Ini Cara Menghitung Usia Kehamilan Jika Haid Tidak Teratur

(0)
23 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara menghitung usia kehamilan jika haid tidak teratur dapat dilakukan dengan perhitungan sederhanaAda beberapa cara menghitung usia kehamilan jika siklus haid tidak teratur
Menghitung usia kehamilan biasanya didasarkan atas hari pertama haid terakhir (HPHT), tapi metode ini sulit diterapkan ketika Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak beraturan. Bagaimana cara menghitung usia kehamilan jika haid tidak teratur?Siklus menstruasi dikatakan tidak beraturan jika terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari dihitung sejak hari pertama haid terakhir. Siklus tidak beraturan juga bisa terjadi jika jaraknya berbeda jauh dari bulan ke bulan, misalnya pada siklus bulan Maret adalah 23 hari, namun di bulan April bisa sampai 34 hari.Kondisi ini kadang kala membuat wanita tidak menyadari dirinya tengah mengandung di masa-masa awal kehamilan. Akibatnya, penghitungan usia kehamilan sekaligus hari perkiraan lahir (HPL) harus dilakukan dengan metode selain HPHT.

Bagaimana cara menghitung usia kehamilan jika haid tidak teratur?

Jika Anda termasuk wanita yang mengalami siklus menstruasi tidak beraturan, Anda tidak sendirian karena ini termasuk kasus yang cukup awam terjadi. Perkembangan teknologi saat ini juga sudah memungkinkan dokter untuk mengetahui usia kehamilan sekaligus HPL dengan berbagai metode.Berikut cara menghitung usia kehamilan jika haid tidak teratur dilihat dari berbagai kondisi:

1. Mengingat pekan terjadinya HPHT

Jika Anda tidak ingat tanggal persisnya mengalami menstruasi, dokter atau bidan akan meminta Anda untuk mengingat hari terakhir menstruasi berdasarkan pekannya. Dari sinilah dokter akan memprediksi usia kehamilan sekaligus HPL Anda.

2. Kalkulasi sederhana

Cara menghitung usia kehamilan jika haid tidak teratur ini dilakukan bila siklus Anda selalu lebih panjang dari 28 hari. Dalam kasus ini, perhitungan usia janin masih bisa dilakukan dengan roda kehamilan, tapi kalkulasi sederhana juga menjadi hal yang penting dilakukan.Bila Anda memiliki siklus menstruasi rata-rata adalah 35 hari misalnya, maka masa subur (ovulasi) Anda kemungkinan jatuh pada hari ke-21. Kurangi masa subur itu dengan 14, maka Anda akan menemukan hari pertama haid terakhir (HPHT) yang telah disesuaikan dan dapat dijadikan input pada roda kehamilan untuk menentukan usia kehamilan maupun HPL.Contohnya, siklus menstruasi Anda 35 hari dengan HPHT awal 1 Oktober dan masa ovulasi jatuh pada hari ke-21, maka HPHT penyesuaian Anda adalah 8 Oktober (21-14+1 Oktober). Tanggal 8 Oktober inilah yang dicocokkan dalam roda kehamilan.

3. Dengan ultrasonografi

Bila Anda sama sekali tidak ingat dengan tanggal menstruasi terakhir, cara menghitung usia kehamilan ialah dengan melakukan ultrasonografi (USG). Pemeriksaan USG memungkinkan dokter untuk mengetahui crown-rump length (CRL) alias panjang janin dari sisi satu ke sisi lain.Pemeriksaan ultrasonografi ini merupakan cara menghitung usia kehamilan jika haid tidak teratur yang paling sering digunakan oleh dokter karena dianggap yang paling akurat dalam menentukan usia kehamilan di trimester awal. Bahkan USG kerap dijadikan metode menentukan HPL, sekalipun pada wanita hamil yang memiliki siklus menstruasi relatif lebih teratur.

Cara menghitung usia kehamilan lainnya

Selain menggunakan cara-cara di atas, dokter bisa mengambil jalan lain untuk memperkirakan usia kehamilan Anda, misalnya:

1. Perhitungan inseminasi

Pada wanita yang hamil dengan bantuan medis, misalnya melakukan prosedur bayi tabung, usia kehamilan relatif lebih mudah diketahui. Pasalnya, perhitungan waktu kehamilan dapat dimulai sejak sel telur yang telah dibuahi secara in vitro dimasukkan (inseminasi) ke dalam rahim.

2. Ukuran rahim

Tidak jarang, dokter mengukur rahim lewat USG sebagai cara menghitung usia kehamilan jika haid tidak teratur. Pengukuran rahim juga bisa dilakukan secara manual dengan pita ukur, namun langkah ini bisa tidak akurat jika wanita tersebut hamil janin kembar, menderita fibroid rahim, atau ingin buang air besar.

3. Perhitungan kombinasi

Jika kehamilan terjadi secara alamiah, dokter biasanya menggunakan perhitungan kombinasi antara HPHT dan ultrasonografi yang juga dikenal dengan aturan 10-hari atau 7-hari.Aturan 10-hari adalah perhitungan usia kehamilan yang didasarkan atas HPHT jika hasil pemindaian USG juga menunjukkan usia kehamilan yang sama, atau berbeda tidak lebih dari 10 hari.Jika perbedaan di antara keduanya cukup signifikan, maka dokter kemungkinan besar akan mendasarkan usia kehamilan pada perhitungan USG dengan mengukur CRL.Namun pada janin yang berukuran besar, misalnya dengan CRL lebih dari 84 mm, maka dokter kembali akan mengukur lingkar kepala (head circumference atau HC) untuk menentukan usia janin dan kehamilan Anda.
pemeriksaan kehamilan
American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/pregnancy-health/calculating-conception-due-date/
Diakses pada 10 Juli 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/how-to-get-pregnant-with-irregular-periods-1959933
Diakses pada 10 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/your-due-date
Diakses pada 10 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait