Baby sitter harus memiliki sertifikat dan pengalaman sebelum bekerja.
Baby sitter adalah "teman" si kecil saat di rumah, maka dari itu, jagalah komunikasi dengan mereka.

Babysitter memang tidak bisa menggantikan orangtua, tapi perannya di rumah dalam menjaga dan mengasuh anak tentunya penting dan tidak boleh dipandang sebelah mata.

Mencari baby sitter pun tidak boleh sembarangan dan terburu-buru. Harus ada beberapa "peraturan" ketat yang perlu dipahami, agar tidak salah memilih "teman" Si Kecil selama orangtuanya tidak di rumah.

Tips memilih baby sitter yang dapat dipercaya

Tidak hanya menyuapi, memandikan, atau meninabobokan Si Kecil, peran baby sitter bisa lebih vital untuk proses tumbuh kembang anak, seperti membantunya belajar membaca atau menghitung.

Itulah sebabnya memilih babysitter tidak boleh sembarangan, harus ada peraturan yang dipegang erat ketika memilih baby sitter. Apa saja aturannya?

1. Meminta rekomendasi

Babysitter
Babysitter harus sabar dalam menghadapi anak

Menjaga komunikasi antar tetangga, orangtua di sekolah, hingga kolega kerja sangatlah penting untuk orangtua mencari rekomendasi baby sitter yang terpercaya.

Tanyalah mengenai baby sitter yang mungkin pernah bekerja di rumah mereka. Hal ini dilakukan agar orangtua bisa mendapatkan baby sitter yang sudah “teruji” dan dapat dipercaya, karena tetangga sudah pernah memperkerjakannya.

Pastikan juga baby sitter yang direkomendasikan ini tidak pernah memiliki masalah dalam mengasuh anak. Hal-hal inilah yang nantinya bisa membantu orangtua dalam mempertimbangkan seorang baby sitter.

2. Mewawancarai calon baby sitter

Sebelum “ketok palu”, undanglah untuk proses wawancara. Jika tidak bisa bertemu secara langsung, Anda bisa melakukannya melalui telepon maupun video call. Apabila memungkinkan, undang kandidat baby sitter ke rumah untuk berkenalan dengan anak Anda.

Nantinya, orangtua bisa melihat interaksi yang terjalin antara baby sitter dan anak. Jika keduanya memperlihatkan chemistry atau hubungan yang erat, bisa jadi baby sitter inilah yang Anda cari.

3. Bersikap kritis

Bersikap kritis dalam memilih baby sitter adalah hal yang sangat disarankan. Jangan takut untuk menanyakan berbagai hal penting, seperti kemampuan baby sitter dalam menangani situasi darurat di rumah atau sertifikat pelatihan baby sitter yang dimilikinya.

4. Memilih yang berpengalaman

Tak peduli seberapa tua usia baby sitter yang akan Anda perkerjakan, selalu pastikan bahwa ia memiliki pengalaman dalam mengasuh anak. Sebab, usia tidak menentukan seberapa besar pengalamannya dalam menjaga anak.

Maka dari itu, tidak ada salahnya bertanya kepada baby sitter mengenai “sepak terjangnya” mengasuh anak seorang diri di rumah.

5. Mempercayai insting sebagai orangtua

Babysitter
Baby sitter harus siap dalam mengasuh anak

Selain memastikan bahwa sang baby sitter memiliki sertifikat pelatihan, jangan lupakan insting Anda sebagai orangtua.

Tentunya, Ayah dan Bunda memiliki insting kuat ketika melihat perlakuan sang baby sitter pada Si Kecil. Jika di dalam hati sudah tumbuh rasa percaya pada baby sitter yang ingin diperkerjakan ini, bisa jadi ia adalah baby sitter yang selama ini Anda cari.

6. Mengutarakan metode pengasuhan

Setiap orangtua memiliki metode pengasuhan yang berbeda. Pastikan metode pengasuhan ini tersampaikan dengan baik pada baby sitter yang Anda akan perkerjakan di rumah.

Jika metode pengasuhan orangtua berbeda dengan cara asuh yang dilakukan baby sitter, ditakutkan akan ada kesalahpahaman yang terjadi.

7. Menyusun rencana untuk mempermudah pekerjaan baby sitter

Tanpa bantuan orangtua, baby sitter tidak bisa melakukan pekerjaannya dengan lancar. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mulai menyusun rencana untuk mempermudah pekerjaannya. Misalnya dengan membuat daftar informasi berisi kondisi kesehatan Si Kecil, termasuk riwayat alergi, jika ada.

Jaga komunikasi dengan baby sitter

Tak kenal, maka tak sayang. Bagaimana orangtua bisa mempercayai sang baby sitter, jika komunikasi tak berjalan dengan lancar?

Jika kelak telah berhasil mempekerjakan baby sitter yang diidam-idamkan, sering-seringlah berbincang dengannya, juga untuk mengenali kepribadiannya. Hal ini bisa memberikan gambaran terhadap cara mengasuh yang dilakukan baby sitter pada anak Anda.

Mintalah nomor ponselnya, agar Anda bisa berkomunikasi 24/7 untuk menanyakan kabar anak Anda. Dengan menjaga komunikasi, akan muncul kepercayaan dan hubungan erat antara orangtua dan baby sitter. Diharapkan, keamanan anak di rumah pun akan terjaga.

Berikan juga nomor ponsel anggota keluarga, atau tetangga, agar sang baby sitter bisa menghubungi orang yang dapat dipercaya, saat ada situasi penting di rumah.

Catatan dari SehatQ:

Ingat, baby sitter adalah sosok yang akan menemani anak Anda seharian di rumah. Maka dari itu, permudahlah pekerjaannya dengan memberikan instruksi yang jelas. Selain itu, jagalah komunikasi, agar segala kebutuhan anak dapat terpenuhi.

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/finding-child-care-how-to-choose-a-babysitter-616521
Diakses pada 4 Juni 2020

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/week-24/babysitters.aspx
Diakses pada 4 Juni 2020

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/babysitter.html
Diakses pada 4 Juni 2020

Artikel Terkait