Ingatan Positif Lebih Cepat Hilang pada Penderita Gangguan Kecemasan Sosial, Mengapa?

Penelitian terbaru menemukan hubungan gangguan kecemasan sosial dengan penurunan ingatan positif
Gangguan kecemasan sosial dapat memengaruhi ingatan seseorang

Berbagai penelitian menyatakan bahwa gangguan kecemasan sosial berhubungan erat dengan proses daya ingat. Penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh Journal of Abnormal Psychology menyatakan bahwa memori positif akan cenderung menurun dari waktu ke waktu pada penderita gangguan kecemasan sosial. Penderita gangguan kecemasan sosial adalah gangguan mental yang ditandai dengan gejala rasa takut menjadi pusat perhatian, ditolak oleh lingkungan sosial. 

Peneliti mengumpulkan data dari 59 orang dengan gangguan kecemasan sosial dan 63 orang tanpa gangguan sebagai kelompok kontrol. Peserta diberikan waktu selama 3 menit untuk berbicara spontan mengenai topik yang diperoleh dan diberitahu bahwa akan dilakukan penilaian oleh juri mandiri.

Namun, bukan menilai kualitas pembicaraan peserta, peneliti secara acak memberikan umpan balik positif ataupun netral terhadap 14 aspek yang berbeda dari hasil performa yang dilakukan masing-masing peserta.

Lima menit setelah menerima umpan balik, peserta akan diminta untuk mengingat kembali 14 aspek yang diberitahukan sebelumnya. Dalam waktu satu minggu, peserta kembali ditanyakan untuk mengulang umpan balik yang diberikan tersebut.

[[artikel-terkait]]

Salah satu hal penting yang diungkap lewat penelitian ini adalah seseorang dengan tingkat kecemasan sosial yang tinggi akan mengalami pengikisan ingatan positif dari waktu ke waktu. Keadaan ini membuat mereka semakin sulit untuk mengingat pengalaman atau kenangan positif dan memperparah ketakutan sosial yang dimilikinya.

Namun, ada kekurangan dari penelitian ini, yaitu latar penelitian yang dilakukan di laboratorium, bukan di kehidupan sehari-hari peserta. Selain itu, daya ingat hanya diperiksa pada satu waktu tertentu sehingga progresivitas perubahan memori yang terjadi tidak dapat dinilai.

Bagi individu yang memiliki kecemasan sosial tinggi, penting untuk fokus dan mengingat aspek-aspek positif dari pengalaman sosialnya. Pertanyaan besar yang tersisa adalah bagaimana mekanisme yang menjelaskan proses perubahan memori ini, dan bagaimana menggunakan hasil penelitian ini untuk membantu individu yang mengalami gangguan kecemasan sosial.

Menyadari adanya gangguan kecemasan sosial

Rasa malu dan gugup adalah hal yang umum dialami seseorang saat dihadapkan pada berbagai situasi. Dalam bentuk yang berat, kondisi ini bisa menimbulkan gangguan mental, yaitu gangguan kecemasan sosial.

Penderitanya akan mengalami kecemasan hampir pada semua situasi sosial, seperti bertemu orang baru, berkencan, wawancara kerja, menjawab pertanyaan di kelas, bahkan berbicara di kasir saat berbelanja. Lebih lanjut, melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan dan minum di depan umum dapat menimbulkan kecemasan berlebih dan rasa takut.

Saat berada di depan umum, penderita gangguan kecemasan sosial cenderung melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Berkeringat, gemetar, detak jantung meningkat
  • Pikiran tiba-tiba kosong
  • Mual dan muntah
  • Tubuh terasa kaku, tidak mau melakukan kontak mata
  • Berbicara dengan suara yang sangat kecil
  • Takut untuk berbicara dengan orang baru
  • Merasa malu dan canggung di depan orang lain
  • Sangat takut akan dinilai buruk oleh orang lain
  • Menjauhi tempat yang terdapat banyak orang

Adanya gangguan kecemasan sosial membuat seseorang tidak dapat menggali potensi dirinya secara optimal. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengatasinya, salah satunya dengan terapi kognitif perilaku yang dapat dilakukan oleh dokter kejiwaan.

PsyPost. https://www.psypost.org/2019/05/the-positivity-of-memories-tends-to-degrade-over-time-in-people-with-social-anxiety-53763
Diakses pada Juni 2019

NIMH. https://www.nimh.nih.gov/health/publications/social-anxiety-disorder-more-than-just-shyness/index.shtml
Diakses pada Juni 2019

ABCT. http://abct.org/information/?m=minformation&fa=fs_SHYNESS
Diakses pada Juni 2019

Tandfonline. https://www.tandfonline.com/doi/pdf/10.1080/09658211.2014.884138
Diakses pada Juni 2019

Anxiety and Depression Association of America.

https://adaa.org/understanding-anxiety/social-anxiety-disorder

Diakses pada Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed