Ingin Memakaikan Anting Bayi? Ketahui Dulu Hal Berikut Ini

(5)
15 Jun 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pakaikan anting bayi berukuran kecil, tidak memiliki sudut yang tajam, serta terbuat dari bahan yang tidak menyebabkan alergiPilih anting bayi yang terbuat dari logam mulia seperti emas minimal 14 karat untuk menghindari risiko infeksi
Ketika dikaruniai bayi perempuan, Anda mungkin tidak sabar untuk memakaikannya anting. Terdapat berbagai pilihan anting bayi dengan bentuk yang unik dan menggemaskan guna mempercantik penampilannya.
Akan tetapi, keamanan akan hal ini kerap mengundang kekhawatiran bagi sebagian ibu. Sebab mungkin saja telinga bayi bisa mengalami iritasi bahkan infeksi. Dengan begitu, pemilihan anting bayi pun tidak boleh dilakukan sembarangan.

Amankah menggunakan anting bayi?

Memakaikan anting pada bayi sebenarnya aman-aman saja dilakukan. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Sebelum memakaikan anting, tentu saja telinga bayi harus ditindik terlebih dahulu dengan cara yang benar. Jadi, Anda dapat meminta dokter atau bidan untuk melakukannya sesuai prosedur yang tepat.Setelah penindikan, jangan melepas anting tindik selama 6 minggu. Sebab, umumnya setelah 6 minggu lobus telinga sudah pulih dan tak sakit sehingga bayi bisa mengenakan anting yang berbeda.Selain itu, jika Anda ingin memakaikan anting bayi, dokter merekomendasikan untuk menunggu hingga si Kecil berusia 2 bulan. Sebab walaupun sangat jarang terjadi, lubang tindik yang terinfeksi bisa menimbulkan komplikasi berupa infeksi kulit yang buruk atau demam pada bayi berusia di bawah 2 bulan.Menindik dan memasang anting saat bayi juga dianggap lebih mudah dilakukan. Ketika anak sudah semakin besar, maka tindik bisa terasa lebih sakit. Sebuah artikel dalam Journal of Pediatrics pun menemukan bahwa keloid lebih umum terbentuk ketika tindik dilakukan setelah usia 11 tahun.

Memilih anting bayi

Para ahli merekomendasikan untuk memilih anting bayi yang terbuat dari emas minimal 14 karat, perak, platinum atau stainless steel. Sebab logam mulia dan stainless steel meminimalkan risiko infeksi dan ruam. Perlu Anda ketahui juga bahwa dermatitis kontak dapat dipicu oleh logam tertentu, terutama nikel. Ketika dermatitis kontak terjadi, bayi bisa mengalami gatal yang luar biasa. Akan tetapi, bisa saja bayi juga menunjukkan reaksi alergi terhadap bahan-bahan anting yang dianggap aman.Selain itu, pilihlah anting yang berukuran kecil, bundar, dan rata. Hindari memilih anting yang menjuntai atau tajam karena bisa saja bayi akan menariknya hingga membuatnya terluka. Jika anting jatuh dan dimainkan oleh bayi, kemungkinan si Kecil juga bisa memasukkannya ke dalam mulut sehingga menyebabkan tersedak. Kemungkinan lain juga anting dapat tersangkut pada pakaian sehingga ditarik oleh bayi atau anak lain yang bisa menyebabkan lobus telinga si Kecil robek. Hal tersebut tentu saja tidak boleh luput dari perhatian ibu.Sedangkan, untuk membersihkan lubang tindik dan anting, dokter merekomendasikan pembersihan sebanyak dua kali sehari. Daun telinga dan anting harus dibersihkan - baik depan dan belakang - menggunakan alkohol dan ujung cotton bud, kemudian oleskan sedikit salep antibiotik. Di samping itu, anting juga harus diputar pada telinga bayi beberapa kali sehari. Ketika membersihkan telinga bayi, pastikan Anda tidak menekan area di sekitar anting karena bisa menimbulkan rasa sakit yang hebat.Setelah selesai memandikan bayi, keringkan area telinga di sekitar anting agar tidak lembap dan tumbuh bakteri. Jika area daun telinga menjadi merah, bengkak, atau mengeluarkan nanah sebaiknya segera periksakan si Kecil pada dokter. Dokter mungkin akan melepas anting bayi dan memberinya antibiotik untuk meredakan infeksi.

Catatan SehatQ

Memakaikan anting bayi mungkin sudah menjadi tradisi atau hanya ingin mempercantik penampilan si Kecil. Hal ini aman dilakukan, namun mintalah dokter atau bidan untuk melakukannya. Anda juga harus memilih bahan dan bentuk anting yang aman untuk bayi, seperti halnya anting bundar dari emas. Jangan lupa pula untuk selalu menjaga kebersihan telinga dan anting bayi agar terhindar dari infeksi.
kebersihan telingainfeksi telingatelinga bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-ear-piercing#Are-There-Benefits
Diakses pada 02 Juni 2020
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_piercing-your-babys-ears_10341560.bc
Diakses pada 02 Juni 2020
Mom Loves Best. https://momlovesbest.com/baby-ear-piercing
Diakses pada 02 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait

Ketahui 6 Penyebab Gangguan pada Telinga

Gangguan pada telinga umumnya terjadi pada kaum lansia, tetapi gangguan tersebut bisa terjadi pada siapa saja. Gangguan telinga tidak hanya berkisar pada gangguan pendengaran saja, tetapi juga dapat berupa sakit pada telinga dan infeksi akibat kotoran telinga.
24 Apr 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Ketahui 6 Penyebab Gangguan pada Telinga

Benarkah Kotoran Telinga Jadi Penyebab Tuli Konduktif pada Lansia?

Tuli konduktif adalah salah satu gangguan pendengaran yang berisiko dialami lansia. Tuli konduktif ini menyebabkan penurunan fungsi pendengaran (hearing loss) atau ketulian (deafness).
10 Jun 2019|dr. M. Helmi A.
Baca selengkapnya
Benarkah Kotoran Telinga Jadi Penyebab Tuli Konduktif pada Lansia?

Mengenal Fungsi Gendang Telinga dan Cara Merawatnya

Fungsi gendang telinga adalah menerima getaran suara dari luar yang tersalur melalui liang telinga. Jika gendang telinga rusak, pendengaran dapat terganggu.
02 Apr 2020|Dessy Diniyanti
Baca selengkapnya
Mengenal Fungsi Gendang Telinga dan Cara Merawatnya