Ingin Berteman dengan Mantan? Simak Dulu Pertimbangannya

Berteman dengan mantan merupakan pilihan masing-masing orang
Berteman dengan mantan pasangan mungkin dilakukan untuk menjaga interaksi baik satu sama lain

Kandasnya suatu hubungan percintaan tidak secara otomatis mengakhiri kepedulian Anda kepada sang mantan kekasih. 

Keinginan untuk berteman dengan mantan pasangan mungkin terbersit dalam benak lantaran ingin menjaga interaksi tetap berjalan baik satu sama lain. Selain itu, bisa berteman kembali dengan mantan juga bisa membuat Anda terlihat dewasa di depan orang lain.

Tapi, yang menjadi pertanyaan, apakah berteman dengan mantan merupakan hal yang sehat, atau justru sebaliknya? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut ini. 

Alasan beberapa orang memilih berteman dengan mantan

Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal American Psychological Association mengemukakan bahwa ada empat alasan yang menyebabkan beberapa orang tetap memilih untuk berteman dengan mantan pasangan. 

Studi tersebut juga mengamati alasan menjalin pertemanan dengan mantan berkaitan dengan perasaan positif seperti membuat merasa aman dan bahagia, atau malah sebaliknya, perasaan negatif yang memicu tekanan, cemburu, dan patah hati. 

Berikut adalah keempat alasan orang memilih berteman dengan mantan:

  • Keamanan. Seseorang yang sudah putus cinta dari pasangannya tidak ingin kehilangan dukungan emosional, saran, dan kepercayaan dari orang yang sebelumnya sangat dekat dengannya sehari-hari. 
  • Finansial atau anak. Berteman dengan mantan suami perlu dilakukan lantaran ada kaitannya dengan anak atau keuangan. 
  • Menghargai perasaan mantan. Ada orang yang ingin bersikap sopan dan tidak ingin melukai perasaan sang mantan sehingga memilih untuk tetap menjalin hubungan pertemanan dengan mantan. 
  • Masih ada perasaan. Ini merupakan alasan yang paling sering didengar, perasaan yang belum hilang kepada mantan membuat seseorang masih berteman dengan mantan kekasih. 

Bolehkah berteman dengan mantan setelah putus cinta? 

Sudah sepatutnya Anda memikirkan terlebih dahulu apa tujuan Anda untuk terus berteman dengan mantan meskipun status sudah tak lagi menjadi pasangan. 

Pada dasarnya, berteman dengan mantan merupakan pilihan masing-masing orang. Namun, sebagian besar orang memilih untuk memutus hubungan dengan masa lalu dan melanjutkan kehidupannya alias move on setelah putus cinta

Sebagian orang lainnya tentu memiliki alasan tersendiri hingga akhirnya terus berhubungan dengan mantan, bahkan berteman dekat layaknya sahabat. Jika Anda bingung harus berteman dengan mantan atau tidak, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal terlebih dulu. 

1. Berteman dengan mantan tidak diperlukan, apabila….

Berteman dengan mantan tidak perlu dilakukan apabila alasan putus cinta karena kekerasan fisik dan mental
Pertemanan dengan mantan bisa menimbulkan dampak negatif

Berteman dengan mantan tidak diperlukan bila alasan putus cinta karena kekerasan fisik dan mental yang dilakukan oleh mantan. Dengan ini, tentu saja tidak ada lagi alasan untuk tetap berkomunikasi dengannya. 

Tapi, bila putus baik-baik pun, sebaiknya pikirkan baik-baik dampak yang akan Anda rasakan bila menjalin hubungan pertemanan dengan sang mantan. 

Pasalnya, hasil penelitian yang dimuat dalam Sage Journals menemukan bahwa menjalin pertemanan dengan mantan cenderung memiliki kualitas yang tidak baik karena bisa menimbulkan beberapa dampak negatif.

Salah satu dampak negatif berteman dengan mantan adalah sulit membuka lembaran baru. Ya, tetap berteman dengan mantan dapat menghalangi langkah Anda untuk memulai sebuah hubungan baru dengan orang lain. 

Akan lebih parah lagi bila Anda sudah menjalin hubungan baru, tetapi masih menjalin pertemanan dengan mantan kekasih. Keadaan jadi lebih rumit bila Anda memutuskan untuk memberi tahu kekasih bahwa Anda masih berteman dekat dengan mantan. 

Selain itu, jika Anda benar-benar memiliki hubungan cinta yang sangat kuat dengan mantan, bagaimana bisa Anda menahan perasaan tersebut? Perasaan jarang sekali berubah. 

2. Berteman dengan mantan boleh saja, asalkan...

Berteman dengan mantan suami bisa saja dilakukan
Berteman dengan mantan bisa dilakukan bila kisah cinta berawal dari pertemanan

Di sisi lain, apabila Anda menikah kemudian bercerai ketika sudah memiliki anak, hubungan dengan mantan suami harus berada dalam keadaan yang baik. Ini karena Anda dan mantan pasangan harus berhubungan baik yang berkaitan dengan mengurus anak. 

Selain itu, alasan Anda boleh berteman dengan mantan bila mantan yang Anda kencani saat masih muda, kisah cintanya berawal dari sebuah pertemanan, serta berkencan secara kasual atau hanya dalam waktu yang singkat. 

Orang-orang yang cenderung masih berhubungan dengan mantan bisa jadi juga didasari oleh perasaan yang masih melekat pada mantan dan belum rela untuk melepaskannya. 

Jika kandasnya hubungan Anda dengan mantan cenderung memberi efek yang positif, seperti terjadi kesalahpahaman, maka Anda mungkin masih bisa berteman dengan mantan. 

Adakah cara berteman dengan mantan? 

Jawabannya tentu saja ada. Jika Anda masih ingin berteman dengan mantan, sebaiknya jangan terburu-buru. Ambil jeda dengan mantan pasangan, jauhi selama beberapa waktu, dan bahagiakan diri sendiri terlebih dahulu. 

Bila perlu, jangan ‘mengintip’ keseharian mantan melalui media sosial apa pun selama beberapa waktu. 

Pasalnya, kebiasaan tersebut dapat memperburuk tekad Anda yang ingin menjauh sebentar atau dengan kata lain bisa membuka luka lama. Akibatnya, bukan tidak mungkin Anda akan kembali larut dalam kesedihan atau ingin kembali bersamanya.

Jika Anda ingin terus menjalin hubungan dengan mantan, sebaiknya lakukan batasan-batasan tertentu, seperti membatasi diri dengan mantan, dengan cara tidak mengirim pesan teks setiap hari atau mengurangi intensitas bertemu, seperti saat berpacaran

Catatan dari SehatQ

Berhubungan dengan mantan memang sah-sah saja, tetapi perlu diketahui bahwa akan ada banyak dampak yang akan muncul. 

Maka dari itu, pikirkan matang-matang sebelum berteman dengan mantan. Jika terlalu banyak dampak negatif untuk Anda, sebaiknya putuskan tali silaturahmi dengan mantan demi kebaikan diri sendiri. 

Time. https://time.com/5320054/stay-friends-with-ex-expert-advice/

Diakses pada 26 Februari 2020

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/ca/blog/close-encounters/201609/whats-going-when-you-stay-in-touch-your-ex

Diakses pada 26 Februari 2020

Sage Journals. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0265407500173007

Diakses pada 26 Februari 2020

Artikel Terkait