Sederet Negara yang Bisa Dikunjungi Saat Pandemi Beserta Syaratnya


Negara yang bisa dikunjungi saat pandemi tentunya memerlukan beberapa persyaratan ketat seperti sertifikat bebas Covid-19. Hal ini tentunya terbatas untuk urusan bisnis dan diplomatis.

(0)
27 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Daftar negara yang bisa dikunjungi saat pandemiPergi ke luar negeri saat pandemi masih bisa dilakukan
Berbulan-bulan ‘terkurung’ di rumah karena virus tentu bukan hal yang menyenangkan, bahkan untuk sosok introvert dan pendiam sekalipun. Hasrat ingin liburan atau pergi ke luar negeri saat pandemi ini juga bisa semakin memuncak.Tidak hanya staycation di dalam negeri, saat ini Anda sudah bisa mulai bepergian ke luar negeri. Sebagian negara sudah kembali menerima wisatawan asing. Namun sebagian lagi masih terbatas untuk orang yang datang dengan tujuan bisnis atau diplomatis.Untuk Anda yang ingin merasakan suasana baru dan ingin plesiran ke luar Indonesia, berikut ini beberapa daftar negara yang bisa dituju plus syarat dan tips aman untuk liburan selama masa pandemi.

Singapura mulai membuka perbatasannya untuk WNI

Syarat pergi ke Singapura saat pandemi covid-19
Syarat masuk Singapura cukup ketat
Padal 12 Oktober 2020, Singapura dan Indonesia sudah menandatangani kesepakatan Reciprocal Green Lane (RGL).Artinya, saat ini WNI sudah bisa masuk ke negara tetangga tersebut selama tujuannya adalah untuk bisnis sektor utama, diplomasi, serta urusan resmi lainnya. Dengan kata lain, WNI yang ingin masuk Singapura untuk tujuan wisata, masih belum diperbolehkan.

Syarat sebelum masuk Singapura

Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi WNI untuk masuk ke Singapura.
  • Memiliki sponsor atau penanggung jawab, yaitu perusahan yang berbasis di Singapura atau kantor pemerintahan Singapura
  • Mengantongi izin dari sponsor untuk masuk ke Singapura, bernama Safe Travel Pass
Jadi, individu yang tidak memiliki Safe Travel Pass tidak akan diperbolehkan masuk ke Singapura.Setelah mendapatkan izin masuk, WNI yang akan mengunjungi masih perlu menyiapkan beberapa syarat yang berhubungan dengan pencegahan penyebaran Covid-19, seperti:
  • Bukti bahwa tidak bepergian ke luar Indonesia sejak 14 hari sebelum keberangkatan ke Singapura.
  • Salinan hasil tes swab PCR yang dilakukan paling lama 72 jam sebelum keberangkatan dan memiliki sertifikat bebas Covid-19 
  • Sertifikat bebas Covid-19 dari lembaga yang diakui oleh pemerintah Indonesia dan Singapura, dalam bahasa Inggris, dengan informasi jelas tentang waktu dilakukanya tes PCR
  • Sudah memiliki tiket pulang dari Singapura ke Indonesia
Namun, meski telah memiliki Safe Travel Pass, WNI dengan gejala Covid-19 seperti demam dan batuk-batuk tetap tidak bisa masuk ke Singapura.Baca Juga: Bingung Harus Tes Swab PCR Dimana? Yuk Cari Di Sini

Syarat setelah masuk Singapura

Sesampainya di Singapura, pendatang yang masuk lewat bandara maupun pelabuhan kapal ferry, harus menjalani pemeriksaan swab PCR sekali lagi. Tes ini diselenggarakan langsung di tempat kedatangan oleh pemerintah Singapura dengan biaya pribadi.Hasil tes swab PCR tidak akan langsung keluar. Setelah menjalani tes tersebut, pendatang dapat menuju imigrasi dengan menunjukkan syarat atau dokumen berupa:
  • Safe Travel Pass yang valid selama durasi kedatangan
  • Sertifikat bebas Covid-19 dari tes yang dijalani paling lama 72 jam sebelum keberangkatan ke Singapura.
  • Tiket pulang dari Singapura ke Indonesia.
Jika persyaratan tersebut sudah dipenuhi, maka Anda bisa lolos pemeriksaan imigrasi. Lalu, penanggung jawab atau sponsor Anda di Singapura harus langsung menjemput dan membawa Anda ke tempat tinggal sementara, sembari menunggu hasil tes swab PCR keluar.Selama menunggu hasil swab, pendatang tidak diperbolehkan keluar area penginapan alias menjalani isolasi.
Apabila hasil swab keluar negatif Covid-19, maka Anda sebagai pendatang di Singapura dapat menjalani kegiatan sesuai dengan rincian rangkaian kegiatan yang sebelumnya sudah disetujui oleh pemerintah Singapura.
Sementara jika hasil swab keluar positif Covid-19, maka Anda akan dibawa untuk menjalani pengobatan. Biaya pengobatan ini tidak ditanggung oleh pemerintah Singapura, melainkan pendatang.

Negara lain yang bisa dikunjungi untuk liburan saat pandemi

Jika Singapura hanya membuka perbatasan negaranya untuk urusan resmi, beberapa negara di bawah ini sudah membuka diri untuk para pelancong yang ingin berwisata. Bagi Anda yang ingin merasakan kembali liburan saat pandemi, ini negara yang bisa dikunjungi.

1. Maldives

Syarat liburan ke maldives saat pandemi covid-19
Syarat liburan ke Maldives selama pandemi tidak terlalu rumit
Maladewa atau yang lebih dikenal dengan nama internasionalnya, Maldives, sudah membuka perbatasannya bagi turis dari semua negara, termasuk Indonesia.Negara kepulauan dengan hamparan pasir putih dan air laut yang jernih ini kerap jadi tujuan liburan romantis bagi para wisatawan asal Indonesia, terutama yang sedang bulan madu.Seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Pariwisata Maladewa, berikut ini beberapa persyaratan yang perlu diikuti untuk Anda yang ingin mencicipi indahnya Maldives di masa pandemi:
  • Sudah membuat reservasi di penginapan yang teregistrasi dengan pemerintah setempat dan tidak boleh pindah hotel hingga liburan selesai
  • Mengisi Traveller Health Declaration dalam 24 jam sebelum keberangkatan
  • Membawa sertifikat bebas Covid-19 dari tes yang dilakukan paling lama 96 jam sebelum keberangkatan
  • Menjalani tes PCR paling lama 72 jam sebelum pergi dari Maldives (untuk turis yang tinggal di guesthouse selama liburan)
Sementara itu turis yang tinggal di hotel, hanya memerlukan tes apabila negara tujuan selanjutnya memerlukan sertifikat bebas Covid-19 sebagai syarat masuk. Selain itu, turis yang menunjukkan gejala Covid-19 seperti batuk dan demam, akan langsung diminta menjalani tes PCR begitu sampai di MaldivesSelama berada di negara tersebut, semua pendatang wajib menjalani protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, selalu menjaga jarak, dan menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan.

2. Uni Emirat Arab

Dubai sudah bisa dikunjungi wisatawan Indonesia dengan syarat tertentu
UAE dan Dubai secara khusus sudah dapat dikunjungi turis
Jika mendengar negara Uni Emirat Arab, Anda mungkin akan langsung teringat dengan Dubai. Ya, kota Dubai memang merupakan salah satu tujuan wisata populer bagi orang Indonesia.Selama masa pandemi ini, UAE sudah menutup perbatasannya untuk kedatangan para pelancong. Namun pada Juli, negara ini sudah mulai membuka kembali perbatasannya untuk para pendatang.Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum Anda menginjakkan kaki di Dubai, seperti:
  • Memiliki sertifikat bebas Covid-19 terbitan lembaga terpercaya dari tes PCR yang dilakukan paling lama 96 jam sebelum keberangkatan, dengan bahasa Inggris atau Arab
  • Visa yang valid ataupun visa on arrival (turis dengan visa ini tidak memerlukan persetujuan khusus untuk masuk Dubai)
Meski begitu, anak-anak berusia di bawah 12 tahun dengan gangguan disabilitas sedang hingga berat, tidak disyaratkan untuk memiliki hasil tes PCR sebelum masuk Dubai.Namun perlu diingat, pemerintah UAE hanya mengakui sertifikat bebas Covid-19 yang berbahasa Inggris maupun Arab, dan tidak ditulis tangan.
Informasi lengkap seputar virus corona
• Vaksin Corona: Jenis-jenis vaksin corona yang akan dipakai di Indonesia • Tips Selama Di Rumah Aja: Ini daftar persediaan obat yang wajib ada di rumah selama pandemi corona • Seputar Masker: Jenis-jenis masker yang efektif menghalau virus

3. Turki

Syarat liburan ke Turki selama pandemi tidaklah sulit
WNI bisa liburan ke Turki meski masih pandemi
Berbeda dari negara-negara lain yang sudah membuka wilayahnya untuk para turis, Turki bisa dibilang paling longgar untuk Anda yang ingin liburan saat pandemi.Pasalnya untuk masuk ke negara ini, Anda tidak memerlukan sertifikat bebas Covid-19. Meski begitu, pendatang yang menunjukkan gejala terinfeksi virus corona ataupun dicurigai memiliki penyakit ini, harus langsung menjalani tes di bandara dengan biaya pribadi.Apabila hasil tes menunjukkan Anda positif Covid-19, maka Anda pun harus menjalani pengobatan dengan biaya pribadi dan tidak ditanggung oleh pemerintah Turki.Saat masuk ke negara ini, tentu pemeriksaan atau screening tetap dilakukan. Pemeriksaan suhu tubuh serta formulir berisi data kesehatan tetap harus diisi oleh turis yang masuk ke Turki.Selama di sana, Anda juga tetap perlu mengikuti protokol kesehatan yang ada, seperti selalu menggunakan masker, menjaga jarak dengan orang lain, dan selalu menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan.Liburan saat pandemi, apalagi ke luar negeri, saat ini mungkin memang belum begitu disarankan, mengingat penyebaran Covid-19 belum juga terkendali.Namun, untuk Anda yang memiliki pertimbangan tersendiri, ada beberapa negara yang sudah mulai bisa dikunjungi. Pastikan Anda mengikuti semua protokol kesehatan dimanapun Anda berada.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang keamanan selama liburan saat pandemi, maupun tips menjaga kesehatan agar terhindar dari Covid-19, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
liburan sehatcoronavirus
Safe Travel Singapore. https://safetravel.ica.gov.sg/indonesia/rgl/requirements-and-process
Diakses pada 27 Oktober 2020
Dubai Tourism. https://www.dubaitourism.gov.ae/en/legislative-news/covid-19-advisory
Diakses pada 27 Oktober 2020
Ministry of Tourism Republic of Maldives. https://www.tourism.gov.mv/covid19
Diakses pada 27 Oktober 2020
US Embassy for Turkey. https://tr.usembassy.gov/covid-19-information-2/
Diakses pada 27 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait