Ingin Lakukan Sulam Bibir? Ini Risiko yang Mengintai Anda

Meski kecil. sulam bibir memiliki risiko kesehatan yang patut diwaspadai
Sulam bibir ternyata juga memiliki risiko kesehatan

Banyak alasan yang membuat wanita ingin melakukan sulam bibir, salah satu yang utama tentu agar terlihat lebih cantik dan segar dipandang mata. Sulam bibir terbukti dapat menghadirkan efek bibir yang lebih penuh, cerah, dan menyamarkan ketidaksempurnaan bentuk bibir itu sendiri.

Sulam bibir sebetulnya istilah yang diberikan oleh orang Indonesia untuk kegiatan merajah bibir alias tato bibir. Ya, sulam bibir dikatakan sama dengan tato bibir karena proses pengerjaannya dilakukan dengan memasukkan pigmen warna ke dalam bibir Anda dengan menggunakan jarum tato yang berukuran kecil.

Sama seperti sebelum Anda memutuskan merajah badan Anda, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan sulam bibir. Selain soal biaya, pertimbangan yang terpenting adalah soal keamanan prosedur dan alat yang digunakan agar Anda terhindar dari risiko efek samping sulam bibir.

Apa saja risiko yang Anda hadapi saat melakukan sulam bibir?

Sulam bibir sangat populer di kalangan wanita karena prosedur ini dapat membuat bibir merah merona tanpa harus menggunakan lipstik. Efek sulam bibir bahkan digadang-gadang permanen karena pigmen warna di-tattoo ke dalam lapisan kulit dalam yang paling atas sehingga tidak akan hilang ketika dibilas.

Meski dianggap permanen, warna yang Anda masukkan ke bibir itu tidak akan bertahan selamanya. Warna tersebut bisa pudar dalam hitungan minggu hingga tahun sehingga harus sering dirawat, bahkan Anda harus kembali menjalani sulam bibir untuk kembali menyuntikkan pigmen warna yang sama ataupun warna baru sesuai keinginan Anda.

Selain pertimbangan permanen atau tidak permanen di atas, terdapat risiko sulam bibir lainnya yang harus Anda pikirkan sebelum melakukan prosedur kecantikan ini, yaitu:

  • Bengkak

Jarum tato dapat mengakibatkan munculnya lubang kecil pada kulit sehingga memicu reaksi bengkak sebagai respons atas adanya lubang tersebut. Untuk mengatasi bengkak setelah sulam alis, Anda bisa mengompres bibir dengan es batu.

  • Infeksi

Banyak hal dapat mengakibatkan munculnya infeksi setelah Anda melakukan sulam bibir, misalnya dari penggunaan jarum atau alat tato lainnya yang tidak disterilisasi terlebih dahulu sebelum digunakan. Anda juga dianjurkan berkumur sebelum melakukan sulam bibir di bibir bagian dalam untuk menghindari kemungkinan terjadinya infeksi.

  • Meninggalkan bekas luka

Ketika luka akibat sulam alis tidak kunjung sembuh, luka tersebut bisa meninggalkan bekas yang malah akan mengganggu penampilan Anda.

  • Reaksi alergi

Hal ini ditandai dengan munculnya rasa gatal, biang keringat, atau biduran terutama jika Anda memiliki kulit sensitif. Untuk mengantisipasi reaksi alergi, Anda bisa meminta ahli sulam bibir untuk menggunakan pigmen warna yang bersifat nonalergenic.

  • Anafilaksis

Anafilaksis adalah contoh reaksi alergi yang muncul beberapa jam setelah sulam bibir, meski jarang ditemui tapi sangat mungkin terjadi. Anafilaksis ditandai dengan bibir yang bengkak, begitu pula area leher dan pipi, serta disertai oleh rasa sesak napas sehingga harus buru-buru dibawa ke Instalasi Gawat Darurat. Anafilaksis yang tidak segera ditangani dapat mengancam nyawa.

  • Penyakit menular lainnya

Penyakit menular, seperti hepatitis B, hepatitis C, hingga HIV, karena penggunaan jarum yang tidak steril bisa mengakibatkan terjadinya penularan penyakit lewat darah.

Penelitan menunjukkan risiko Anda terkena efek samping yang parah setelah menjalani sulam bibir hanya 0,02%. Memang persentase itu sangat kecil, tapi tidak ada salahnya Anda waspada dan memilih tempat sulam bibir yang dapat dipertanggungjawabkan keselamatannya.

Adakah alternatif lain dari sulam bibir?

Untuk membuat bibir Anda terlihat cerah, sebetulnya ada langkah mudah sehingga Anda tidak harus melakukan sulam bibir.

Kunci dari bibir yang merona dan sehat adalah menjaga asupan cairan Anda tidak kurang sehingga Anda terhindar dari dehidrasi, yang salah satunya dapat membuat bibir pucat dan pecah-pecah.

Bila perlu, gunakan pelembap bibir agar bibir tidak kering atau gunakan lidah buaya yang dapat bekerja layaknya pelembap alami di bibir. Hindari juga gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, yang dapat membuat bibir Anda menghitam, berkerut, dan kendor.

Terakhir, terimalah kondisi fisik Anda apa adanya. Bibir Anda mungkin tidak akan terlihat seperti para selebriti, namun setidaknya Anda tidak mengidap masalah kesehatan apa pun pada bibir, termasuk tidak perlu menanggung risiko terkena penyakit berbahaya yang mungkin muncul setelah Anda melakukan sulam bibir.

Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/lip-tattoo
Diakses pada 14 Desember 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2352241017300178
Diakses pada 14 Desember 2019

The Society of Permanent Cosmetic Professional. https://www.spcp.org/thinking-of-getting-a-cosmetic-tattoo/permanent-makeup-faq/
Diakses pada 14 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/smoking/smokers-lips
Diakses pada 14 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-make-lips-pink
Diakses pada 14 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed