Ini Alasan Mengapa Garam Beryodium Sangat Penting Bagi Tubuh

Garam beryodium dapat memenuhi kebutuhan yodium
Ada banyak jenis garam beryodium yang dapat Anda pilih untuk memenuhi kebutuhan yodium

Ajakan mengonsumsi garam beryodium sejak lama digaungkan oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan stakeholders yang lain. Jelas hal ini sangat penting mengingat tubuh tidak mampu memproduksi yodium sendiri.

Yodium atau iodine adalah mineral yang diperlukan tubuh untuk produksi hormon tiroid. Hormon ini berperan dalam mengatur penyerapan energi, pernapasan, temperatur tubuh, dan fungsi-fungsi penting lainnya.

Selain itu, tiroid pada ibu hamil juga berperan dalam mengatur perkembangan otak janin.

Mengapa garam beryodium diperlukan?

Apabila seseorang tak bisa mendapatkan asupan yodium yang cukup dari makanan, maka garam beryodium mutlak diperlukan.

Ketika seseorang mengalami defisiensi yodium, kelenjar tiroid tidak bisa memproduksi hormon tiroid. Akibatnya, kelenjar tiroid harus bekerja keras dalam menghasilkan hormon.

Akibatnya, sel di kelenjar tiroid akan bertambah banyak untuk memenuhi kebutuhan hormon dan bisa menyebabkan gondok atau goiter. 

Selain itu, dampak lainnya adalah mudah lelah, rambut rontok, kulit kering, dan lebih sensitif terhadap dingin. 

Bagi ibu hamil dan anak-anak, kekurangan yodium bisa menyebabkan kerusakan otot dan masalah perkembangan mental anak. Itu sebabnya, asupan garam yodium harus dipastikan aman dan mencukupi.

Seberapa banyak tubuh memerlukan garam beryodium?

Idealnya, manusia dewasa memerlukan 150 mcg yodium per hari. Sementara bagi ibu hamil dan menyusui, kebutuhannya meningkat menjadi 220 dan 290 mcg yodium per hari.

Meski demikian, asupan yodium sebaiknya tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. Jika berlebihan, dapat memicu masalah autoimun tiroid. 

Itu sebabnya, salah satu cara paling bijak memastikan asupan yodium aman adalah dengan mengonsumsi garam beryodium sesuai takaran.

Apa beda garam beryodium dengan garam lainnya?

Ada begitu banyak jenis garam yang mengklaim mengandung yodium dibandingkan dengan garam yang biasa. Meski demikian, popularitas garam kini membuat jenis-jenis garam semakin kompleks.

Setidaknya kini ada lebih dari 9 jenis garam. Sebut saja garam himalaya, garam laut, garam Laut Celtic, garam hitam dari Hawaii, dan lainnya.

Tapi bukan itu yang akan menjadi fokus bahasan kita kali ini. SehatQ akan membahas beda garam beryodium dengan garam lainnya.

Tentu saja sesuai namanya, garam beryodium mengandung yodium yang diperlukan tubuh. 

Berikut ini beberapa klasifikasi garam beryodium berdasarkan asal mulanya:

  • Garam meja

Mengandung banyak yodium, tekstur garam meja lebih halus. Produksi garam meja adalah di tambak garam dan dipanen secara tradisional. 

  • Garam laut

Tekstur garam laut lebih padat dibandingkan dengan garam meja. Bentuknya kristal tak beraturan dan kerap dianggap lebih sehat dibandingkan dengan garam meja.

  • Garam Himalayan pink

Berdasarkan namanya, garam Himalayan pink berasal dari kaki bukit Himalaya. Warna merah muda muncul karena kandungan zat besi, kalium, kalsium, dan magnesium di dalamnya. 

Masih banyak lagi jenis garam lainnya. Tak hanya dari garam saja, yodium juga bisa diperoleh dari makanan tinggi iodine seperti rumput laut, yogurt, susu, udang, telur, makaroni, tuna, dan ikan kod.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/iodized-salt#preventing-deficiency
Diakses pada 26 Mei 2019

WHO. https://www.who.int/elena/titles/salt_iodization/en/
Diakses pada 26 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/sea-salt/faq-20058512
Diakses pada 26 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed