logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Mengenal Generasi Alpha dan Cara Mendidiknya

open-summary

Generasi alpha adalah anak-anak yang lahir pada tahun 2010-2025. Umumnya, karakteristik gen ini menguasai teknologi, memiliki pemikiran dan opini yang kuat, serta tidak suka dibatasi aturan.


close-summary

4.8

(5)

3 Feb 2022

| Maria Natasha

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Generasi alpha cenderung memiliki opini yang terbentuk sejak dini.

Anak-anak generasi alpha memanfaatkan teknologi untuk bermain dan belajar.

Table of Content

  • Apa itu generasi alpha?
  • Karakteristik generasi alpha
  • Cara mendidik anak generasi alpha

Strauss dan Howe dalam bukunya, Generations: The History of America’s Future, mendefinisikan generasi sebagai orang-orang yang lahir dalam periode yang sama sekitar 20 tahun (dalam satu fase kehidupan). Salah satu generasi yang banyak disorot saat ini adalah generasi Z (gen Z), tetapi tahukah Anda ada istilah baru yang disebut generasi alpha?

Advertisement

Apa itu generasi alpha?

Generasi alpha adalah anak-anak yang lahir pada tahun 2010-2025. Secara garis besar, anak-anak yang masuk kategori ini, lahir di abad 21 setelah generasi Z.

Dilansir dari The Annie E. Casey Foundation, menurut analis sosial Mark McCrindle, setiap minggu ada 2,5 juta anggota generasi alpha lahir di seluruh dunia. Pada tahun 2025 nanti diperkirakan generasi ini memiliki hampir 2 miliar anggota.

Istilah generasi alpha ditentukan oleh hasil survey online yang diadakan oleh Mark Mccrindle (analis sosial dan demografi) pada tahun 2008. Sebab, generasi sebelumnya menggunakan huruf terakhir dari abjad Latin, maka penamaan diputuskan mengikuti pola abjad Yunani yang menjadi awal dari sesuatu yang baru (alfa).

Anak-anak dari gen alpha akan memiliki karakteristik yang khas, termasuk pada cara mereka belajar dan berinteraksi. Maka, orangtua dan pendidik juga perlu memahami kecenderungan sikap dan perilaku mereka seturut jamannya. Kenali berbagai karakteristik generasi alpha.

Karakter generasi juga dapat dipengaruhi oleh peristiwa, budaya, atau politik yang terjadi pada periode tersebut. Misalnya, sejak awal generasi alpha dikelilingi oleh berbagai teknologi, membuat mereka menjadi generasi yang paling melek teknologi.

Karakteristik generasi alpha

Berikut adalah beberapa karakteristik generasi alpha yang dapat Anda kenali.

no caption
Selain bermain, gadget pun dimanfaatkan anak-anak
generasi alpha untuk belajar.

1. Menguasai teknologi

Hari ini, anak-anak balita sudah belajar mengoperasikan gawai layar sentuh sejak umur dua tahun. Ada kasus orangtua yang panik akan respons gawai kecerdasan artifisial saat anak balitanya berbicara untuk memberikan instruksi pada si gawai.

Perkembangan teknologi memang akan menjadi bagian dari pertumbuhan anak-anak generasi setelah gen Z. Berikut ini adalah dua dampak penggunaan teknologi oleh generasi alpha.

  • Anak belajar melalui IOT, internet of toys

Tren teknologi dengan gawai kecerdasan artifisial dengan pengenalan citra dan suara, saat ini sudah menyasar anak-anak generasi alpha.

Hasil penelitian terhadap anak-anak yang menggunakan gawai ini menunjukkan bahwa interaksi ini bisa berpengaruh untuk mengubah persepsi anak tentang kecerdasan saat bersekolah nanti.

Artinya, anak akan cenderung mengartikan kecerdasan sebagai kemampuan menghafal. Namun, kita belum tahu konsekuensi lebih lanjutnya.

Penelitian jangka panjang mengenai hubungan paparan layar gawai dengan perkembangan otak, masih dikembangkan dan terus berjalan.

  • Orangtua harus lebih memperhatikan jejak digital

Pada generasi sebelumnya, konten yang diunggah oleh para orangtua dan meninggalkan jejak digital, belum menjadi masalah besar pada generasi sebelumnya.

Namun saat ini, setiap gambar dan status yang disebar online bisa berkaitan langsung dengan portofolio seseorang, termasuk anak Anda kelak.

Konten tersebut adalah informasi yang bisa diakses saat anak nantinya tumbuh dewasa, dan menapaki dunia pendidikan maupun karier profesional.

Jadi, bukan hanya anak-anak yang perlu memperhatikan konten medsos. Para orangtua dari gen alpha juga harus berhati-hati dalam memilih konten yang ingin disebar di Facebook, Instagram, maupun Twitter.

2. Berpotensi membawa pembaruan

Generasi alfa adalah anak-anak yang lahir di era keberagaman ras, suku, kebudayaan, agama, status sosial, dan kemajuan teknologi tentunya. Keberagaman inilah yang membuat gen alpha bisa menerima perbedaan dengan lebih terbuka.

Generasi alpha yang lahir di era digital ini, dipengaruhi oleh perubahan yang cepat, dan akan mengalami evolusi dalam pemikiran. Generasi ini berpotensi pembaruan bagi kehidupan sosial, dan memajukan masyarakat.

Karena terbiasa hidup dalam keanekaragaman, mereka akan cenderung mempertahankan jati diri dan lebih siap untuk mengembangkan keterampilan unik atau soft skill.

Misalnya kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain, serta mencari solusi untuk permasalahan yang muncul.

3. Memiliki pemikiran dan opini yang kuat

Suatu penelitian menemukan, sebagai generasi yang paling beragam, anak-anak alpha ini cenderung mampu bersikap adil terhadap semua orang. Secara garis besar, generasi alfa dinilai mampu:

  • Menjaga diri agar tetap aman di sekolah
  • Berbagi makanan dengan orang lain
  • Berlaku adil terhadap semua orang, tanpa memandang jenis kelamin
  • Menjaga dan merawat lingkungan

Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak generasi setelah milenial sudah memiliki pemikiran dan opini yang kuat mengenai keadaan dunia saat ini. Bahkan, pemikiran tersebut sudah terbentuk pada usia yang sangat dini, dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

4. Lebih banyak berinteraksi melalui media sosial

Generasi alpha akan lebih banyak berinteraksi dengan teman atau rekannya melalui media sosial dan terhubung sepanjang hari.

Namun, hal itu membawa kekhawatiran mengenai masalah privasi. Seberapa banyak mereka disukai secara online juga dapat menjadi masalah penerimaan sosial.

5. Tidak suka dibatasi oleh aturan

Gen alpha cenderung tidak suka dibatasi oleh aturan. Energi mereka sulit ditahan karena dunia digital menghubungkan mereka dengan perspektif yang tak terbatas. Hal inilah yang membuat anak generasi alpha menyukai kebebasan berekspresi.

6. Terus berubah

Berbeda dari generasi sebelumnya yang dapat diprediksi, generasi alpha terus berubah.

Mereka cenderung lebih individualistis dan tidak dominan. Ketika seseorang menemukan cara untuk memprediksinya, gen alpha sudah menunjukkan perilaku baru.

7. Senang akan inovasi

Generasi alfa cenderung berpikir inovatif. Mereka akan terus mencari sesuatu yang baru dan tidak ragu beralih pada hal tersebut.

Namun, salah satu konsekuensinya siklus hidup suatu merek atau produk akan menjadi lebih pendek dan harus selalu ada sesuatu yang baru. 

Baca Juga

  • Mengenal Hypnoparenting dan Cara Menerapkannya pada Anak
  • 6 Cara Membangunkan Anak di Pagi Hari yang Efektif dan Minim Drama
  • 12 Ciri Anak dengan Kemampuan Indigo dan Langkah Penting Orangtua

Cara mendidik anak generasi alpha

no caption
Carikan teman belajar untuk Si Kecil,
agar ia tidak stres menghadapi pelajaran di sekolah.

Gangguan kecemasan adalah masalah yang kerap ditemukan pada anak-anak yang lahir setelah tahun 2000, termasuk generasi alpha. Hal ini harus Anda perhatikan.

Lingkungan sekolah ternyata bisa menyebabkan masalah bagi anak yang memiliki gangguan kecemasan. Oleh karena itu, orangtua perlu melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk membesarkan anak generasi alpha:

1. Menjalin komunikasi dengan guru

Bermitralah dan berkomunikasilah secara intensif dengan guru, untuk mengawasi kondisi anak di sekolah. Jangan tunggu sampai anak menghindari pergi ke sekolah karena cemas berlebihan.

2. Mencari teman belajar

Pemicu kecemasan pada anak biasanya adalah tuntutan prestasi di kelas. Orangtua bisa bekerja sama dengan guru untuk meminimalisir pemicu tersebut, misalnya memasangkan anak dengan teman sekelasnya yang bisa membantu belajar.

3. Mengarahkan anak untuk mencari zona tenang

Orangtua bisa menyarankan anak untuk menemukan lokasi yang tenang saat suasana sekolah sedang ramai. Tujuannya, untuk menghindari rasa tidak aman akibat situasi yang ribut.

4. Memastikan lingkungan rumah suportif bagi anak

Bagi anak, rumah dan keluarga adalah tempat semuanya berawal. Pastikan suasana rumah bisa meredakan kecemasan anak dan mendukung perkembangan belajarnya. Beri dukungan padanya agar anak tumbuh menjadi orang yang percaya diri.

5. Beri aturan mengenai penggunaan teknologi

Sebelum Anda mengizinkan anak memiliki gawai, pastikan Anda memberinya aturan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh ia lihat di internet maupun media sosial. Berikan juga pengertian pada anak mengenai dampak negatif teknologi jika tidak digunakan dengan tepat.

Para orangtua saat ini bisa melihat generasi baru sedang terbentuk. Generasi yang sangat melek teknologi, sangat terbuka dan menerima perbedaan, serta paham isu penting di dunia.

Meski demikian, orangtua tetap berperan dalam membekali dan menanamkan nilai-nilai pada anak. Jadi sebagai orangtua, pastikan Anda memahami karakteristik si kecil yang termasuk generasi alpha.

Sementara itu, Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

tips parentingtips mendidik anakgaya parentingcara mendidik anak

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved