Cara Merapikan Gigi Tanpa Behel, Pakai Retainer hingga Aligner


Banyak cara merapikan gigi tanpa behel yang bisa Anda coba. Beberapa cara untuk membuat gigi rapi tanpa menggunakan behel, seperti aligner, veneer, hingga retainer.

(0)
05 Feb 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ada beberapa cara merapikan gigi tanpa behel, salah satunya menggunakan alignerAligner transparan termasuk cara merapikan gigi tanpa behel
Menggunakan behel atau kawat gigi merupakan metode populer untuk membuat gigi menjadi lebih rapi. Namun, tahukah Anda ada cara lain untuk merapikan gigi tanpa behel?Merapikan gigi adalah prosedur kosmetik yang dilakukan untuk mengubah bagian gigi yang tidak sempurna. Beberapa masalah gigi yang membuat Anda ingin melakukan langkah ini biasanya adalah gigi bertumpuk, bentuk gigi yang tidak beraturan, atau gigi yang terlalu maju alias tonggos.Dahulu, masalah-masalah ini bisa diselesaikan dengan penggunaan kawat gigi alias behel. Namun, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam kedokteran gigi memungkinkan Anda untuk menempuh cara lain yang lebih indah secara estetika dan lebih cepat prosesnya.

Bagaimana cara merapikan gigi tanpa behel?

Ketika Anda ingin merapikan gigi tanpa behel, pastikan Anda mendatangi dokter gigi atau orthodontis, bukan ke sembarang dokter apalagi tukang gigi. Dokter yang kompeten akan menyesuaikan perawatan gigi dengan usia , kondisi gigi, rahang, dan lain-lain.

1. Aligner

Aligner adalah alat seperti penyanggah gigi yang terbuat dari plastik bening, tipis, dan memiliki ukuran sesuai bentuk gigi Anda. Fungsi aligner adalah merapatkan gigi yang harus diganti tiap 2-3 minggu sekali hingga Anda mendapatkan struktur gigi sesuai dengan keinginan atau evaluasi dari dokter yang menangani Anda.Terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam cara merapikan gigi tanpa behel ini. Pertama, aligner harus dicopot saat makan dan menyikat gigi. Kedua, pencopotan dan pemasangan kembali aligner harus dilakukan oleh pasien sendiri sehingga pasien bertanggung jawab atas kebersihan aligner yang digunakan.

2. Retainer

Bentuk retainer mirip dengan aligner, yakni plastik tipis dan bening yang menutupi permukaan gigi. Hanya saja, retainer juga ada yang bersifat tetap alias tidak bisa dicopot-pasang.Retainer biasanya digunakan setelah dokter gigi Anda melakukan perawatan penguat atau penambalan gigi, misalnya dental bonding. Retainer harus digunakan terus selama 6 bulan pascaperawatan untuk menguatkan tambalan yang digunakan pada gigi.Setelahnya, dokter bisa meminta Anda melanjutkan pemakaian retainer hanya pada malam hari. Saat siang, retainer bisa diletakkan di kotak khusus yang diberikan oleh dokter gigi untuk menjaga kebersihannya.

3. Resin gigi

Cara merapikan gigi tanpa behel ini dilakukan dengan mengaplikasikan resin sewarna gigi di permukaan gigi. Resin ini kemudian dikeraskan dengan menggunakan sinar khusus sehingga terbentuk ikatan (bonding) yang dapat mengisi kekosongan antargigi, menambal lubang kecil, dan menghaluskan ujung gigi yang terasa kasar.

4. Mahkota gigi

Mahkota gigi bertindak seperti topi yang dilekatkan di atas gigi sehingga dapat menggantikan fungsi sebagian besar permukaan gigi. Mahkota gigi terbuat dari porselen atau porselen yang dileburkan ke logam, dan berfungsi mengembalikan bentuk, kontur, serta penampakan gigi Anda.

5. Veneer

Veneer adalah lapisan tipis yang bertindak seperti cangkang gigi dan biasanya terbuat dari porselen. Beberapa dokter gigi juga bisa menggunakan bahan veneer lainnya yang memiliki warna senada dengan gigi sehingga sekaligus dapat memberi efek gigi yang lebih bersih.Cara merapikan gigi tanpa behel yang satu ini mirip dengan pemakaian kuku palsu, yakni dengan menempelkannya di permukaan gigi. Veneer juga dapat digunakan untuk merapatkan jarak antar gigi ketika behel tidak dapat melakukannya, misalnya saat ada gigi yang keluar dari jalurnya.

6. Kontur gigi

Cara merapikan gigi tanpa behel ini merupakan salah satu prosedur yang paling konservatif. Anda mungkin mengenal proses ini dengan nama lain, seperti odontoplasti, enameloplasti, stripping, atau slenderizing.Orang banyak melakukan prosedur ini agar memiliki estetika gigi yang lebih indah, serta senyum yang lebih menawan. Dari segi kesehatan, cara merapikan gigi ini juga bisa membuat kegiatan mengunyah lebih nyaman.Kontur gigi dilakukan dengan mengambil sedikit enamel gigi agar dokter bisa membentuk kembali panjang dan bentuk gigi. Meski demikian, prosedur kontur gigi tidak Anda membuat gigi terasa ngilu apalagi nyeri, dan Anda dapat langsung melihat hasilnya secara instan.

Faktor yang menjadi penyebab gigi tidak rapi

Penyebab gigi tidak rapi dapat dipicu oleh berbagai macam faktor. Beberapa faktor tersebut, di antaranya:
  • Kebiasaan menghisap ibu jari saat masih bayi
  • Penggunaan dot saat bayi
  • Kebiasaan menjulurkan lidah saat bayi
  • Rahang tidak sejajar
  • Genetik dan keturunan
  • Perawatan gigi yang buruk
  • Kekurangan nutrisi
  • Cedera pada wajah

Adakah efek samping yang muncul akibat gigi tidak rapi?

Saat gigi tak tertata dengan rapi, beberapa masalah mungkin akan Anda rasakan. Berikut sejumlah efek samping yang berpotensi muncul akibat gigi tidak rapi:
  • Kerusakan gigi dan penyakit gusi yang terjadi karena sulit membersihkan gigi pada bagian yang bengkok
  • Kesulitan untuk mengunyah makanan
  • Menyebabkan keausan gigi berlebih, gigi retak, rahang tegang, hingga sakit kepala kronis
  • Kesulitan dalam berbicara
  • Tidak percaya diri

Catatan dari SehatQ

Kadang kala, Anda harus melakukan lebih dari satu cara merapikan gigi tanpa behel sebelum mencapai hasil yang diinginkan. Misalnya, dokter akan meminta Anda melakukan veneer ataupun mahkota gigi beberapa bulan setelah melakukan kontur gigi.Apa pun prosedur yang Anda pilih, pastikan Anda melakukannya di dokter dan klinik gigi yang terpercaya. Jangan pernah tergoda untuk mengutak-atik gigi di tukang gigi, sekalipun mereka menawarkan harga yang lebih murah.
kesehatan gigiveneer gigikawat gigi
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/dental-health/cosmetic-dentistry/tooth-reshaping.aspx
Diakses pada 4 Februari 2020
AAO. https://www.aaoinfo.org/orthodontic-treatment-options/#fancyboxID-002
Diakses pada 4 Februari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/features/can-i-change-the-shape-of-my-teeth
Diakses pada 4 Februari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/recontouring-teeth
Diakses pada 4 Februari 2020
Oral Health Foundation. https://www.dentalhealth.org/veneers
Diakses pada 4 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/crooked-teeth
Diakses pada 29 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait