Ini Cara Memompa ASI di Kantor untuk Busui yang Sudah Kembali Bekerja

Cara memompa ASI di kantor yang tepat, bisa membuat stok tetap aman untuk Si Kecil.
Pelajari cara memompa ASI di kantor, sebelum Anda mengakhiri cuti melahirkan.

Setelah sekian bulan menjalani cuti melahirkan, Anda pun harus segera kembali bekerja. Tentu momen ini membawa perubahan dalam aktivitas sehari-hari di kantor. Sebab saat ini, Anda harus mengetahui cara memompa ASI di kantor, agar stok tetap terpenuhi, untuk menghindari "kejar tayang".

Anda harus menyiapkan fisik dan mental untuk yang satu ini. Sebab, ada tantangan antara lain dari sisi emosi, tenaga, dan tentu saja situasi di kantor. Jangan takut untuk menyampaikan kepada rekan kerja atau atasan bahwa Anda membutuhkan ruang yang bersih dan tertutup untuk memompa ASI.

Cara memompa ASI di kantor agar stok aman

Ada trik yang harus Anda pelajari, sebagai cara memompa ASI di kantor agar bisa membawa pulang stok yang cukup bagi Si Kecil. Pelajari cara-cara berikut ini.

1. Memompa ASI secara konsisten

Waktu adalah kuncinya, ketika Anda mulai kembali bekerja. Maksudnya, Anda harus memompa dengan jadwal yang konsisten, tanpa perlu memakan waktu lama. Langkah ini bisa meningkatkan produksi ASI dan membuat Anda terbiasa untuk memompa secara rutin. Pada akhirnya, cara ini bisa membuat stok ASI terus tersedia bagi Si Kecil.

2. Menggunakan kalender sebagai pengingat

Anda bisa memanfaatkan kalender konvensional maupun versi digital untuk menandai jadwal memompa ASI setiap harinya. Dengan demikian, Anda pun bisa mengatur pekerjaan dan waktu memompa dengan baik.

3. Hindari mengamati ASI yang terpompa

Sebaiknya, jangan mengamati setiap tetes ASI yang berhasil terpompa. Batasi waktu memompa ASI hanya 15 menit per sesinya. Lebih dari itu, baru amati tetesan ASI. Jika sudah tidak ada ASI yang keluar, maka saatnya Anda menyudahi waktu memompa ASI.

4. Mulai memompa dengan kecepatan rendah

Mulailah memompa ASI dengan kecepatan rendah. Selanjutnya, Anda bisa meningkatkan kecepatannya. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa nyeri. Jangan khawatir jika produksi ASI di salah satu payudara, lebih banyak dari payudara lain. Hal ini normal terjadi.

5. Memijat payudara

Memijat payudara sebelum dan selama memompa ASI bisa menjadi stimulasi produksi air susu. Jika kesulitan melakukannya, Anda bisa berkonsultasi dengan bidan maupun konselor laktasi.

6. Mengompres payudara

Mengompres payudara dan leher dengan kompres hangat bisa membantu Anda lebih rileks sebelum memompa ASI. Anda juga bisa menghangatkan corong ASI sebelum menggunakannya.

7. Melihat foto Si Kecil

Melihat foto Si Kecil sembari memompa ASI, ternyata bisa membantu Anda lebih rileks. Selain itu, cara ini pun dapat meningkatkan prolaktin, yaitu hormon yang berperan penting dalam produksi ASI.

8. Membawa baju Si Kecil

Indra penciuman kita tak pernah salah. Sebagai ibu, Anda memiliki ikatan dengan wangi khas Si Kecil. Oleh karena itu, bawalah baju yang pernah dipakai olehnya tapi belum dicuci lagi. Meski rasanya tak sama dengan memeluk bayi secara langsung, tapi mencium wangi bajunya pun bisa meningkatkan level oksitosin. Hormon ini membantu Anda menjadi lebih tenang, dan hasilnya, ASI pun lebih melimpah.

Peralatan memompa ASI yang harus dipersiapkan

Sebelum kembali bekerja, Anda bisa mulai memperkenalkan
botol susu pada Si Kecil.

Sebaiknya sebelum mulai kembali bekerja, Anda sudah memiliki alat pompa ASI. Tak harus membeli, Anda juga bisa menyewa alat pompa ini. Selain itu, jika belum terbiasa memompa ASI selama masih cuti di rumah, inilah saatnya untuk mulai melakukannya di rumah.

Dengan demikian, Anda juga bisa membantu Si Kecil menjalani masa transisi dari direct breastfeeding (apabila Anda selama ini menyusui langsung) ke botol susu.

Lalu, apa saja peralatan yang Anda butuhkan? Setidaknya, Anda harus mempersiapkan pompa ASI yang dilengkapi corong pompa, botol asi, serta tas ASI.

1. Pompa ASI:

Pertama-tama, Anda sebaiknya membawa pompa ASI. Jika memungkinkan, sediakan 2 pompa ASI, masing-masing untuk dipakai di rumah dan kantor. Langkah ini bisa mengurangi beban bawaan Anda setiap harinya ke kantor.

2. Corong pompa yang pas:

Pastikan Anda memilih corong pompa yang sesuai dengan ukuran payudara. Jika terlalu besar, maka hasil memompa ASI tidak akan maksimal. Apabila terlalu kecil, payudara rentan mengalami gesekan yang bisa menimbulkan bengkak dan bahkan kondisi mastitis.

3. Tas ASI:

Jika menggunakan sarana transportasi umum untuk bepergian ke tempat kerja, Ada baiknya memilih tas kerja yang dilengkapi dengan ruang untuk menyimpan peralatan memompa ASI. Namun, Anda pun tetap bisa memakai tas ASI tersendiri, yang terpisah dari tas kerja. Yang terpenting, pastikan perlengkapan ini ada di dalamnya:

  • Kantong atau botol ASI
  • Gel pendingin
  • Tisu basah atau hand sanitizer
  • Label (untuk menuliskan informasi tentang tanggal produksi ASI)

Catatan dari SehatQ:

Gunakan plastik maupun botol ASI yang bebas BPA atau BPS. Selain itu, jangan lupa untuk menuliskan tanggal produksi ASI. Dengan begitu, Anda bisa mengatur pemberian ASI bagi bayi, dengan memprioritaskan air susu yang sudah dipompa lebih awal.

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/everything-you-need-to-know-about-pumping-at-work#Store-and-transport-milk-safely-when-on-the-go
Diakses pada 4 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/working-mothers-breastfeeding-tips#1
Diakses pada 4 Maret 2020

Artikel Terkait