Ini Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid dan Tanda-tandanya


Masa subur wanita setelah haid tidak selalu datang di waktu yang sama setiap bulan. Untuk itu, Anda dapat menghitung sendiri dengan kalender masa subur dan memerhatikan tanda-tandanya.

(0)
07 Oct 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Masa subur setelah haid tidak selalu datang di waktu yang sama setiap bulanMasa subur setelah haid dapat berlangsung hanya dalah hitungan jam saja
Mengetahui masa subur setelah haid sangat penting bagi wanita yang sedang menjalani program hamil. Pasalnya di masa subur tersebut Anda memiliki peluang paling besar untuk mengandung.Untuk itu, wanita perlu mengenali tanda masa subur agar tidak kelewatan menandai saat-saat penting ini, mengingat wanita hanya mengalami masa subur selama 28-36 jam saja. Saat inilah yang dinamakan puncak masa subur, alias masa ovulasi, yakni ketika sel telur dilepaskan ke ovarium dan siap untuk dibuahi.Meski demikian, wanita yang sedang menghindari kehamilan karena berbagai alasan juga sebaiknya mengetahui masa suburnya sendiri. Sekalipun ia memakai alat kontrasepsi, menghindari berhubungan seksual dengan pasangan saat masa subur akan memperkecil peluang ‘kebobolan’ alias kembali hamil di luar rencana.Maka dari itu, kenalilah cara menghitung masa subur setelah haid ini.

Cara menghitung masa subur setelah haid agar cepat hamil

Masa subur wanita berapa hari setelah selesai haid? Bagi Anda yang memiliki siklus menstruasi 28 hari, menentukan masa subur sangat mudah, yakni sekitar 14 hari setelah hari terakhir haid. Namun, tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, umumnya setiap wanita mempunyai siklus yang berbeda-beda. Kadang kala, siklus itu bisa lebih pendek atau lebih panjang. Oleh karena itu, Asosiasi Kehamilan Amerika (APA) menyatakan cara terbaik menentukan masa subur wanita adalah dengan menghitungnya sendiri. Salah satu caranya ialah dengan menggunakan kalkulator masa subur. Untuk menghitung masa subur sendiri, Anda perlu tahu kapan siklus terpanjang dan siklus terpendek dalam menstruasi Anda.Cara menghitung masa ovulasi sendiri langkahnya adalah sebagai berikut:
  • Catat siklus terpendek menstruasi Anda, misalnya 27 hari
  • Kurangi 27 hari dengan 18 maka hasilnya adalah 9. Ini berarti, 9 hari terakhir menstruasi Anda adalah hari subur pertama
  • Tentukan siklus terpanjang menstruasi Anda, misalnya 30 hari
  • Kurangi 30 hari dengan 11 maka hasilnya adalah 19 hari. Ini berarti 19 hari terakhir menstruasi Anda adalah hari subur terakhir dalam masa haid bulan tersebut.
Dari contoh di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Anda yang memiliki siklus haid rata-rata 27-30 hari, akan memiliki masa ovulasi atau masa paling subur pada hari ke-9 hingga hari ke-19 siklus menstruasi.Saat itulah Anda mengalami masa subur alias merupakan waktu yang paling baik bagi Anda berhubungan seksual agar cepat hamil, maupun menghindari berhubungan seksual bagi yang sedang program KB.Meski demikian, waktu subur setelah haid bisa saja berbeda setiap bulan mengingat banyak faktor yang memengaruhinya, seperti stres, penyakit, maupun gaya hidup. Jika Anda tidak yakin dengan perhitungan masa subur setelah haid, Anda pun dapat memerhatikan tanda masa subur yang dikeluarkan oleh tubuh.

