Jangan Sepelekan Infeksi Tenggorokan, Bisa Berujung Demam Rematik pada Anak

Demam rematik pada anak bisa terjadi ketika radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus tidak tertangani dengan baik
Radang tenggorokan yang terjadi berkali-kali dan tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan demam rematik pada anak

Ketika suhu tubuh anak lebih tinggi dari biasanya dan mengalami panas dalam, bisa jadi tanda-tanda terjadinya demam rematik. Penyebab demam rematik pada anak adalah bakteri Streptococcus yang berpindah dari saluran pernapasan ke katup jantung melalui peredaran darah dan harus segera ditangani agar tidak menyebabkan komplikasi pada jantung.

Demam rematik yang berdampak pada jantung disebut rheumatic heart disease. Hal ini terjadi karena demam rematik merusak katup bilik dan serambi pada jantung sehingga aliran darah menjadi tak terarah.

Gejala demam rematik pada anak

Demam rematik pada anak bisa terjadi ketika radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus tidak tertangani dengan baik. Biasanya, demam rematik mulai terasa setelah 2-4 minggu sejak pertama kali mengalami radang tenggorokan.

Beberapa gejala demam rematik pada anak di antaranya:

  • Demam tinggi di atas 38,3 derajat Celsius
  • Bintik merah kecil di atap mulut
  • Rasa nyeri di persendian (lutut, siku, pergelangan kaki dan tangan)
  • Gerakan refleks tubuh yang tidak bisa dikontrol di wajah, kaki, dan tangan
  • Persendian menjadi bengkak dan memerah
  • Sulit menelan
  • Keluar cairan kental dan berdarah dari hidung
  • Muncul benjolan kecil di bawah kulit namun tidak nyeri
  • Nyeri dada
  • Suara jantung yang tidak normal
  • Lesu
  • Sakit kepala
  • Muntah
  • Amandel menjadi kemerahan, bengkak, dan bernanah
  • Perilaku tidak lazim seperti menangis dan tertawa berlebihan

Itu sebabnya penting untuk menangani radang tenggorokan sesegera mungkin. Langkah penanganan yang tepat dapat mencegah terjadinya demam rematik.

Apabila anak mengalami demam, observasi bagaimana kondisinya. Apabila anak tampak sangat lesu dan menunjukkan gejala-gejala di atas, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter.

Tentunya, penanganan infeksi bakteri Streptococcus berbeda antara satu anak dan lainnya. Utamanya, pada bayi baru lahir tentu penanganan harus ekstra hati-hati.

Penyebab demam rematik pada anak

Demam rematik pada anak terjadi karena infeksi bakteri Streptococcus. Biasanya, infeksi bakteri grup A Streptococcus yang menyebabkan demam rematik adalah radang tenggorokan. Infeksi pada bagian tubuh lain seperti kulit jarang menyebabkan demam rematik.

Salah satu hipotesis yang menghubungkan infeksi bakteri Streptococcus dengan demam rematik adalah bakteri mengelabui sistem kekebalan tubuh anak.

Bakteri Streptococcus mengandung protein yang sangat mirip dengan protein dalam jaringan tubuh. Sistem kekebalan tubuh bisa salah mengira antara bakteri dan protein sehingga justru menyerang jaringan tubuh sendiri.

Jaringan tubuh yang paling sering terkena dampak adalah jantung, persendian, kulit, dan sistem saraf pusat. Ketika sistem kekebalan tubuh menyerang bagian ini, maka akan terjadi inflamasi atau peradangan.

Faktor risiko terjadinya demam rematik pada anak

Selama anak mendapatkan penanganan yang tepat saat mengalami radang tenggorokan, maka besar kemungkinan bakteri Streptococcus benar-benar tereliminasi.

Namun apabila anak mengalami infeksi radang tenggorokan berkali-kali dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, besar kemungkinan ia mengalami demam rematik.

Selain itu, ada beberapa faktor risiko terjadinya demam rematik pada anak yaitu:

  • Keturunan

Faktor genetik atau keturunan seorang anak bisa menyebabkannya membawa gen yang rentan terhadap demam rematik.

  • Jenis bakteri

Ada beberapa jenis bakteri Strep tertentu yang lebih berisiko menyebabkan seorang anak mengalami demam rematik.

  • Faktor lingkungan

Tentunya, anak yang tinggal di daerah terlalu padat atau sanitasi buruk lebih berisiko mengalami demam rematik. Semakin tidak layak faktor lingkungan, bakteri dapat berkembang biak lebih cepat dan lebih resisten terhadap pengobatan.

Satu-satunya cara untuk mencegah terjadinya demam rematik pada anak adalah dengan mengatasi infeksi radang tenggorokan akibat bakteri Streptococcus dengan baik. Pengobatan untuk mengatasi infeksi bakteri adalah dengan pemberian antibiotik sesuai dosis.

Cara mengatasi demam rematik pada anak

Dokter anak akan menentukan diagnosis penyakit anak sembari melihat rekam medisnya. Kemudian, dokter akan memeriksa detak jantung untuk mengetahui apakah ada hal abnormal yang terjadi.

Selain itu, dokter juga akan memeriksa apakah ada disfungsi sistem saraf, ruam pada kulit, kondisi tenggorokan, dan juga sampel darah.

Kemudian, dokter akan mengatasi demam rematik pada anak dengan cara:

  • Antibiotik

Pemberian antibiotik diberikan untuk membasmi bakteri Streptococcus dan mencegahnya terulang kembali.

  • Obat antiradang

Dokter juga bisa memberikan obat anti-peradangan seperti aspirin dan naproxen untuk mengatasi demam rematik. Selain itu, dokter juga bisa memberikan resep kortikosteroid untuk mengurangi peradangan.

  • Istirahat

Dokter juga akan meminta anak membatasi aktivitasnya hingga gejala-gejala utama seperti peradangan dan rasa nyeri mereda. Biasanya, anak akan diminta beristirahat selama beberapa minggu hingga bulan apabila demam rematik telah berdampak pada kinerja jantung.

Selalu mencuci tangan di air mengalir dan menutup mulut saat batuk atau bersin adalah salah satu cara untuk mencegah terkena infeksi radang tenggorokan.

Selain itu, hindari menggunakan barang yang sama dengan orang sakit atau berhubungan langsung karena bakteri Streptococcus dapat menular lewat ludah saat batuk dan bersin.

Healthline. https://www.healthline.com/health/rheumatic-fever#outlook
Diakses 6 Desember 2019

Kids Health. https://www.kidshealth.org.nz/rheumatic-fever
Diakses 6 Desember 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatic-fever/symptoms-causes/syc-20354588
Diakses 6 Desember 2019

Artikel Terkait