Ingin Menambah Nafsu Makan Anak, Kenali Dulu Pola Makannya

Merasa bosan dengan rutinitas atau menu yang itu-itu saja juga bisa membuat anak tidak nafsu makan
Saat anak menolak makan, tentu membuat orangtua bingung dan khawatir

Akan ada masa saat anak menolak membuka mulut meski sang ibu telah menyiapkan makanan favoritnya. Apabila hal ini terjadi terus menerus, tentu timbul kekhawatiran apakah anak mendapatkan nutrisi sesuai usianya. Sama seperti orang dewasa, menambah nafsu makan anak bisa dilakukan dengan cerdik.

Bayangkan saat orang dewasa disuguhi makanan itu-itu saja setiap hari, tentu membuat nafsu makan menurun. Mencari alternatif makanan atau mencari tahu apa yang salah dengan tubuh anak bisa jadi cara untuk menambah nafsu makan anak.

Penyebab anak tidak nafsu makan

Bagi ibu-ibu yang mulai memberikan MPASI pada anak, akan seringkali ada fase GTM atau “gerakan tutup mulut”. Ketika anak menolak makan, hal ini rentan membuat orangtua frustrasi.

Jangan terburu-buru panik, coba kenali dulu apa penyebab anak tidak nafsu makan. Beberapa penyebabnya bisa jadi karena:

  • Fase pertumbuhan

Ketika anak berusia 0-6 bulan, pertambahan berat badan bisa terjadi secara signifikan. Namun setelah itu, fase pertumbuhan menjadi lebih pelan termasuk nafsu makan anak. Hal ini sepenuhnya wajar dan bisa kembali normal setelah beberapa waktu.

  • Pemulihan

Anak yang masih dalam fase pemulihan dari sakit kerap belum menunjukkan nafsu makan. Tubuhnya masih belum benar-benar fit sehingga sistem tubuh juga belum berfungsi sempurna.

Selain itu, obat yang dikonsumsi juga bisa berpengaruh terhadap sistem cerna tubuh. Perlu waktu hingga tubuh anak normal kembali dan mereka akan kembali antusias di waktu makan.

  • Kekurangan zat besi

Kondisi anemia defisiensi besi (ADB) kerap terjadi pada anak. Itu sebabnya suplemen zat besi untuk bayi kerap direkomendasikan untuk menambah nafsu makan si Kecil. Zat besi adalah substansi yang penting untuk sistem pencernaan, termasuk menciptakan rasa lapar.

Di Indonesia, angka ADB pada anak cukup besar, sehingga IDAI menganjurkan untuk memberikan suplementasi zat besi sejak bayi berusia 4 bulan jika mengonsumsi ASI. Pada bayi yang mengonsumsi sufor, tidak diperlukan lagi karena biasanya sudah ada kandungan zat besi di dalam sufor.

Selain itu, Anda bisa menyiasatinya dengan banyak memberikan makanan kaya zat besi. Coba makanan seperti ayam, kacang-kacangan, olahan gandum, atau sayur seperti bayam.

  • Bosan

Merasa bosan dengan rutinitas atau menu yang itu-itu saja juga bisa membuat anak tidak nafsu makan. Selain itu, konsumsi susu yang terlalu banyak juga bisa membuat anak kenyang dan tidak antusias saat waktu makan besar tiba.

Cara menambah nafsu makan anak

Memang gampang-gampang susah menambah nafsu makan anak karena mereka belum bisa berkomunikasi dengan gamblang menyampaikan apa yang diinginkan. Meski demikian, jangan kehabisan ide dan coba beberapa cara menambah nafsu makan anak berikut ini:

1. Sarapan

Salah satu titik awal dimulainya hari yang penting untuk si kecil adalah saat sarapan. Sebisa mungkin, berikan menu sarapan yang bergizi sehingga fungsi metabolisme anak berjalan dengan optimal. Hal ini bisa berpengaruh terhadap nafsu makannya sepanjang hari.

2. Ubah frekuensi makan

Jangan terpaku pada frekuensi dan pola makan yang itu-itu saja. Dalam sehari, anak menggunakan energi mereka untuk aktivitas fisik dan motorik kasar. Untuk itu, jadilah orangtua yang fleksibel termasuk untuk urusan frekuensi dan pola makan.

Apabila anak tidak mau makan besar 3 kali sehari seperti sebelumnya, mungkin saatnya mencoba memberi makan porsi kecil dengan durasi lebih sering.

3. Buat sesi makan jadi menarik

Sebisa mungkin, buat sesi makan menjadi menarik sebagai salah satu cara menambah nafsu makan anak. Contohnya, ajak anak bercerita tentang hal favoritnya atau ajak mainan kesayangannya untuk ikut serta di meja makan.

Selain itu, Anda juga bisa berkreasi menyiapkan makanan dengan bentuk yang menarik agar anak tidak merasa bosan. Jangan kehabisan ide dan Anda bisa mencari inspirasi dari mana saja untuk urusan ini.

4. Snack bergizi

Mungkin anak sedang merasa bosan dengan siklus makan besar dengan sepiring nasi serta lauk dan juga sayur. Alternatifnya, siapkan snack yang terlihat ringan namun tetap bergizi. Anak Anda bisa mendapatkan nutrisi yang sama baiknya meski tanpa makan berat.

5. Batasi konsumsi susu

Salah satu cara menambah nafsu makan anak adalah dengan membatasi konsumsi susu seperti UHT. Bila perlu, batasi hanya mengonsumsi 2-3 gelas per harinya. Tujuannya agar anak tidak merasa kenyang terlebih dahulu meski belum makan.

6. Aktivitas fisik

Libatkan anak dalam aktivitas fisik untuk membuat mereka lebih lahap saat waktu makan tiba. Menghabiskan energi dapat menjadi stimulus bagi sistem pencernaan, termasuk rasa lapar. Bonusnya, anak dapat melatih motorik kasar mereka dan bisa tidur lebih lelap di malam hari.

Kenali bagaimana nafsu makan anak Anda bekerja. Tentu perlu waktu untuk tahu kapan dan apa saja makanan yang bisa menambah nafsu makan si Kecil. Teruslah berkreasi untuk memastikan tubuh mungil anak mendapatkan nutrisi yang tepat.

First Cry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/how-to-increase-appetite-in-kids-10-effective-ways/
Diakses 6 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/appetite-stimulant
Diakses 6 Desember 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/214074-how-to-increase-appetite-in-an-underweight-child/
Diakses 6 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed