Cara Mencairkan ASI Beku yang Benar, Ikuti 4 Langkah Ini


Cara mencairkan ASI beku yang benar perlu orang tua pelajari agar kandungan nutrisi yang ada di dalamnya tidak berkurang. Untuk mencairkan ASI beku, lakukanlah dengan mencairkannya dalam kulkas, merendam kemasannya dengan air hangat, atau meletakkan kemasannya bawah aliran air.

(0)
26 Jun 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara mencairkan ASI beku harus dilakukan dengan benar agar nilai gizi susu tidak berkurangCara mencairkan ASI beku bisa dilakukan dengan berbagai metode
Cara mencairkan ASI beku terdiri dari empat, yaitu mencairkan ASI yang sudah disimpan terlebih dahulu, menaruhnya di bagian bawah kulkas (chiller), merendamnya dengan air hangat, dan mengaliri kantong atau botol ASI dengan air hangat.Memiliki stok ASI untuk Si Kecil adalah harta karun tersendiri untuk ibu menyusui. Hal ini tentu berguna untuk menjalani program ASI eksklusif agar tetap lancar.Beruntung, saat ini sudah tersedia freezer yang bisa dipakai untuk menyimpan ASI perah pada suhu -18°C. Dalam kondisi ini, ASI bisa disimpan hingga 6-12 bulan. Jadi, anak bisa memiliki persediaan yang cukup selama Anda tahu cara mencairkan ASI beku yang benar.Jika cara mencairkan yang dilakukan salah, maka ASI akan rusak. Selain kandungan gizinya yang bisa berkurang, suhu susu yang terlalu panas juga bisa mencelakai Si Kecil.Baca juga: Cara Mengenali Ciri-ciri ASI Berkualitas Baik dan Sehat, Sudahkah Anda Tahu?

Cara mencairkan ASI beku

Pastikan mencatat tanggal memerah dan menyimpan ASI pada kantong ASI
Ada beberapa cara mencairkan ASI yang bisa Anda pilih. Anda bisa mencairkannya dengan memindahkannya ke kulkas bagian bawah terlebih dahulu atau merendam kemasannya dalam air hangat.Dikutip dari Mayo Clinics, jangan sekali-kali langsung memanaskan ASI beku menggunakan microwave atau merebusnya dengan air mendidih.Sebab, langkah ini akan merusak nutrisi yang terdapat di dalam ASI sekaligus menjadikannya terlalu panas untuk diminum dan berisiko menyebabkan rongga mulut bayi terbakar.Agar risiko-risiko tersebut bisa dihindari, ikuti cara mencairkan ASI beku berikut ini.

1. Lihat tanggal perah sebelum memilih ASI yang akan dicairkan

Sebelum mencairkan ASI, pastikan Anda memilih susu yang sudah diperah paling lama. Hal ini juga kerap disebut FIFO (First in first out).Artinya, jika Anda menyimpan salah satu kantong atau botol ASI perah lebih awal, maka itulah yang harus dicairkan terlebih dahulu.Jadi, saat memerah susu dan menyimpannya ke kantong maupun botol ASI, jangan lupa untuk memberi tanggal dan jam memerahnya. Dengan begitu, risiko ASI terlalu lama disimpan dan basi dapat dihindari.

2. Cara mencairkan ASI beku di kulkas

Kalau tidak terlalu terburu-buru, atau ingin menyiapkan ASI perah untuk esok hari, Anda bisa mencairkan ASI beku dengan memindahkannya dari freezer ke kulkas bagian bawah (chiller). Cara ini akan memakan waktu kurang lebih 12 jam.Metode ini cocok jika Anda ingin mencairkan beberapa botol atau kantong ASI sekaligus. Misalnya untuk membawa stok ASI saat bepergian.Cara mencairkan ASI dari freezer bisa dilakukan dengan memindahkan ASI yang disimpan ke kulkas bagian bawah. Cara ini bisa membuat susu yang beku kembali ke bentuk cair dengan sempurna.Namun, Anda perlu ingat, susu yang sudah mencair harus digunakan dalam waktu 24 jam. Jika setelah 24 jam terdapat sisa susu, jangan memberikannya pada anak atau membekukannya kembali.

3. Cara mencairkan ASI beku dengan air hangat

Untuk menghemat waktu, Anda juga bisa menggunakan cara menghangatkan ASI beku dengan merendam kantong ASI atau botol di dalam semangkuk air hangat.Yang perlu diingat, air yang digunakan bersuhu 37,5 derajat Celcius, bukan air panas yang mendidih. Metode ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih selama 20 menit.Saat merendam ASI, pastikan Anda tidak menggunakan terlalu banyak air. Kemungkinan lainnya, air bisa masuk tercampur ke dalam ASI dan menyebabkan kontaminasi.Saat air yang digunakan untuk merendam suhunya sudah mulai turun, buanglah lalu ganti dengan air hangat yang baru. Ulangi langkah ini hingga ASI benar-benar mencair.Baca juga: Seperti Apa Warna ASI yang Bagus dan Berkualitas?

4. Cara mencairkan ASI beku di bawah air mengalir

Pastikan air mengalir untuk mencairkan ASI bukan air panas, melainkan air hangat
Mencairkan ASI beku di bawah air mengalir adalah cara yang paling cepat dibanding kedua metode yang sudah disebutkan di atas. Untuk melakukannya, cukup pegang kantong atau botol ASI di bawah air mengalir.Awali proses ini menggunakan air dengan suhu ruangan atau yang sedikit dingin. Lalu, secara perlahan, Anda bisa mengalirkan air hangat ke wadah ASI tersebut hingga susu benar-benar mencair.Baca juga: Cara Simpan ASI yang Benar dan Tepat

Daya tahan ASI beku yang sudah dicairkan lagi

ASI yang sudah dicairkan bisa diminum dalam jangka 1-2 jam
Setelah melakukan cara mencairkan ASI beku, rupanya ASI tidak habis diminum oleh Si Kecil. Lantas, terlintas di benak mengenai ASI beku mencair dibekukan lagi. Namun, apakah bisa? Rupanya, ASI cair yang sudah dibekukan tidak bisa dibekukan lagi.Lantas, berapa lama ASI bertahan setelah keluar dari kulkas? Jawabannya, daya tahan ASI perah yang beku mampu awet di suhu ruangan dalam jangka waktu 4 jam. Sementara, ASI beku yang dicairkan di dalam kulkas bisa bertahan hingga 24 jam.Jika tidak habis saat pertama kali minum, susu masih bisa diminum dalam waktu 1-2 jam saja. Namun, bila ASI sudah mencair dan tidak segera dihabiskan dalam 24 jam, ASI lebih baik dibuang saja.

Perubahan kondisi setelah mencairkan ASI beku

ASI yang dibekukan dan dicairkan kembali kemungkinan mengalami perubahan bau, rasa, dan tekstur
Terkadang, ASI beku yang dicarikan bisa membuat ASI mengeluarkan aroma menyerupai logam, tapi bukan berarti susu itu sudah basi.Aroma tersebut dihasilkan oleh enzim lipase. Menurut studi dari yang diterbitkan pada Journal of the American College of Nutrition, enzim lipase membantu bayi mencerna lemak susu.Hanya saja, anak mungkin saja tidak mau meminumnya jika rasa susu dirasa tidak enak atau tidak seperti biasanya.ASI beku yang sudah dicairkan bisa terlihat memiliki warna dan konsistensi berbeda dari ASI perah yang segar, meski masih aman digunakan.Anda juga akan melihat ada dua bagian terpisah setelah ASI dicairkan. Agar menyatu seperti ASI pada umumnya, Anda bisa kocok ASI perlahan saja.

Catatan dari SehatQ

Cara mencairkan ASI yang telah dibahas hanya aman dilakukan untuk bayi sehat dengan usia lebih matang.Untuk bayi prematur yang baru lahir atau bayi yang memiliki gangguan daya tahan tubuh, berkonsultasilah lebih lanjut pada dokter anak maupun konselor laktasi mengenai cara memerah, menyimpan, atau menggunakan ASI yang paling baik untuk Anda dan Si Kecil.Anda juga bisa berkonsultasi seputar cara menghangatkan asi beku dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Jika Anda ingin melengkapi keperluan ibu menyusui, kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
produksi asiasi eksklusifcara menyimpan asimanfaat asiasi perah
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-milk-storage/art-20046350
Diakses pada 15 Juni 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/how-to-defrost-breast-milk-431752
Diakses pada 15 Juni 2020
Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=thawing-breast-milk-90-P02682
Diakses pada 15 Juni 2020
Parents. https://www.parents.com/baby/care/american-baby-how-tos/how-to-freeze-and-unfreeze-breast-milk/
Diakses pada 15 Juni 2020
Journal of the American College of Nutrition. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/07315724.1989.10720289
Diakses pada 11 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait