Ingin Menunda Kehamilan? Lakukan Cara Agar Tidak Hamil Ini

Berbagai cara agar tidak hamil dilakukan oleh sejumlah pasangan yang memilih untuk menunda kehamilan hingga waktu yang tepat
Menggunakan kondom adalah salah satu cara agar tidak hamil yang mudah dilakukan

Ada berbagai alasan yang membuat sejumlah pasangan suami istri memilih untuk menunda kehamilan hingga waktu yang tepat. Akibatnya, mereka memilih berbagai cara agar tidak hamil sehingga tidak perlu terjadi kehamilan yang tak diinginkan.

Bagi Anda yang termasuk aktif dalam rutinitas hubungan biologis, tetapi memilih untuk menunda kehamilan, penting mengetahui cara agar tidak hamil setelah melakukan hubungan seksual berikut ini.

Cara agar tidak hamil yang efektif setelah berhubungan seksual

Memutuskan menunda kehamilan dan mencari cara agar tidak hamil setelah melakukan hubungan seksual tentunya perlu disepakati terlebih dahulu oleh kedua belah pihak, yakni baik istri dan suami.

Setelah itu, Anda dan pasangan dapat menentukan cara agar tidak hamil setelah berhubungan seksual. Berikut adalah beberapa pilihannya:

1. Menggunakan kondom saat berhubungan seksual

Kondom adalah salah satu cara agar tidak hamil yang praktis
Kondom dapat cegah kehamilan dan penularan penyakit infeksi menular seksual

Kondom adalah salah satu cara agar tidak hamil yang praktis dan mudah didapatkan tanpa memerlukan resep dokter. Penggunaan kondom tidak hanya memperkecil peluang terjadinya kehamilan, tetapi juga efektif dalam mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi. Pastikan bahwa kondom yang akan digunakan tidak lewat dari masa kedaluwarsa dan permukaan kondom tidak robek.

Penggunaan kondom yang benar setidaknya efektif dapat mencegah kehamilan hingga 80 persen.

2. Menggunakan alat kontrasepsi

Cara agar tidak hamil berikutnya adalah menggunakan alat kontrasepsi yang dikenal dengan KB. Ada banyak jenis KB yang bisa menjadi preferensi individu sebagai salah satu cara mencegah kehamilan.

  • Suntik KB. Suntik KB bekerja dengan cara mencegah pelepasan sel telur dari ovarium tiap bulan, serta menebalkan lendir di sekitar leher rahim untuk menghalangi masuknya sperma. Suntik KB bisa dilakukan di bokong, lengan atas, perut, dan paha. Efektivitas suntik KB dalam mencegah kehamilan adalah sekitar 90 persen.
  • KB implan. KB implan mengandung hormon progestin yang dilepaskan secara perlahan dan dapat menunda kehamilan hingga 3 tahun. Efektivitasnya dalam mencegah kehamilan dapat mencapai 99 persen.
  • Intrauterine devices (IUD). IUD atau lebih dikenal dengan KB spiral merupakan alat kontrasepsi dalam rahim yang efektif untuk mencegah kehamilan cukup lama, yakni sekitar 5-10 tahun.
  • Pil KB. Jika dikonsumsi secara rutin sesuai dengan anjuran dokter, efektivitas pil KB dalam mencegah kehamilan sangat tinggi, yakni mencapai 95 persen. Terdapat dua macam pil KB, yaitu pil KB progestin dan pil KB kombinasi.

Untuk memutuskan menggunakan alat kontrasepsi, sesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan Anda. Selain itu, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

3. Menggunakan kontrasepsi darurat

Minum kontrasepsi darurat bisa menjadi cara agar tidak hamil
Minum kontrasepsi darurat secepat mungkin setelah berhubungan intim

Ada dua jenis kontrasepsi darurat yang dapat digunakan sebagai cara agar tidak hamil, yaitu pil yang mengandung levonorgestrel dan pil yang mengandung ulipristal asetat.

Cara agar tidak hamil dengan mengonsumsi kontrasepsi darurat adalah dengan menggunakannya secepat mungkin setelah berhubungan intim. Kontrasepsi darurat hanya efektif bila digunakan tidak lebih dari lima hari setelah melakukan hubungan seksual.

4. Ejakulasi di luar vagina

Ejakulasi di luar vagina atau dikenal dengan istilah coitus interruptus mungkin seringkali dilakukan oleh beberapa pria sebagai salah satu cara agar pasangannya tidak dapat hamil.

Akan tetapi, cara agar tidak hamil dengan metode ini masih memiliki risiko terjadinya kehamilan karena kemungkinan ujung penis pria sudah mengeluarkan cairan sperma sebelum terjadinya ejakulasi atau disebut juga cairan pre-ejakulasi.

Maka dari itu, diperlukan kontrol diri yang kuat dari pasangan pria agar ejakulasi dapat dilakukan di luar vagina.

5. Sterilisasi 

Sterilisasi sebenarnya juga merupakan alat kontrasepsi. Akan tetapi, prosedur ini ideal bagi para pasangan suami istri yang sudah tidak ingin menambah momongan atau tidak ingin memiliki keturuanan sama sekali. Ini karena sterilisasi merupakan cara agar tidak hamil yang bersifat permanen. 

Prosedur sterilisasi bisa dilakukan pada pria atau wanita. Pada pria, sterilisasi dilakukan dengan vasektomi. Sedangkan, pada wanita, sterilisasi dapat dilakukan dengan ligasi tuba atau oklusi tuba. 

6. Menghindari hubungan seksual pada masa ovulasi

Melakukan hubungan seksual bukan pada masa ovulasi juga menjadi salah satu cara agar tidak hamil. Hindari berhubungan intim di mana rahim meluncurkan sel telur yang matang, yakni 14 hari setelah haid. Masa ovulasi biasanya berlangsung 2-5 hari. 

Catatan dari SehatQ

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dulu untuk mengetahui cara agar tidak hamil yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan Anda, beserta risikonya.

Healthline. https://www.healthline.com/health/birth-control/how-to-avoid-pregnancy#be-on-time

Diakses pada 26 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321558#intrauterine-devices-and-implants

Diakses pada 26 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/contraception/how-can-i-avoid-pregnancy/

Diakses pada 26 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/contraception/contraceptive-injection/

Diakses pada 26 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/contraception/emergency-contraception/

Diakses pada 26 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/withdrawal-method/about/pac-20395283

Diakses pada 26 Februari 2020

Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/morning-after-pill-emergency-contraception/which-kind-emergency-contraception-should-i-use

Diakses pada 26 Februari 2020

Artikel Terkait