Infeksi Usus NEC pada Bayi Baru Lahir, Bagaimana Mencegahnya?

Mencegah NEC pada bayi dapat dilakukan dengan pemberian ASI atau susu formula khusus yang mengandung probiotik
Ketika bayi mengalami sesak napas akibat NEC, maka dibutuhkan alat bantuan pernapasan

Bayi baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih lemah. Tidak heran jika bayi rentan mengalami masalah kesehatan. Salah satunya adalah necroting enterocolitis (NEC) yang sering terjadi pada bayi prematur.

NEC bisa menyebabkan usus bayi mengalami kerusakan bahkan mengancam keselamatannya.

Namun, Anda jangan khawatir dulu karena terdapat hal yang bisa Anda lakukan dalam mencegah NEC pada bayi.

Mencegah necrotizing enterocolitis (NEC)

Dalam mencegah NEC pada bayi, maka pemberian ASI merupakan cara yang paling utama. ASI memang memiliki berbagai manfaat untuk bayi, salah satunya memberi perlindungan dari infeksi yang berbahaya. 

Jika bayi mendapatkan antibodi imunoglobulin A (IgA) yang terdapat dalam ASI, maka kemungkinan bayi terserang necrotizing enterocolitis lebih rendah. 

Selain itu, ASI juga mengandung probiotik yang dapat membantu mencegah NEC pada bayi. Namun, ini tergantung pada apa yang dikonsumsi oleh ibu.

Probiotik adalah bakteri atau ragi yang dapat bermanfaat bagi kesehatan. Probiotik dapat ditemukan dalam makanan tertentu, seperti yogurt, kefir, tempe, kimchi ataupun suplemen makanan. 

Berdasarkan bukti berkualitas tinggi, bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan rendah kurang dari 2,5 kg mendapat manfaat yang jelas dari penggunaan probiotik untuk mencegah NEC parah dan penyebab kematian lainnya. 

Namun, mengenai manfaat probiotik pada bayi yang memiliki berat badan kurang dari 1 kg belum ada data yang cukup. 

Akan tetapi, hal ini bisa mendorong ibu untuk memberi ASI eksklusif pada bayi supaya bayi tidak terkena berbagai penyakit yang dapat membahayakannya.

Apa itu necrotizing enterocolitis (NEC)?

Necrotizing enterocolitis (NEC) adalah gangguan sistem pencernaan yang terjadi ketika jaringan di lapisan usus kecil atau besar rusak dan mulai mati. Kondisi ini menyebabkan usus meradang. Pada umumnya, NEC hanya memengaruhi lapisan dalam usus, namun akhirnya seluruh lapisan usus pun akan terpengaruh.

Pada kasus yang parah, NEC bahkan dapat menyebabkan lubang di dinding usus. Jika hal ini terjadi, maka bakteri yang biasanya ditemukan dalam usus dapat bocor ke perut hingga menyebabkan infeksi yang luas.

NEC bisa terjadi pada bayi yang baru lahir, tepatnya sekitar dua minggu setelah kelahiran. Namun, penyakit ini paling sering terjadi pada bayi prematur. Sekitar 60-80% kasus NEC dialami oleh bayi prematur. Selain itu, kurang lebih 10% bayi yang beratnya kurang dari 2,3 kg juga mengalami NEC. 

Gejala NEC yang terjadi bisa bervariasi pada setiap bayi. Bayi yang menderita NEC bisa memiliki gejala berikut:

  • Perut bengkak, kemerahan, dan terasa lunak
  • Sulit makan
  • Sembelit
  • Diare dengan tinja yang berwarna gelap atau berdarah
  • Kurang aktif atau lesu
  • Suhu tubuh rendah atau tidak stabil
  • Muntah berwarna hijau
  • Sesak napas
  • Detak jantung melambat
  • Tekanan darah rendah

Jika bayi Anda menunjukkan gejala NEC, maka segera periksakan bayi Anda ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis, dan menentukan penanganan yang tepat.

Penyebab necrotizing enterocolitis (NEC)

Penyebab pasti dari NEC belum diketahui. Namun, kekurangan oksigen selama persalinan yang sulit dapat menjadi faktor penyebabnya. Ketika oksigen atau aliran darah ke usus berkurang, maka usus rentan terkena gangguan pencernaan. Usus yang lemah membuat bakteri dari makanan lebih mudah masuk hingga menyebabkan kerusakan pada jaringan usus yang berujung pada NEC. Beberapa faktor lain juga dianggap dapat meningkatkan risiko bayi mengalami NEC antara lain:

  • Usus yang belum berkembang sempurna, terutama pada bayi prematur
  • Oksigen atau aliran darah ke usus berkurang ketika persalinan
  • Cedera pada lapisan usus
  • Pertumbuhan bakteri dalam usus yang mengikis dinding usus
  • Infeksi virus atau bakteri pada usus
  • Pemberian susu formula karena bayi yang menyusu ASI memiliki risiko NEC yang lebih rendah 

NEC tidak menular dari satu bayi ke bayi lainnya, tetapi virus atau bakteri yang menyebabkannya bisa menyebar. Oleh sebab itu, sangat penting untuk Anda melindungi kesehatan dan kebersihan bayi.

Manfaat lain probiotik untuk bayi

Selain mencegah NEC pada bayi, masih terdapat manfaat probiotik yang lain untuk bayi, yaitu:

  • Diare

Probiotik dapat membantu mengobati diare yang disebabkan oleh infeksi atau antibiotik. Jika bayi menderita diare, kemudian Anda segera memberinya probiotik maka dapat mempersingkat diare yang dialaminya. Akan tetapi, mengenai peran probiotik dalam mencegah diare pada bayi belum ada bukti yang kuat.

  • Kolik

Kolik menyebabkan bayi menangis terus menerus tanpa sebab yang jelas, dan sulit dihentikan. Penyebabnya pun belum diketahui secara pasti, namun para ahli percaya bahwa itu berkaitan dengan rendahnya jenis bakteri tertentu dalam saluran usus bayi. Probiotik dapat mengurangi kolik pada bayi dengan menyeimbangkan bakteri baik di usus.

Jika Anda tidak memberi ASI pada bayi, maka Anda dapat memberinya susu formula, suplemen atau produk makanan yang mengandung probiotik. 

Namun sebelum memberinya pada bayi, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah bayi Anda boleh mengonsumsinya ataukah tidak. 

Healthline. https://www.healthline.com/health/necrotizing-enterocolitis
Diakses pada 23 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/probiotics-and-digestive-health/baby-probiotics#probiotic-benefits
Diakses pada 23 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/breastfeeding-preterm-infants-can-protect-them-from-dangerous-gut-bacteria
Diakses pada 23 Agustus 2019

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_probiotics-for-babies_20000896.bc
Diakses pada 23 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5068355/
Diakses pada 23 Agustus 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/nec.html?ref=search
Diakses pada 23 Agustus 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed