Ingin Anak Patuh kepada Orangtua? Mulailah dengan Mendengarkan Pendapatnya

Menjadi pendengar yang baik dan menjadi pendengar yang baik bagi anak dapat membantu anak menjadi patuh pada orangtua
Jadilah sahabat bagi anak sehingga ia mau patuh pada orangtua

Kebanyakan orangtua sering menasehati anak agar berperilaku positif dan bisa membanggakan keluarga. Namun, terlalu banyak bicara kepada anak ternyata tidak efektif. Anak-anak mungkin hanya mendengar perkataan Anda sepintas seperti angin.

Lalu, bagaimana caranya agar anak mau mendengarkan dan mematuhi orangtuanya? Mulailah dengan mendengarkan mereka. Terapkan langkah-langkah ini sebagai proses untuk mendengarkan anak.

1. Dengarkan Baik-baik

Bila ingin anak-anak mau mendengar dan menuruti perkataan Anda, maka Anda juga harus mau mendengarkan keinginan anak.

Menurut psikoanalis New York City, Gail Saltz, MD, apabila anak merasa didengarkan, mereka juga akan mendengarkan Anda. Mereka juga merasa lebih dimengerti, lebih percaya, dan lebih tertarik pada apa yang Anda katakan.

Sebagai contoh, saat anak remaja merokok. Anda tidak bisa mengomel dengan membabi buta tanpa tahu alasannya. Anak merokok karena berbagai alasan, entah ingin terlihat keren atau hanya ikut-ikutan teman. Setelah Anda mengetahui apa yang terjadi, Anda akan lebih mudah menghadapi situasi.

2. Berikan Waktu dan Ruang

Bila anak mau menjawab pertanyaan Anda dengan satu jawaban singkat, mundur selangkah. Tanyakan pada anak, "Ibu ingin membicarakan hal ini. Tetapi, jika kamu merasa saat ini tidak tepat, kita bisa membicarakan lagi hal ini besok."

3. Berikan Inspirasi

Orangtua sering mengomel dan berkata "jangan merokok, jangan pakai narkoba". Topik-topik ini sangat sensitif dan membuat anak tidak nyaman untuk berbicara.

Lebih baik, Anda memulai percakapan yang inspiratif untuk memberikan anak-anak keteladanan di dalam rumah.

Sebagai contoh, saat anak-anak pulang, tanyakan apa yang terjadi di sekolah dan apa yang bisa mereka ceritakan.

4. Jangan Berteriak

Orangtua terkadang tidak sadar sering memarahi dan berteriak pada anak. Tegas memang penting, tapi jika Anda berteriak pada mereka, maka akan menunjukkan jika Anda tidak terkendali dan lingkungan di rumah menjadi tidak damai.

Buatlah rumah Anda selalu dirindukan oleh anak-anak. Rumah yang tenang, stabil, dan membuat anak merasa nyaman. Bicaralah dengan anak-anak Anda, berikan aturan dan jelaskan pada mereka. Hukumlah anak bila perlu, tetapi kendalikan emosi Anda dan berteriak.

5. Libatkan Anak dengan Hal-hal Positif

Anak-anak yang sering terpapar kata-kata negatif akan terus menyimpan di dalam alam bawah sadar. Hindari berkata "jangan" tetapi sebaliknya berikan anak pengucapan yang bermakna lebih positif.

Sebagai contoh, daripada berkata "jangan berlari", lebih baik ucapkan "Jalan pelan-pelan ya, Sayang". Atau alih-alih berkata "jangan bolos sekolah", lebih baik ucapkan "Adik yang rajin belajar ya, Nak".

Selain itu, alihkan fokus anak dari hal negatif ke aktivitas yang lebih positif. Misalnya, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni, olahraga, atau musik.

Jadilah teman dan sahabat terbaik anak dengan mulai lebih banyak mendengarkan anak ketimbang hanya mengomeli atau memarahi mereka.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/features/listening-to-your-kids#1
Diakses pada Maret 2019

Parents. https://www.parents.com/parenting/better-parenting/advice/5-empowering-ways-to-get-your-kids-to-listen/
Diakses pada Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed