Ingin Berhubungan Seks Setelah Melahirkan? Ini Hal yang Harus Diperhatikan

(0)
Seks setelah melahirkan biasanya dilakukan 4-6 minggu setelah persalinanPerubahan hormon, terutama pada ibu menyusui, dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat bercinta
Saat tengah meletakkan bayi Anda yang terlelap, tiba-tiba suami memberi kode untuk bermesraan. Mungkin tidak pernah terlintas di benak Anda untuk melakukan seks setelah melahirkan di saat luka bekas jahitan masih terasa nyeri.Banyak perubahan terjadi pada tubuh wanita pasca-persalinan, begitu juga dengan kehidupan seks setelah melahirkan. Anda mungkin mengira bahwa tidak akan lagi dapat merasakan nikmatnya bercinta. Keintiman dengan pasangan setelah memiliki anak memang menjadi sebuah tantangan, terutama untuk orangtua baru. Kurangnya waktu, kelelahan, penyesuaian dengan bayi, perubahan hormon, dan kekhawatiran akan hamil lagi merupakan masalah-masalah yang membuat seks setelah melahirkan menjadi kurang bisa dinikmati.Berikut ini hal-hal yang perlu Anda dan pasangan ketahui agar kehidupan seks Anda kembali bergairah setelah melahirkan.

Kapan waktu yang tepat melakukan seks setelah melahirkan?

Meski dokter telah memberikan ‘lampu hijau’ untuk Anda dan pasangan kembali bercinta 4-6 minggu setelah persalinan, bukan berarti seks setelah melahirkan akan sama seperti sebelum memiliki anak. Perubahan hormon pasca-melahirkan dapat membuat jaringan vagina menjadi lebih tipis dan sensitif. Vagina, rahim, maupun leher rahim Anda juga belum kembali ke ukuran normal. Belum lagi menyusui bayi dapat menurunkan gairah bercinta.Dengan kata lain, para ibu membutuhkan waktu sebelum akhirnya siap ‘bertempur’ kembali di ranjang dengan suami. Sebagian besar wanita membutuhkan waktu 1-3 bulan setelah bayi lahir, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama. Anda juga harus bersabar sedikit apabila terjadi robekan perineum atau episiotomi saat proses persalinan. Episiotomi adalah tindakan bedah untuk memperlebar saluran vagina. Bila terlalu cepat berhubungan seks setelah melahirkan, kemungkinan risiko komplikasi dapat terjadi, seperti perdarahan pasca-persalinan dan infeksi rahim.

Masalah apa yang biasanya terjadi saat berhubungan seks setelah melahirkan?

Komunikasikan dengan pasangan kapan Anda siap berhubungan seks setelah melahirkan
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2005 menemukan bahwa 83% wanita mengalami masalah seksual pada tiga bulan pertama pasca-persalinan. Namun, angka ini menurun pada bulan-bulan berikutnya.Beberapa masalah seks setelah melahirkan di antaranya adalah:
  • Vagina kering
  • Jaringan vagina yang tipis
  • Hilangnya elastisitas pada jaringan vagina
  • Robeknya perineum
  • Perdarahan
  • Nyeri dan ngilu
  • Otot yang kendur
  • Kelelahan
  • Gairah seks atau libido yang rendah
Pemulihan pasca-persalinan dan kembalinya gairah seks sangat dipengaruhi oleh hormon. Hari-hari pertama setelah melahirkan, kadar hormon estrogen turun ke tingkat pra-kehamilan atau ketika Anda sedang program hamil. Sementara jika Anda menyusui, kadar estrogen akan semakin turun lagi hingga di bawah tingkat pra-kehamilan.Hormon estrogen berperan penting untuk menjadi pelumas alami vagina. Tentu saja kadar hormon estrogen yang rendah dapat menyebabkan kekeringan pada vagina. Vagina yang kering mengakibatkan iritasi hingga pendarahan ketika berhubungan seks.Melahirkan secara normal dapat meregangkan otot-otot pada dinding vagina. Otot-otot ini membutuhkan waktu untuk memulihkan kekuatan dan stabilitasnya. Belum lagi jika Anda melahirkan dengan operasi caesar. Tak hanya mengalami masalah-masalah di atas, tetapi sekaligus rasa nyeri bekas luka jahitan di perut masih membayangi.

Mengatasi rasa sakit ketika berhubungan seks setelah melahirkan

Perubahan hormon, terutama pada ibu menyusui, akan membuat vagina menjadi kering dan sensitif. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman saat berhubungan seks setelah melahirkan, Anda dapat mencoba cara berikut ini:
  • Mencari penghilang rasa sakit

Sebelum bercinta, Anda mungkin bisa melakukan langkah-langkah untuk mengurangi ketidaknyamanan, yaitu dengan mengosongkan kandung kemih, mandi air hangat agar tubuh rileks, atau mengonsumsi pereda nyeri. Jika Anda sedang menyusui bayi, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum minum obat pereda nyeri. Bila Anda merasakan sensasi terbakar pada vagina, kompres dengan es batu yang dibalut handuk setelah Anda selesai berhubungan seks.
  • Menggunakan pelumas seks

Pelumas seks sangat berguna digunakan untuk mengatasi masalah vagina kering. Penggunaan pelumas dapat mengurangi rasa nyeri ketika berhubungan seks setelah melahirkan.
  • Lakukan eksperimen

Bicarakan dengan suami mengenai alternatif dari penetrasi seks, misalnya saling memberikan pijatan sensual, seks oral, atau masturbasi bersama. Beri tahu pasangan apa yang Anda sukai dan apa yang tidak Anda sukai. 
  • Berlatih senam Kegel

Kehamilan dan persalinan normal (vaginal birth) tentu saja memengaruhi otot-otot dasar panggul Anda. Untuk mengencangkan kembali otot dasar panggul, cobalah melakukan latihan Kegel. Caranya adalah seperti menahan buang air kecil, namun pastikan saat itu Anda tidak sedang ingin buang air kecil ya. Cobalah selama tiga detik setiap kalinya, kemudian rileks selama tiga hitungan. Ulangi lagi hingga 10-15 kali berturut-turut. Latihan ini bisa dilakukan kapan saja, misalnya saat sedang menonton TV atau bekerja di depan komputer.
  • Luangkan waktu khusus

Dengan lahirnya bayi, banyak perubahan terjadi dalam hidup Anda dan pasangan. Wajar jika Anda berdua membutuhkan penyesuaian, terutama pada minggu-minggu pertama kelahiran bayi. Setelah Anda terbiasa dengan jadwal baru, tentukan waktu khusus untuk bercinta. Jangan berhubungan seks saat Anda atau pasangan sedang merasa kelelahan atau cemas.Bila rasa sakit dan tak nyaman masih terus muncul ketika Anda berhubungan seks setelah melahirkan, segera konsultasikan dengan dokter atau psikolog untuk menemukan solusi terbaik terkait permasalahan Anda. Komunikasikan juga dengan pasangan mengenai ketakutan atau ketidaknyamanan Anda. 
hormon sekshubungan sekskehidupan pasca melahirkantips seksmelahirkan normal
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/sex-after-birth
Diakses pada 14 Juli 2020
Journal of Obstetrics and Gynaecology. https://obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/j.1471-0528.2000.tb11689.x?sid=nlm%3Apubmed
Diakses pada 14 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/sex-after-pregnancy/art-20045669
Diakses pada 14 Juli 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/family/6-common-sex-after-pregnancy-problems-and-solutions
Diakses pada 14 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait