Ingin Mengajarkan Kosakata Baru pada Bayi? Ini Caranya

(0)
28 May 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sering mengajak bayi berbicara dapat mengajarkan kosakata baru pada merekaSeorang ibu sedang berbicara dengan bayinya
Memberi stimulasi yang tepat sangat penting bagi bayi yang berada pada periode emas, yaitu dalam 1.000 hari pertama kehidupannya. Salah satu hal yang bisa diajarkan oleh orangtua kepada buah hatinya adalah kemampuan berbahasa, misalnya dengan memperkenalkan banyak kosakata baru.Perkembangan kemampuan berbahasa setiap bayi memang tidak sama, namun mayoritas bayi mulai mengoceh (babbling) di usia 6-9 bulan. Pada usia 12 bulan, Anda mungkin akan mendengar kata pertamanya yang sederhana.Kemampuan ini akan berkembang sangat pesat mengingat Si Kecil mungkin akan menguasai sekitar 50 kosakata saat usanya menginjak 18-24 bulan. Ia bahkan sudah bisa merangkai dua kata menjadi kalimat pendek, seperti ‘mama minum’, ‘papa gendong’, dan sebagainya.

Cara mengajarkan kosakata baru pada bayi

Cara terbaik untuk mengenalkan kosakata baru pada bayi adalah dengan selalu mengajaknya bicara. Meski Si Kecil belum bisa merespons perkataan Anda, bicarakan hal apa pun dengan buah hati Anda, misalnya tentang makanan yang akan dimakannya, mainan yang akan dibawanya mandi, aktivitas yang tengah Anda kerjakan, dan sebagainya.Selain itu, ada beberapa strategi cara mengajarkan kosakata baru pada bayi, seperti:
  • Ketahui minat bayi

Bayi akan lebih cepat belajar kosakata baru dari hal-hal yang disukainya, misalnya saat si Kecil memegang botol susunya ataupun ketika ia berada di luar rumah. Jadikan momen kesukaan bayi sebagai saat Anda lebih banyak bicara padanya sehingga buah hati Anda juga tertarik untuk mengenal dan mengucapkan kosakata baru.
  • Membaca

Buku adalah sumber kosakata baru yang bisa diperkenalkan kepada bayi pada usia berapapun. Semakin kecil usia bayi, pilihlah buku dengan tulisan yang lebih sedikit dan lebih banyak gambar, tekstur, atau halaman interaksi lainnya.Jangan pernah bosan membacakan buku yang sama kepada bayi selama beberapa kali. Membacakan buku sama berulang-ulang mungkin terlihat membosankan bagi Anda, tapi bayi justru akan belajar kosakata baru ketika melihat dan mendengarnya secara berulang-ulang.Ketika bayi sudah mulai terbiasa dengan buku yang Anda bacakan, jangan terburu-buru untuk membeli buku yang baru. Cobalah berimprovisasi dengan menghubungkan gambar yang ada pada buku tersebut dengan kegiatan bayi sehari-hari sambil, tentunya, mengenalkan kosakata yang baru.
  • Bernyanyi

Anda bisa mengenalkan anggota tubuh bayi dengan bernyanyi sambil menunjuk anggota tubuh yang dimaksud, misalnya ‘kepala pundak lutut kaki’ atau ‘dua mata saya’. Ketika melakukannya, jangan lupa untuk menatap mata bayi dan banyak tersenyum untuk memberi kesan nyaman pada bayi.
  • Minta bayi untuk mengulang kosakata sederhana

Salah satu cara paling sederhana yang bisa Anda lakukan adalah meminta bayi meniru kata-kata Anda, misalnya ‘susu’, ‘makan’, atau ‘bobo’. Pada bayi yang sudah lebih besar, ia mungkin akan menunjuk benda dan meminta Anda untuk menyebut nama benda tersebut, misalnya mobil, bantal, mainan, dan sebagainya.Ketika bayi mampu mengucapkan kosakata baru, jangan lupa untuk memberi pujian atas usaha yang ia lakukan. Sebaliknya, tidak perlu mematok bayi untuk menghapal kosakata baru karena setiap anak memiliki kemampuan berbahasa yang berbeda-beda.
  • Jangan takut mengenalkan kosakata yang tidak biasa

Pada bayi yang sudah menjelang dua tahun, Anda bisa memperkenalkan kata-kata yang tidak biasa sambil menerangkan artinya dengan bahasa yang lebih sederhana. Misalnya, kata ‘larutan’ untuk menerangkan perpaduan antara air dengan gula yang diaduk.Mengenalkan kosakata rumit sedari kecil dapat membantu mengembangkan kemampuan berbahasa anak ketika ia masuk sekolah.

Mitos seputar mengenalkan kosakata baru pada bayi

Tidak sedikit orangtua yang percaya bahwa mengenalkan kosakata baru pada bayi dapat dilakukan dengan menggunakan flash cards. Flash cards adalah sejenis kartu bergambar buah, binatang, atau bentuk tertentu dan digadang-gadang bisa membantu Si Kecil mendapatkan kosakata baru.Meskipun demikian, National Association for the Education of Young Children (NAEYC) menekankan flash cards hanya membuat bayi menghapal objek yang ada di kertas, bukan belajar kosakata baru. Hapalan akan membebani otak bayi karena ia belum ‘diprogram’ untuk melakukan aktivitas ini.Perlu diingat juga bahwa bayi memiliki batas dalam belajar kosakata baru. Sehari setelah bayi diajari enam kosakata baru misalnya, ia mungkin hanya akan ingat setengahnya. Namun, Anda tetap dapat mencoba mengajarkan bayi kosakata baru setiap hari, terutama saat ia tengah terjaga dan ceria.
perkembangan bayi
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pentingnya-pemantauan-tumbuh-kembang-1000-hari-pertama-kehidupan-anak
Diakses pada 15 Mei 2020
Pregnancy Birth Baby Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/speech-development-in-children
Diakses pada 15 Mei 2020
NAEYC. https://www.naeyc.org/our-work/families/literacy/learn-new-words
Diakses pada 15 Mei 2020
NAEYC. https://www.naeyc.org/our-work/families/toddlers-and-reading-describe-don%27t-drill
Diakses pada 15 Mei 2020
Hanen. http://www.hanen.org/Helpful-Info/Articles/How-to-Help-Your-Child-Learn-New-Words.aspx
Diakses pada 15 Mei 2020
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/babies/play-learning/play-baby-development/talking-play-babies
Diakses pada 15 Mei 2020
The Bump. https://www.thebump.com/a/how-you-can-help-baby-learn-new-words-report
Diakses pada 15 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait