Penyebab gatal-gatal pada kulit lansia adalah infeksi parasit
Gatal-gatal pada kulit lansia merupakan kondisi yang umum dialami akibat perubahan struktur kulit.

Seiring bertambahnya usia, berbagai perubahan akan terjadi di kulit. Selain keriput, perubahan lain yang umum terjadi adalah munculnya rasa gatal gatal pada kulit atau yang bisa disebut dengan pruritus.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh perubahan struktur kulit akbat usia tua. Rasa gatal juga bisa muncul akibat penyakit lain yang diderita, seperti dermatitis dan penyakit ginjal.

[[artikel-terkait]]

Penyebab gatal gatal pada kulit pada lansia

Lansia memang lebih berisiko mengalami gatal-gatal pada kulit, dibandingkan dengan anak muda. Sebab, kulit lansia telah menerima paparan berbagai zat yang tidak baik bagi kulit selama puluhan tahun.

Selain itu, perubahan struktur kulit yang terjadi, sebagai bagian dari proses biologis tubuh, juga membuat pruritus menjadi lebih rentan terjadi pada lansia. Contoh perubahan yang terjadi, di antaranya:

  • Kulit tidak lagi mendapat cairan yang cukup.
  • Berkurangnya kadar kolagen di kulit.
  • Respons sistem imun yang sudah terganggu.
  • Penurunan fungsi kulit dalam melindungi diri dari berbagai sumber penyakit.
  • Peredaran darah yang sudah kurang baik.
  • Kurang melakukan aktivitas fisik.
  • Bertambahnya jenis obat-obatan yang harus dikonsumsi.
  • Berkurangnya lapisan lemak di kulit.
  • Semakin banyak lipatan kulit, sehingga sulit dibersihkan.
  • Kulit menjadi lebih sensitif.

Penyakit yang bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit lansia

Selain perubahan yang disebabkan oleh bertambahnya usia, beberapa penyakit di bawah ini juga bisa menjadi penyebab gatal-gatal pada kulit lansia.

1. Infeksi parasit

Lansia yang tinggal di area padat dan kurang bersih, bisa menderita scabies, suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit tungau. Scabies bisa menimbulkan gatal-gatal pada kulit, dan menular pada orang lain.

2. Dermatitis atopik

Gangguan kulit ini banyak diderita oleh para lansia, terutama yang tinggal di perkotaan, dan dicirikan dengan munculnya rasa gatal, kulit kering, dan luka. Kondisi ini lebih umum terjadi pada pria daripada wanita.

Berbeda dari anak muda yang mengalami dermatitis atopik, rasa gatal akan muncul pada banyak lipatan-lipatan kulit seperti belakang lutut dan lipatan siku tangan. Dermatitis ini bisa muncul karena adanya kontak dengan bahan yang membuat alergi seperit debu, susu, atau bahkan bakteri.

3. Kulit yang sangat kering

Kulit kering dan pecah-pecah atau yang bisa disebut juga dengan xerosis, merupakan salah satu penyebab pruritus yang paling umum. Kulit kering pada lansia, dapat disebabkan oleh paparan berbagai bahan dan aktivitas yang dapat merusak kulit, seperti:

• Menggunakan sabun berlebihan
• Terlalu sering mandi menggunakan air panas
• Terlalu sering berada di ruangan ber-AC

4. Penyakit ginjal

Penyakit ginjal seperti gagal ginjal dan penyakit ginjal kronis bisa menimbulkan rasa gatal yang parah. Selain itu, prosedur pengobatan penyakit ginjal seperti cuci darah juga bisa menyebabkan timbulnya pruritus.

Cara tepat mengatasi gatal gatal pada kulit lansia

Untuk mengatasi gatal-gatal pada lansia, perawatan yang dilakukan harus sesuai dengan penyebabnya. Sehingga, mungkin terdapat perbedaan penanganan, antara satu orang dengan orang lainnya.

Namun secara umum, beberapa cara di bawah ini bisa dilakukan untuk membantu meredakan pruritus yang muncul.

  • Mandi dengan air dingin selama 2-3 menit.
  • Gunakan bahan lain pengganti sabun untuk membersihkan kulit agar kulit tidak kering.
  • Setelah selesai mandi, jangan gosok tubuh dengan handuk untuk mengeringkannya. Keringkan tubuh dengan menepuk-nepuk kulit secara perlahan.
  • Langsung gunakan losion pelembap di kulit yang masih lembap setelah mandi.
  • Gunakan pelembap ruangan (humidifier), terutama ketika udara sedang kering.
  • Batasi penggunaan pakaian berbahan wol atau kain sintetis.
  • Jaga kuku tetap pendek untuk mencegah kulit terluka, ketika secara tidak sadar menggaruk kulit.

Jika rasa gatal muncul akibat konsumsi obat-obatan tertentu, segera hubungi dokter untuk meminta pengganti obat tersebut, atau penyesuaian dosis. Dokter juga mungkin akan memberiksan obat oles, untuk membantu meringankan rasa gatal yang muncul.

Meski kondisi ini umum terjadi, gatal-gatal pada kulit lansia, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika tidak segera diobati, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, karena mengganggu waktu beristirahat.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3351862/
Diakses pada 27 Juni 2019

Australian Family Physician. https://www.racgp.org.au/afp/2014/october/pruritus-in-the-elderly-%E2%80%93-a-guide-to-assessment-and-management/
Diakses pada 27 Juni 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/147248-what-are-the-causes-of-itchy-skin-in-the-elderly/
Diakses pada 27 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed