flu burung
Kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi, bisa meningkatkan risiko terhadap penularan virus flu burung.

Flu burung atau avian influenza adalah infeksi virus yang ditularkan antarunggas. Beberapa tipe virus flu burung dapat menginfeksi manusia dan mamalia lainnya. Misalnya, virus H5N1 dan H7N9.

Flu burung telah ditemukan di berbagai benua dan negara seperti Afrika, Eropa, Amerika Utara, dan Asia termasuk Indonesia. Ketika virus flu burung ini menginfeksi unggas, manusia, dan mamalia lain, dampaknya bisa fatal.

[[artikel-terkait]]

Berbagai cara penularan flu burung

Metode penularan flu burung yang utama dari unggas ke manusia adalah melalui kontak dekat dengan unggas, kotoran unggas, cairan sekresi dari mata, hidung dan mulut unggas. Berikut ini 3 cara penularan flu burung yang telah diketahui.

1. Berada di pasar burung

Manusia dapat terinfeksi pada saat membersihkan kandang atau mencabuti bulu unggas. Di Tiongkok, terjadi penularan melalui inhalasi atau menghirup udara yang mengandung partikel virus flu burung, di pasar burung.

2. Bermain sabung ayam

Selain itu, penularan melalui air pada saat berenang atau berendam air yang telah terkontaminasi kotoran unggas dengan flu burung, juga dapat terjadi. Beberapa infeksi juga terjadi pada pemain sabung ayam, dengan ayam yang juga telah terinfeksi.

3. Mengonsumsi ayam atau telur yang belum matang

Ayam atau telur yang telah dimasak dengan matang, terbukti tidak dapat menularkan virus flu burung. Dalam keadaan tidak matang, ayam dan telur dapat menjadi sumber penularan flu burung. Daging unggas aman dikonsumsi jika dimasak pada suhu 74 derajat Celcius dan telur harus dimasak sampai berwarna putih dan kuning. 

Dampak penularan virus flu burung

Virus H5N1 yang ditemukan pada manusia tahun 1997, telah membunuh 60% penderita yang terinfeksi virus ini. Individu dengan infeksi virus flu burung, biasanya memiliki riwayat kontak dengan unggas yang sakit.

Untungnya tidak seperti virus flu pada manusia, virus flu burung sulit ditularkan antar manusia. Namun, beberapa kasus transmisi atau penularan antarmanusia pernah didokumentasikan, terutama pada orang yang memiliki hubungan dekat, seperti ibu dan anak.

Unggas yang hidup di perairan, terutama bebek liar, merupakan pembawa virus flu burung alami. Diduga bebek liar berkontribusi atas penyebaran virus flu burung ke unggas domestik, atau hewan ternak seperti ayam, angsa dan kalkun.

Gejala flu burung muncul seminggu setelah infeksi

Gejala flu burung muncul dua hingga tujuh hari setelah terjadinya infeksi, bergantung pada tipe virus flu burung yang menginfeksi. Pada kebanyakan kasus, gejala flu burung mirip dengan gejala influenza, seperti:

  • Batuk
  • Demam
  • Nyeri tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Nyeri kepala
  • Sesak
  • Mual, muntah, dan diare

Selain itu, seperti dikemukakan di atas, infeksi flu burung dapat berakibat fatal. Hal ini disebabkan oleh komplikasi pada infeksi flu burung seperti:

Meskipun masih menjadi misteri, beberapa kasus penularan flu antarmanusia juga pernah dilaporkan. Di Indonesia, penyebaran flu burung antarindividu dilaporkan terjadi pada tahun 2006. Ketika itu, flu burung menyebar pada delapan anggota keluarga yang memiliki kontak dekat, dan tujuh di antaranya meninggal dunia.

Meskipun bersifat fatal, penularan virus flu burung dapat dicegah. Selalu ikuti kabar berita terakhir untuk mengetahui status kasus flu burung yang sedang terjadi. Sebisa mungkin, batasi kontak langsung dengan unggas, untuk mencegah penularan.

Artikel Terkait

Banner Telemed