Tanda masa subur yang dapat Anda perhatikan

Ketika Anda mengalami masa subur setelah haid, Anda akan merasakan ‘perbedaan’ pada tubuh Anda. Namun, penting untuk dicatat bahwa tanda masa subur bukan berarti sindrom pramenstruasi (PMS) karena PMS justru terjadi setelah ovulasi berlalu yang menandakan dinding rahim akan segera meluruh mengingat Anda tidak sedang dalam keadaan hamil.Berikut tanda masa subur setelah haid yang dapat Anda rasakan:
  • Peningkatan suhu basal tubuh, biasanya berkisar antara 0,5-1 derajat celcius yang hanya bisa diukur dengan termometer (bukan dengan menempelkan tangan ke dahi atau ketiak).
  • Hormon lutein meninggi, yang hanya bisa diukur dengan alat khusus pendeteksi ovulasi.
  • Keluarnya cairan vagina atau keputihan yang bening, encer, dan kenyal seperti putih telur.
  • Payudara lebih sensitif (nyeri).
  • Perut kembung.
  • Keluar bercak darah dari vagina.
  • Kram di perut bagian bawah.
Meski demikian, tanda masa subur ini sangat rentan mengalami perubahan. Peningkatan suhu basal tubuh, misalnya, dapat terus meningkat bahkan setelah Anda selesai ovulasi sehingga pengukuran suhu tubuh untuk mendeteksi masa subur wanita akan kurang akurat.Cara menentukan masa subur yang paling mendekati efektif adalah menggunakan alat deteksi masa subur. Dengan alat ini, Anda bahkan dapat menentukan puncak masa subur, yang tentunya akan sangat berguna bagi wanita yang tengah menjalani program hamil.Memaksimalkan masa subur setelah haid dapat meningkatkan peluang wanita untuk segera mengandung. Setelah mengetahui masa subur, Anda dianjurkan melakukan hubungan seksual dengan pasangan dimulai dari 2-3 hari sebelum ovulasi karena langkah ini terbukti meningkatkan peluang hamil hingga 20-30 persen.Sebaliknya, cek masa subur setelah haid juga penting jika Anda menggunakan metode kontrasepsi alamiah ini untuk mencegah kehamilan. Meski demikian, sekalipun Anda menghindari berhubungan seksual saat masa subur, Anda tetap dapat hamil.Pasalnya, ovulasi dapat terjadi lebih cepat atau bahkan lebih lambat setiap bulannya. Terlebih, sel sperma pria dapat bertahan di dalam tubuh wanita selama beberapa hari.

Tips menjaga kesuburan untuk wanita

Selain mengetahui masa subur setelah haid di atas, ada baiknya, Anda juga menjalani gaya hidup yang sehat. Sebab, pola hidup sehat, bisa mempengaruhi kesuburan Anda, sehingga mempercepat terjadinya kehamilan. Beberapa hal di bawah ini, dapat dijadikan tips untuk menjaga kesuburan:

1. Hindari lemak trans

Mengonsumsi lemak sehat setiap hari, sangatlah penting untuk meningkatkan kesuburan Anda. Namun, lemak trans seringkali dikaitkan dengan risiko infertilitas ovulasi, yang berdampak buruk pada sensitivitas insulin. Maka dari itu, dekati lemak sehat, dan jauhi lemak trans.

2. Produk susu berlemak tinggi

Produk susu berlemak tinggi, ternyata dapat meningkatkan kesuburan wanita. Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi besar, yang melihat efek pengonsumsian produk susu berlemak tinggi.Hasilnya, wanita yang mengonsumsi produk susu berlemak tinggi, sebanyak lebih dari satu kali, setiap hari, mengalami pengurangan risiko infertil (tidak subur), sebanyak 27%.

3. Berolahraga

Olahraga adalah aktivitas penting, yang tidak hanya dibutuhkan oleh wanita yang ingin cepat hamil, tapi juga setiap orang yang ingin sehat.Bagi Anda yang ingin menjaga kesuburannya, berolahraga adalah hal yang dianjurkan. Sebuah studi membuktikan, melakukan olahraga selama satu jam, dalam satu minggu, bisa mengurangi risiko infertil sebanyak 5%.Namun, jangan berolahraga terlalu berlebihan. Sebab, olahraga berlebih, malah bisa membuat seorang wanita jadi infertil atau tidak subur.

4. Kurangi stres

Percaya atau tidak, ternyata stres bisa menurunkan kemungkinan Anda untuk hamil. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh, saat Anda sedang stres.Memiliki pekerjaan dan jam kerja yang panjang, juga bisa membuat Anda tidak cepat hamil. Faktanya, stres, gangguan cemas, dan depresi, berdampak pada 30% wanita yang datang ke klinik kesuburan.Beberapa tips menjaga kesuburan untuk wanita di atas, dapat Anda coba. Apalagi jika dibarengi dengan pengetahuan tentang masa subur setelah haid.Jika Anda ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa bertanya langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
merencanakan kehamilanmasa subur
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322951.php
Diakses pada 3 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/what-is-ovulation
Diakses pada 3 Oktober 2019
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/understanding-ovulation/
Diakses pada 3 Oktober 2019
Women’s Health. https://www.womenshealth.gov/menstrual-cycle/premenstrual-syndrome
Diakses pada 3 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/baby/healthtool-ovulation-calculator
Diakses pada 3 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait