Bentuk vagina tiap wanita tidak sama
Sama seperti sidik jari, bentuk vagina tiap wanita unik

Setiap wanita memiliki bentuk vagina yang berbeda-beda dan tidak identik. Entah itu dari segi ukuran, warna, bentuk, bau vagina, dan banyak aspek lainnya. Ini bukan hal yang perlu dikhawatirkan karena sangat wajar, bahkan vagina bisa berubah seiring dengan bertambahnya usia seseorang.

Melihat bentuk vagina paling mudah adalah dari bagian labia, bibir vagina yang terletak di dekat vulva. Ada yang bentuknya simetris, tidak simetris, panjang, pendek, dan banyak lagi.

Faktor memengaruhi berubahnya bentuk vagina

Bentuk vagina seorang wanita akan terus berubah karena berbagai faktor. Setiap fase kehidupan juga turut berkontribusi terhadap perubahan bentuk vagina ini. Contohnya adalah:

  • Perubahan hormon

Salah satu contoh paling mudah adalah perubahan hormon yang dialami wanita ketika menstruasi. Berbeda dengan hari-hari biasanya, hormon estrogen saat haid lebih tinggi. Dengan demikian, jaringan vagina menjadi lebih tebal. Leher rahim pun juga mengalami perubahan selama haid terjadi.

  • Bercinta

Aktivitas bercinta dapat membuat bentuk vagina berubah. Sama seperti ereksi pada pria yang membuat penis mengeras akibat aliran darah, vagina pun bisa mengembang dan melebar saat mendapat rangsangan seksual.

  • Kehamilan

Faktor perubahan hormon saat hamil dapat membuat warna vulva lebih gelap ketimbang biasanya. Menjelang trimester akhir kehamilan, jaringan dinding vagina juga semakin lentur karena mempersiapkan jalan lahir bagi bayi.

  • Pasca-melahirkan

Sementara setelah melahirkan, bentuk vagina juga berubah menjadi lebih lebar. Biasanya, bentuk vagina akan kembali normal setelah periode 6 hingga 12 minggu.

  • Usia

Seiring dengan penuaan, dinding vagina tidak lagi sekuat sebelumnya. Selain itu, diameternya pun menjadi lebih lebar. Apalagi ditambah dengan masa menopause yang mengindikasikan penurunan hormon estrogen dalam tubuh. Konsekuensinya, dinding vagina pun menjadi tak sekuat dulu.

Bentuk vagina berbeda-beda

Kembali berbicara tentang bentuk vagina, salah satu cara mendeteksi bentuk yang berbeda adalah dengan melihat labianya. Beberapa deskripsi bentuk vagina yang berbeda di antaranya:

1. Small closed lips

Pada bentuk vagina dengan tipe small closed lips, labia mayora sangat rapat bahkan terkesan tidak bisa dipisahkan. Ini adalah bentuk yang paling banyak terjadi ketimbang bentuk vagina lainnya.

2. Visible inner lips

Sesuai dengan namanya, bentuk vagina yang berikutnya ditandai dengan ukuran labia mayora serta labia minora yang lebih dominan. Akibatnya, bibir bagian dalam vagina justru tidak terlihat karena “tersembunyi”.

3. Long dangling inner lips

Ada bentuk vagina dengan bibir bagian dalam yang lebih menonjol ke luar hingga 2,5 cm. Artinya, labia minora lebih panjang dari labia mayora dan terlihat seperti ada tambahan lipatan pada bibir vagina.

4. Long dangling outer lips

Di sisi lain, ada juga bentuk vagina yang bibir luarnya lebih menonjol. Lipatan labia bahkan bisa tampak melewati garis celana dalam.

5. Small open lips

Small open lips adalah bentuk vagina dengan labia mayora sejajar dengan tulang kemaluan. Hanya ada sedikit celah yang memperlihatkan labia minora.

6. Assymetrical inner lips

Bagian dalam bibir vagina juga bisa berbentuk tidak sama rata atau asmietris. Artinya, labia minora bisa lebih besar, lebih tebal, juga lebih panjang dibandingkan dengan sisi satunya.

7. Curved outer lips

Apabila lubang vagina lebih lebar di bagian atas, maka labia minora akan terlihat dengan jelas. Bentuknya seperti tapal kuda karena labia mayora menutup ke bawah.

8. Prominent inner lips

Bentuk vagina berikutnya adalah labia minora yang lebih terlihat dibandingkan dengan labia mayora. Meski demikian, perbedaannya tidak terlalu mencolok.

9. Prominent outer lips

Berbeda dengan prominent inner lips, bentuk vagina berikutnya justru labia mayoranya lebih terlihat. Konsekuensinya, kulit di salah satu bagian bibirnya cenderung lebih tebal atau lebih tipis.

Rata-rata, ukuran labia mayora kiri atau kanan adalah 12 cm dengan kedalaman 10 cm. Sementara untuk panjangnya, labia minora kiri dan kanan rata-rata 10 cm dengan lebar yang berbeda. Labia minora kiri dengan panjang 6,4 cm sementara labia minora kanan dengan lebar 7 cm.

Anatomi vagina

Secara anatomi, vagina punya beberapa bagian dengan fungsinya masing-masing. Anatomi vagina terdiri dari:

  • Bukaan vagina

Bagian bukaan vagina disebut juga dengan vestibule vagina. Letaknya adalah di antara uretra dan anus. Bukaan vagina ini menjadi tempat darah haid keluar, tempat penis penetrasi saat bercinta, dan tempat jalan keluar bayi saat persalinan.

  • Dinding vagina

Di bagian dinding vagina, ada banyak lapisan dengan serat yang bersifat elastis. Permukaan di dinding vagina ini bisa meregang elastis sangat penting saat bercinta dan persalinan.

  • Selaput dara

Selaput dara disebut juga dengan hymen, selaput tipis yang ada di lubang vagina. Rata-rata bentuknya adalah setengah lingkaran namun bisa bervariasi antara satu orang dan lainnya.

Bentuk dan anatomi vagina telah diciptakan oleh Tuhan sedemikian rupa sehingga bisa menjalankan fungsinya masing-masing dengan optimal. Bahkan vagina juga termasuk organ tubuh yang cerdas karena dapat membersihkan dirinya sendiri tanpa perlu sabun pembersih kewanitaan atau zat kimia lainnya.

Tak kalah penting adalah menjaga agar pH asam di sekitar vagina tetap terjaga. Tujuannya adalah bakteri tidak mendapat celah untuk berkembang biak dan menyebabkan jamur atau bakteri menginfeksi vagina.

WebMD.https://www.webmd.com/women/picture-of-the-vagina
Diakses 24 Oktober 2019

Medical News Today.https://www.medicalnewstoday.com/articles/326210.php
Diakses 24 Oktober 2019

NHS. https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/vagina-shapes-and-sizes/
Diakses 24 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed