Ingin Kurus? Operasi Sedot Lemak Belum Tentu Tepat untuk Anda

Operasi sedot lemak tidak cocok untuk semua orang
Meski efektif mengurangi lemak di area tertentu, hasil dari operasi sedot lemak tidaklah permanen

Operasi sedot lemak merupakan salah satu alternatif yang biasa ditempuh untuk bisa mendapatkan bentuk tubuh yang lebih menarik. Akan tetapi, operasi sedot lemak atau liposuction, tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Biasanya operasi ini memang dilakukan untuk menghilangkan lemak di bagian tubuh tertentu. Hanya saja, tidak semua orang dapat menjalani operasi sedot lemak.

Siapa yang bisa mengikuti operasi sedot lemak?

Operasi sedot lemak berfungsi untuk mengeluarkan lemak di daerah tubuh tertentu, seperti paha, pinggul, pantat, leher, lengan, atau perut. Operasi sedot lemak tidak dapat menghilangkn selulit atau stretch marks dan hanya membantu membentuk badan saja.

Namun, operasi sedot lemak tidak boleh dilakukan ke semua orang. Anda perlu memenuhi persyaratan tertentu untuk bisa mengikuti operasi sedot lemak. Orang yang boleh mengikuti operasi ini harus memiliki kadar lemak tertentu dalam tubuh.

Selain itu, Anda juga harus berada di sekitar 30 persen dari berat badan ideal, berusia 18 tahun ke atas, tidak merokok, memiliki berat badan yang stabil, serta memiliki kulit yang elastis dan kencang.

Kulit yang tipis dapat memunculkan gelambir setelah proses operasi sedot lemak, karenanya akan lebih baik jika Anda memiliki kulit yang elastis dan kencang yang mampu mengikuti bentuk tubuh nantinya.

Kondisi fisik juga harus sehat dan tidak boleh mengidap kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, masalah di peredaran darah, diabetes, atau memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Apakah operasi sedot lemak bisa untuk menurunkan berat badan?

Operasi sedot lemak bertujuan untuk memperbaiki bentuk tubuh atau penampilan dengan menghilangkan lemak membandel di area tubuh yang tidak kunjung hilang meskipun sudah dilakukan diet dan olahraga.

Sebenarnya, operasi sedot lemak bukanlah metode yang sesuai untuk menurunkan berat badan Anda. Liposuction bukanlah penanganan untuk obesitas, karena diet dan olahraga merupakan cara menurunkan berat badan yang paling efektif.

Liposuction tidak bersifat permanen dan sel lemak yang awalnya diambil bisa berkembang lagi dan bertambah besar jika tidak dipertahankan dengan pola hidup yang sehat. Operasi sedot lemak hanya berperan untuk membentuk tubuh saja.

Operasi sedot lemak juga tidak mampu menghilangkan selulit ataupun stretch mark dan hanya dapat mengubah bentuk tubuh dengan mengeluarkan lemak di daerah tubuh tertentu.

Biasanya, operasi sedot lemak dilakukan untuk penderita limfedema, ginekomastia, sindrom lipodistrofi, lipoma, dan orang-orang yang menurunkan berat badan secara ekstrim seusai obesitas.

Apakah ada bahaya dari operasi sedot lemak?

Seperti bedah lainnya, operasi sedot lemak tentunya memiliki berbagai risiko yang perlu dipertimbangkan, sepeti:

  • Penumpukan cairan, adanya penumpukan kantongan cairan di bawah kulit atau seroma yang bersifat sementara dan mungkin perlu dikeluarkan melalui jarum
  • Lebam, munculnya lebam sehabis operasi sedot lemak biasanya bersifat sementara
  • Peradangan, bengkak pada bagian tubuh yang dibedah bisa dialami selama enam bulan lebih. Terkadang terdapat cairan yang keluar dari tempat bekas operasi sedot lemak
  • Emboli lemak, adanya pecahan lemak yang pecah dan terjebak di dalam pembuluh darah dan menumpuk di paru-paru atau menuju ke otak
  • Edema pulmonalis, terjadi ketika cairan yang disuntikkan menumpuk di paru-paru
  • Keanehan pada kulit, seusai operasi sedot lemak, kulit bisa terlihat seperti lilin, berbenjol-benjol, dan adanya titik bekas tabung dimasukkan yang tidak hilang.
  • Kebas, Anda dapat mengalami rasa kebas pada area tubuh yang diambil lemaknya. Sensasi kebas bisa bersifat permanen ataupun sementara akibat iritasi saraf
  • Infeksi, infeksi kulit bisa saja terjadi pascaoperasi
  • Kulit terbakar, pergerakan dari tabung yang digunakan dalam operasi sedot lemak dapat menggesek kulit dan menimbulkan panas di kulit atau saraf
  • Efek samping obat bius, meskipun jarang terjadi obat bius lidokain dapat menimbulkan efek samping yang mempengaruhi sistem saraf dan jantung
  • Tromboflebitis, pembentukan gumpalan darah di pembuluh darah yang dapat memicu peradangan dan komplikasi serius
  • Masalah pada jantung, paru-paru dan ginjal, perubahan tingkat cairan selama operasi dapat berdampak pada organ jantung, paru-paru, dan ginjal
  • Reaksi alergi, Anda bisa saja mengalami alergi terhadai obat-obatan atau senyawa yang diberikan saat operasi sedot lemak

Catatan dari SehatQ

Operasi sedot lemak berperan untuk memperbaiki bentuk tubuh, tetapi bukan cara untuk menurunkan berat badan. Anda tetap perlu menjalani diet dan olahraga untuk bisa menguruskan badan.

Operasi sedot lemak perlu pertimbangan yang matang, mulai dari persyaratan menjadi pasien, jenis operasi sedot lemak yang tepat, sampai persiapan khusus sebelum menjalani bedah.

Oleh karenanya, diskusikan dengan dokter bedah yang profesional apakah Anda dapat mengikuti operasi sedot lemak atau tidak. Konsultasikan juga risiko, persiapan, dan prosedur yang akan dijalankan.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/liposuction/about/pac-20384586
Diakses pada 14 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/180450#what_is_liposuction
Diakses pada 14 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedure-liposuction#1
Diakses pada 14 Februari 2020

Artikel Terkait