Gondongan adalah infeksi virus yang memengaruhi kelenjar penghasil air liur
Gejala gondongan biasanya muncul dalam 2-3 minggu setelah paparan virus terjadi.

Biasanya gondongan terjadi pada anak-anak. Akan tetapi, orang dewasa juga ternyata dapat mengalami gondongan. Gondongan adalah infeksi virus yang memengaruhi kelenjar penghasil air liur.

Kelenjar tersebut berada di dekat telinga. Gondongan umumnya terjadi pada individu yang tidak menerima vaksinasi. Selain itu, kontak langsung dengan penderita gondongan, bisa membuat Anda tertular penyakit ini.

[[artikel-terkait]]

Penggunaan barang bersama bisa jadi penyebab gondongan

Gondongan disebabkan oleh virus yang mudah menyebar antarorang, melalui air liur yang terinfeksi. Seseorang dengan virus gondongan dapat menyebabkan wabah, jika berada dalam lingkungan yang ramai.

Anda bisa terkena gondongan setelah menghirup percikan air liur dari bersin atau batuk orang yang terinfeksi. Selain itu, Anda juga berisiko tertular, jika berciuman atau menggunakan barang yang sama, seperti lipstik, rokok, sendok atau cangkir orang yang terinfeksi.

Virus gondongan masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan bagian atas. Meski tidak menimbulkan kondisi serius, virus ini mudah menyebar.

Gejala gondongan muncul 2 minggu setelah paparan virus

Tanda atau gejala penyakit gondongan biasanya muncul sekitar 2-3 minggu setelah terjadi paparan virus. Akan tetapi, beberapa orang yang terinfeksi virus gondongan, tidak memiliki tanda atau gejala apapun. Berikut ini sejumlah tanda atau gejala yang biasa terjadi pada penyakit gondongan.

1. Sekitar pipi dan rahang membengkak

Tanda umum dari gondongan yaitu pembengkakan di sekitar pipi dan rahang. Hal itu disebabkan oleh peradangan dan pembengkakan pada kelenjar air liur atau kelenjar parotis. Pembengkakan dapat terjadi pada satu, atau kedua sisi wajah.

2. Nyeri pada kelenjar air liur yang membengkak

Pembengkakan pada kelenjar air liur, dapat membuat Anda merasa nyeri. Selain itu, kulit di sekitar gondongan yang ikut meregang pun, akan memberi sensasi seperti tertarik pada wajah Anda.

3. Sulit membuka mulut

Sekitar pipi dan rahang yang membengkak tentu akan berpengaruh pada mulut. Anda akan mengalami kesulitan untuk membuka mulut. Anda pun harus membuka mulut secara perlahan, untuk menghindari rasa sakit yang berlebih.

4. Nyeri saat mengunyah atau menelan

Pembengkakan air liur yang terjadi, dapat membuat Anda merasa nyeri saat mengunyah atau menelan. Ketika mengunyah atau menelan, mulut diharuskan banyak bergerak. Namun, gondongan membuat hal tersebut terasa menyakitkan.

5. Kehilangan nafsu makan

Nyeri ketika menelan dan mengunyah akibat gondongan, dapat membuat Anda kehilangan nafsu makan. Anda menjadi tidak berselera untuk makan apapun. Hal ini tentu terasa menyiksa.

6. Demam

Dalam 24 jam setelah munculnya pembengkakan, suhu tubuh Anda tiba-tiba akan naik dan dapat mencapai suhu 40 derajat Celcius. Anda pun mengalami demam ringan akibat gondongan tersebut.

7. Nyeri otot dan sakit kepala

Demam akibat gondongan, dapat membuat Anda mengalami nyeri otot. Ketika demam, tubuh akan terasa pegal-pegal, bahkan Anda bisa mengalami sakit kepala.

8. Kelelahan

Kelelahan menjadi salah satu gejala umum gondongan. Ketika mengalami demam, dan nyeri otot akibat gondongan, tentu Anda akan merasa kelelahan. Selain itu, kurangnya cairan selama gondongan, bisa mengakibatkan Anda merasa lemas.

Biasanya, gejala gondongan berlangsung selama beberapa hari atau minggu. Akan tetapi, jika gondongan tak kunjung, sembuh sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Selanjutnya, dokter akan melakukan diagnosis, dan memberi penanganan yang tepat untuk Anda.

Dalam proses penyembuhan, Anda harus beristirahat dengan cukup. Selain itu, Anda dapat melakukan perawatan dengan menggunakan kompres dingin, dan meminum obat pereda nyeri, untuk mengurangi rasa sakit. Setelah sembuh, Anda akan kebal terhadap virus gondongan ini.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mumps/symptoms-causes/syc-20375361
Diakses pada 21 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/vaccines/after-puberty-man-mumps
Diakses pada 21 Mei 2019

National Organization for Rare Disorders. https://rarediseases.org/rare-diseases/mumps
Diakses pada 21 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed