Ini Cara Mencairkan ASI Beku yang Benar, Orangtua Perlu Tahu

(0)
26 Jun 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara mencairkan ASI beku harus dilakukan dengan benar agar nilai gizi susu tidak berkurangCara mencairkan ASI beku bisa dilakukan dengan berbagai metode
Memiliki stok ASI untuk Si Kecil adalah harta karun tersendiri untuk orangtua, terutama ibu. Beruntung, saat ini sudah tersedia freezer yang bisa dipakai untuk menyimpan ASI perah pada suhu -18°C. Dalam kondisi ini, ASI bisa disimpan hingga 6-12 bulan. Jadi, anak bisa memiliki persediaan yang cukup selama Anda tahu cara mencairkan ASI beku yang benar.Jika cara mencairkan yang dilakukan salah, maka ASI akan rusak. Selain kandungan gizinya yang bisa berkurang, suhu susu yang terlalu panas juga bisa mencelakai Si Kecil. Jadi, orangtua perlu sangat berhati-hati dan teliti sebelum memberikannya pada anak.

Cara mencairkan ASI beku

Ada beberapa cara mencairkan ASI beku yang bisa Anda pilih. Anda bisa mencairkannya dengan memindahkannya ke kulkas bagian bawah terlebih dahulu atau merendam kemasannya dalam air hangat.Namun, jangan sekali-kali langsung memanaskan ASI beku di dalam microwave atau merebusnya dengan air mendidih. Sebab, langkah ini akan menghancurkan beberapa nutrisi yang terdapat di dalam ASI sekaligus menjadikannya terlalu panas untuk diminum dan berisiko menyebabkan rongga mulut bayi terbakar.Agar risiko-risiko tersebut bisa dihindari, ikuti cara mencairkan ASI beku berikut ini.

1. Lihat tanggal perah sebelum memilih ASI yang akan dicairkan

Sebelum mencairkan ASI, pastikan Anda memilih susu yang sudah diperah paling lama. Jadi, saat memerah susu dan menyimpannya ke kantong maupun botol ASI, jangan lupa untuk memberi tanggal dan jam memerahnya. Dengan begitu, risiko ASI terlalu lama disimpan dan basi dapat dihindari.

2. Cara mencairkan ASI beku di kulkas

Kalau tidak terlalu terburu-buru, atau ingin menyiapkan ASI perah untuk esok hari, Anda bisa mencairkan ASI beku dengan memindahkannya dari freezer ke kulkas bagian bawah. Cara ini akan memakan waktu kurang lebih 12 jam.Metode ini cocok jika Anda ingin mencairkan beberapa botol atau kantong ASI sekaligus. Misalnya untuk membawa stok ASI saat bepergian.Memindahkan ASI dari freezer ke kulkas bawah bisa membuat susu yang beku kembali ke bentuk cair dengan sempurna. Namun Anda perlu ingat bahwa susu yang sudah mencair harus digunakan dalam waktu 24 jam. Jika setelah 24 jam terdapat sisa susu, jangan memberikannya pada anak atau membekukannya kembali.

3. Cara mencairkan ASI beku dengan air hangat

Untuk menghemat waktu, Anda juga bisa mencairkan ASI beku dengan merendam kantung asi atau botol di dalam semangkuk air hangat. Metode ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih selama 20 menit.Saat merendam ASI, pastikan Anda tidak menggunakan terlalu banyak air. Kemungkinan lainnya, air bisa masuk tercampur ke dalam ASI dan menyebabkan kontaminasi. Saat air yang digunakan untuk merendam suhunya sudah mulai turun, buanglah lalu ganti dengan air hangat yang baru. Ulangi langkah ini hingga ASI benar-benar mencair.

4. Cara mencairkan ASI beku di bawah air mengalir

Mencairkan ASI beku di bawah air mengalir adalah cara yang paling cepat dibanding kedua metode yang sudah disebutkan di atas. Untuk melakukannya, cukup pegang kantong atau botol ASI di bawah air mengalir.Awali proses ini menggunakan air dengan suhu ruangan atau yang sedikit dingin. Lalu secara perlahan, nyalakan kran air hangat dan aliri wadah ASI tersebut hingga susu benar-benar mencair.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat mencairkan ASI beku

Selain mengetahui cara mencairkan ASI beku, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan jika Anda ingin memberikan susu tersebut kepada Si Kecil, seperti berikut ini:
  • Terkadang, ASI beku yang dicarikan bisa mengeluarkan aroma menyerupai logam, tapi bukan berarti susu itu sudah basi. Aroma tersebut dihasilkan oleh enzim lipase yang ada di dalam susu dan masih aman untuk dikonsumsi. Hanya saja, anak mungkin saja tidak mau meminumnya jika rasa susu dirasa tidak enak atau tidak seperti biasanya.
  • ASI beku yang dicairkan di dalam kulkas bisa bertahan hingga 24 jam. Namun ASI yang dicairkan dengan air hangat idealnya diberikan pada bayi dalam 1-2 jam setelah susu cair.
  • Jika tidak habis saat pertama kali minum, susu masih bisa diminum dalam waktu 2 jam. Setelah itu, susu harus dibuang.
  • Jangan membekukan kembali ASI beku yang sudah mencair.
  • ASI beku yang sudah dicairkan bisa terlihat memiliki warna dan konsistensi berbeda dari ASI perah yang segar, meski masih aman digunakan.
  • Jika anak sering menolak minum susu karena tidak menyukai rasa ASI beku yang sudah dicairkan, cobalah untuk mempersingkat waktu penyimpanan.
Perlu diingat bahwa cara mencairkan ASI beku di atas aman untuk dilakukan pada susu untuk bayi sehat dengan usia lebih matang. Untuk bayi prematur yang baru lahir atau bayi yang memiliki gangguan daya tahan tubuh, berkonsultasilah lebih lanjut pada dokter anak maupun konselor laktasi mengenai cara memerah, menyimpan, atau menggunakan ASI yang paling baik untuk Anda dan Si Kecil.
produksi asiasi eksklusifcara menyimpan asimanfaat asiasi perah
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-milk-storage/art-20046350
Diakses pada 15 Juni 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/how-to-defrost-breast-milk-431752
Diakses pada 15 Juni 2020
Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=thawing-breast-milk-90-P02682
Diakses pada 15 Juni 2020
Parents. https://www.parents.com/baby/care/american-baby-how-tos/how-to-freeze-and-unfreeze-breast-milk/
Diakses pada 15 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait