Ingus Bau Bisa Terjadi Akibat Polip Hingga Halusinasi, Ini Penjelasannya

(0)
30 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ingus bau bisa muncul akibat polip hidungIngus bau yang sudah kronis, membutuhkan perawatan dari dokter
Ingus bau bisa terjadi ketika Anda sedang pilek. Namun Anda harus mewaspadainya ketika kondisi ini tak kunjung membaik.Mengapa demikian?Ingus bau bisa disebabkan oleh banyak hal, tapi biasanya melibatkan masalah pada sinus dan saluran hidung. Adanya masalah pada mulut juga bisa menimbulkan bau yang seolah-olah datang dari hidung.Ingus bau pada dasarnya bukanlah kondisi yang mengancam nyawa. Namun bila tidak kunjung hilang, tentu akan membawa masalah. Jika sudah kronis, ingus bau ini harus mendapat perawatan dokter, baik itu melalui pengobatan tertentu maupun tindakan medis lainnya.

Ingus bau, berbagai penyebab, dan cara mengatasinya

Untuk mengonfirmasi penyebab munculnya ingus bau yang tak kunjung hilang, Anda sebaiknya memeriksakan kondisi ini ke dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT). Dokter mampu mendiagnosis serta merekomendasikan pengobatan yang harus Anda jalani.Berikut ini 5 penyebab ingus bau yang umum terjadi, beserta cara mengobatinya.

1. Polip hidung

Polip hidung adalah daging yang tumbuh di dinding saluran napas maupun sinus, tapi sifatnya bukan kanker dan tidak berbahaya. Ukuran polip biasanya sangat kecil sehingga tidak memengaruhi keluar-masuknya udara saat bernapas, sehingga polip biasanya terdeteksi saat Anda melakukan pemeriksaan rutin di dokter THT.Polip timbul akibat peradangan kronis, sehingga banyak ditemui pada penderita asma, alergi, atau infeksi sinus kambuhan. Sementara itu, ingus bau pada penderita polip kemungkinan terjadi akibat penumpukan lendir hidung di belakang daging tumbuh.Pengobatan: dokter biasanya akan meresepkan kortikosteroid semprot jenis fluticasone dan mometasone untuk meredakan peradangan dan mengempiskan polip. Dalam kasus yang lebih gawat, dokter bisa saja melakukan operasi endoskopi untuk mengangkat polip yang menyumbat saluran napas.

2. Sinusitis

Ingus bau bisa menandakan sinusitis
Ingus bau yang disertai pilek tak berkesudahan bisa jadi pertanda sinusitis. Saat ini terjadi, rongga dalam hidung yang dinamakan sinus mengalami peradangan sehingga hidung juga akan kehilangan sebagian kemampuannya untuk mencium aroma.Sinusitis dapat digolongkan menjadi akut (terjadi selama 3-8 minggu) maupun kronis (berlangsung terus-menerus lebih dari 8 minggu). Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bakteri, meski tidak sedikit juga infeksi sinus yang diakibatkan oleh virus maupun jamur.Pengobatan: pemberian antibiotik selama 3-28 hari adalah pengobatan standar pada pasien sinusistis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama bila ingus bau tidak hilang dalam 7-10 hari.Dokter juga bisa merekomendasikan obat lain, tergantung diagnosisnya. Jika terapi obat-obatan tidak berhasil, Anda akan disarankan menjalani operasi sinusitis untuk memperbaiki struktur hidung agar sinus tidak lagi tersumbat.

3. Rhinolith

Rhinolith adalah semacam benda asing yang tumbuh secara bertahap di dalam hidung sehingga memunculkan gejala seperti ingus bau dan hidung tersumbat. Dalam ukuran kecil, rhinolith mungkin tidak menimbulkan gejala apapun, tapi bisa terlihat saat pemeriksaan rutin di dokter spesialis THT.Pengobatan: rhinolith harus dibuang dari hidung agar ukurannya tidak semakin besar. Pada rhinolith yang kecil, operasi pengangkatan bisa dilakukan dengan bius lokal. Namun untuk rhinolith berukuran besar, pasien akan dibius total untuk menghindari komplikasi saat operasi berlangsung.

4. Benda asing di dalam hidung

Kondisi ini biasanya ditemukan pada anak-anak. Oleh karena itu, orangtua harus mewaspadai kemungkinan masuknya benda asing ke dalam hidung anak berusia 1 tahun ke atas. Sebab pada usia ini, anak bisa dengan tidak sengaja memasukkan benda asing, misalnya kelereng maupun manik-manik, ke dalam hidung.Benda tersebut berisiko terjebak d bagian dalam hidung, dan akhirnya menyebabkan ingus bau, dan napas pun ikut berbau.Pengobatan: Orangtua diharapkan memeriksa hidung Si Kecil dengan menggunakan sinar lampu ke hidungnya, lalu perhatikan benda asing yang kemungkinan masuk. Selanjutnya, segera bawa Si Kecil ke dokter. Dokter akan mengeluarkan benda asing tersebut dengan alat khusus, tergantung ukuran dan jenis benda.

5. Masalah pada gigi dan gusi

Sakit gigi bisa menimbulkan kondisi seakan ingus bau
Ketika bakteri mengakibatkan masalah pada gigi atau gusi, bau busuk yang ditimbulkannya juga bisa merembet ke hidung, karena terdapat saluran kecil yang menghubungkan kedua bagian tubuh ini. Bakteri sendiri bisa berkembang jika Anda tidak menjaga kebersihan mulut, misalnya jarang sikat gigi.Pengobatan: dokter gigi akan merekomendasikan perawatan sesuai keluhan Anda, mulai dari membersihkan karang gigi, perawatan saluran akar, hingga mengobati gusi yang meradang.

6. Phantosmia

Phantosmia adalah halusinasi yang mengakibatkan Anda seakan-akan mencium ingus bau, padahal lendir hidung tersebut tidak mengeluarkan bau. Kondisi ini bisa terjadi ketika ada infeksi yang menyerang organ pernapasan, trauma kepala, maupun masalah kesehatan seperti penyakit Parkinson, tumor otak, hingga sinus meradang.Pengobatan: phantosmia biasanya sembuh dengan sendirinya. Namun jika halusinasi ini sampai mengganggu aktivitas Anda, dokter akan memberi obat untuk menyembuhkan penyebab phantosmia.Tak perlu lagi menebak-nebak penyebab ingus bau yang tidak kunjung hilang. Periksakan ke dokter agar masalah Anda cepat teratasi.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang penyebab ingus bau, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
sinusitispileksakit gigiradang gusigusi berdarahabses gusi
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325596
Diakses pada 16 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/bad-smell-in-nose
Diakses pada 16 Oktober 2020
ACAAI. https://acaai.org/allergies/types/sinus-infection
Diakses pada 16 Oktober 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4265974/
Diakses pada 16 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait